Apa Saja Makanan Pencegah Penyempitan Jantung?

Sebagai organ yang berkewajiban memompa darah, jantung memegang posisi vital. Sayangnya, banyak sekali risiko kesehatan yang mengintai jantung, salah satu di antaranya adalah penyempitan jantung.

Masalah penyempitan jantung amat mengganggu kerja jantung dalam serangkaian sistem peredaran darah. Pasalnya, penyempitan memungkinkan sirkulasi atau perjalanan darah dari dan ke jantung tidak lancar.

Sebenarnya, penyempitan jantung atau yang dalam istilah medis dikenal dengan aterosklerosis bukanlah kondisi yang menggambarkan fisik atau kinerja jantung menjadi sempit atau lemah.

Masalahnya bukan pada organ jantung, tetapi di pembuluh darah. Pembuluh darah di area jantung menyempit karena penumpukan lemak atau plak. 

Penumpukan plak menyebabkan aliran darah dan pasokan oksigen ke organ-organ vital terganggu sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karenanya, pastikan Anda mengetahui apa-apa saj ayang bisa menyelamatkan Anda dari kemungkinan penyempitan jantung.

Satu di antara berbagai upaya itu adalah menjaga pola konsumsi makanan. Di bawah ini ada beberapa makanan yang diyakini mampu mencegah seseorang dari penyempitan jantung:

  • Kacang-kacangan

Penelitian internasional menemukan mereka yang mengonsumsi lentil atau kacang-kacangan yang baik, memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Lentil mengurangi tekanan darah tinggi dan kaya magnesium, kalium, dan protein yang semuanya mengurangi plak di arteri.

Sementara itu, kacang almond mengandung sterol tumbuhan dalam jumlah besar yang baik untuk mengurangi kolesterol jahat sehingga bisa digunakan untuk mencegah penyempitan jantung. Sebuah studi Universitas Toronto menemukan, mereka yang mengonsumsi almond mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 28%.

  • Bermacam Sayuran

Brokoli dikemas dengan serat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung secara keseluruhan. Sayuran silangan, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, telah terbukti secara khusus membantu mencegah arteri yang tersumbat dan melindungi dari penyakit pembuluh darah.

Tidak berhenti di brokoli, selada, bit, kangkung, dan bayam juga merupakan sumber nitrat yang kaya. Selama pencernaan, senyawa itu diubah menjadi gas penting yaitu nitrat oksida, yang membuat arteri menahan kontraksi, plak, dan pembekuan darah, sehingga stroke, penyempitan jantung, hingga serangan jantung tidak dapat terjadi.

  • Ikan dengan Kandungan Omega 3 Tinggi

Ikan memiliki lemak sehat atau dikenal sebagai lemak tak jenuh. Sering mengonsumsi ikan dikaitkan dengan rendahnya risiko serangan jantung. Asam lemak omega 3 pada ikan terbukti mengurangi kadar trigliserida dan mencegah risiko kematian jantung.

Ikan sarden juga kaya akan asam lemak omega 3 yang menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Sarden juga meningkatkan kolesterol baik dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

  • Bawang Putih

Bawang putih adalah salah satu makanan terbaik untuk mengurangi plak arteri dan tekanan darah. Penelitian telah menemukan, bawang putih mengandung enzim yang disebut angiotensin yang bisa menghindari seseorang dari penyempitan jantung.

Sebuah penelitian juga menemukan, mereka yang menderita masalah plak melihat pengurangan 50% penumpukan plak saat mengambil ekstrak bawang putih setiap hari dalam bentuk pil.

  • Biji-bijian

Serat makanan yang ditemukan dalam biji-bijian membantu meningkatkan kadar kolesterol darah dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Diet dengan banyak biji-bijian utuh terkait dengan dinding arteri karotis yang lebih tipis.

Arteri ini bertanggung jawab untuk mengantarkan darah ke otak seseorang. Penebalan arteri karotid bisa menyebabkan penumpukan aterosklerosis dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi pada 2006 yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food membuktikan, biji wijen baik untuk aterosklerosis atau penyempitan jantung. Biji wijen mengandung asam lemak yang mencegah kolesterol jahat, trigliserida dan kolesterol darah.

  • Buah-buahan

Terakhir adalah buah-buahan. Ada banyak buah yang bisa digunakan untuk penyempitan jantung. Salah satunya adalah delima. Buah ini terbukti membersihkan arteri yang tersumbat dan meningkatkan aliran darah. Hal ini disebabkan tingginya tingkat antioksidan dari delima yang bisa melawan radikal bebas dan merangsang produksi oksida nitrat dalam darah.

Ada pula alpukat yang kaya akan kalium dan kalium. Buah yang kerap dibuat jus ini telah terbukti membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan kalsifikasi pembuluh darah di arteri.

Selain itu ada buah dengan kandungan vitamin C yang kaya seperti jeruk dan lemon. Jeruk Vitamin C memiliki peran yang kuat dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Flavonoid yang terkandung pada buah jeruk dapat membantu melindungi dinding arteri. Sementara lemon sangat baik untuk mengurangi kadar kolesterol dan mencegah kerusakan oksidatif pada arteri.

***

Itulah beberapa makanan yang bisa digunakan sebagai upaya seseorang mencegah penyempitan jantung. Dengan memakan makanan yang direkomendasikan tersebut, diharapkan sirkulasi atau peredaran tubuh seseorang tetap lancar, sehingga organ-organ di dalam tubuh, termasuk jantung bisa terjaga kesehatannya.

Read More