Menggunakan Baby Bouncer, Amankah Bagi Si Kecil?

Orangtua harus tahu bahaya penggunaan baby bouncer untuk bayi

Bagi Anda yang sudah menjadi orang tua, tentu mengerti lelahnya memenuhi kebutuhan si Kecil. Terkadang para orang tua sudah tidak memiliki energi untuk menggendong dan menidurkan bayi. Itulah sebabnya, banyak orang tua yang memilih memanfaatkan baby bouncer.

Baby bouncer merupakan perlengkapan yang dirancang untuk bayi di bawah 6 bulan, yang belum memiliki kemampuan duduk atau mengangkat kepala. Hal ini terlihat dari bentuknya, baby bouncer berupa tempat duduk dengan posisi sandaran yang diatur sedemikian rupa, agar tulang belakang, leher, dan kepala bayi terlindungi. 

Seperti diketahui, bayi suka sekali digendong sambil diayun pelan. Nah, baby bouncer diperuntukkan agar bayi tenang dan nyaman dengan mode ayunan pelan. Bayi juga dapat berbaring dalam posisi bersandar sambil melihat lingkungan sekitar. 

Hal lain yang dianggap menyenangkan, baby bouncer juga kadang dilengkapi mainan untuk menghibur bayi. Wajar saja, banyak orang tua yang benar-benar merasa terbantu dengan perlengkapan bayi yang satu ini. Sementara orang tua harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bayi dapat bermain dan beristirahat di baby bouncer

Bahaya penggunaan baby bouncer

Memanfaatkan baby bouncer memang terasa sangat praktis. Bahkan orang tua dapat benar-benar terbantu karenanya. Namun, Anda perlu waspadai beberapa hal yang menyangkut keamanan si Kecil. 

1. Jalan napas terganggu

Salah satu yang perlu diwaspadai saat bayi Anda berbaring di baby bouncer adalah kemungkinan terganggunya jalan napas. Mengapa demikian?

Bayi yang di bawah 6 bulan belum bisa menggerakkan atau mengangkat kepala ketika berbaring. Apabila posisi dagu terlalu dekat dengan dada, jalan napasnya akan terganggu. Risiko ini menjadi besar jika bayi diletakkan di baby bouncer tanpa pengawasan orang tua. 

2. Kepala bayi menjadi peyang

Sering kali, bayi memiliki posisi berbaring favorit. Termasuk ketika ia sedang berada di atas baby bouncer. 

Akan tetapi, karena tulang-tulang kepala bayi masih lunak dan belum terbentuk sempurna, berbaring atau bersandar dalam posisi yang sama untuk waktu yang panjang, kepala bayi dapat menjadi peyang. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut positional plagiocephaly. 

3. Cedera

Cedera merupakan risiko yang mungkin timbul dari penggunaan baby bouncer. Bayi dapat mengalami cedera saat baby bouncer yang digunakan rusak, bergeser, atau diletakkan pada permukaan yang tidak tepat, seperti pada permukaan meja atau tempat tidur. Ada risiko bayi dapat terjatuh dari baby bouncer dan tertindih perlengkapan ini. 

Kekeliruan dalam penggunaan baby bouncer  ini dapat menyebabkan luka memar, tergores, hingga cedera berat di kepala atau patah tulang. 

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Pediatric 2015, dilaporkan bahwa risiko menggunakan baby bouncer atau peralatan bayi lainnya, seperti baby car seat atau baby walker merupakan penyebab cedera terbanyak pada bayi. Banyak juga yang mengalami kematian. 

Berbagai risiko tersebut dapat ditekan dengan pemilihan baby bouncer yang cermat. Pastikan bouncer memiliki rangka yang kokoh dan kuat, dengan sabuk pengaman yang kuat. Anda juga perlu memastikan posisi bayi sudah sesuai dengan posisi sandaran bouncer. Si Kecil juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama berada di atas bouncer, secara rutin Anda perlu memeriksa keadaan dan menggendongnya. 

Kini, Anda sudah mengetahui bahaya menggunakan baby bouncer. Jika Anda memilih dengan cermat dan selalu memantau si Kecil saat diletakkan di bouncer, risiko-risiko tersebut dapat dihindari.

Read More

Strategi Pria Hadapi kebotakan

Rambut palsu hadir dalam dua jenis

Dalam melakukan antisipasi mencegah kebotakan rambut yang merupakan momok menakutkan bagi kalangan pria, terdapat beberapa cara yang bisa digunakan salah satunya penggunaan rambut palsu. Hal ini dikarenakan angka yang menunjukkan sekitar dua pertiga laki-laki mengalami kebotakan ketika usia mereka sudah memasuki pertengahan 30 tahun.

Sebagian pria mungkin akan menerima keadaan dan kondisi tersebut dengan mencukur plontos rambutnya rambut mereka. Namun juga tidak sedikit dari mereka yang tetap mencari cara agar terhindar dari kebotakan. Walaupun memang hingga saat ini belum diketahui adanya ramuan yang bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali rambut.

Cara Hadapi Kebotakan

Kebotakan merupakan kondisi kelainan bawaan yang merupakan suatu bentuk alopesia atau kehilangan rambut yang paling umum. Proses dimulai ketika rambut normal yang terdapat di dahi dan puncak kepala berubah menjadi rambut halus dan lembut. Nantinya garis rambut mulai mundur secara bertahap, berikut ini terdapat beberapa cara untuk mengatasi kebotakan.

  • Rambut Palsu

Menggunakan wig atau rambut tiruan merupakan cara paling aman sekaligus tidak menyakitkan baik itu dari segi kesehatan dan juga dana. Tujuannya adalah untuk menutupi atau menyembunyikan kondisi kebotakan rambut. Rambut tiruan ini bisa dengan langsung dilekatkan ke kepala secara permanen atau dijahit.

Rambut tiruan jahitan bisa menimbulkan infeksi sehingga cara yang satu ini tidak dianjurkan untuk digunakan atau dipilih. Terdapat efek samping yang diakibatkan sebagai efek rambut tiruan, yakni munculnya rasa sensitif terhadap perekat yang digunakan. 

  • Meditasi dan Olahraga

Kondisi kebotakan makin dipercepat ketika seseorang mengalami stres, karena membuat folikel rambut berada dalam tahap istirahat sehingga rambut tak lagi bisa tumbuh. Kecemasan yang muncul membuat produksi kortisol meningkat, sehingga mengakibatkan kadar hormon lain berfluktuasi. Hal inilah yang memicu kebotakan terutama adanya faktor keturunan.

Agar terhindar dari kondisi ini, mengelola stres bisa sangat membantu mengatasinya, salah satunya bisa dengan rutin melakukan meditasi guna mengurangi kecemasan. Selain itu berolahraga juga bisa membantu mengurangi hormon stres serta melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh. Maka dari itu, lakukan meditasi yang dibarengi dengan olahraga untuk mendapat hasil maksimal.

  • Terapi Laser

Terapi menggunakan laser merupakan satu-satunya perawatan rambut rontok yang berfungsi menghindarkan kepala dari kebotakan dan telah disetujui oleh FDA dalam beberapa tahun terakhir. Perawatan dengan terapi ini menggunakan tingkat cahaya yang rendah dipakai selama 25 menit setiap harinya.

Sebuah penelitian di tahun 2014 yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Dermatology menyebutkan bahwa pria yang melakukan perawatan laser sebanyak tiga kali dalam seminggu mengalami peningkatan kepadatan rambut setelah berjalan selama 26 minggu.

  • Konsumsi Minoxidil

Disebut juga dengan nama lain Rogaine merupakan obat oles yang disetujui oleh FDA dalam penanganan rambut rontok hingga mengakibatkan kebotakan. Meskipun memang tidak bisa mengembalikan kondisi rambut yang hilang, tetapi obat ini mampu mempertahankan rambut yang tersisa.

Selain itu, obat ini juga bisa meningkatkan aliran darah dan memberikan lebih banyak oksigen serta nutrisi ke folikel rambut. Meski demikian, rogaine yang berbentuk dalam liquid bisa menyebabkan iritasi dan rambut berminyak. Sehingga direkomendasikan obat yang digunakan dengan kandungan busa hanya lima persen.

Beberapa jenis cara di atas merupakan sebagian kecil yang bisa digunakan, rambut palsu menjadi cara yang paling direkomendasikan karena tidak memiliki risiko tinggi yang bisa menimbulkan efek cukup buruk ketika digunakan.

Read More

3 Tahap Perkembangan Bayi yang Perlu Anda Ketahui

Tahun-tahun awal kehidupan sangat penting dalam tahap perkembangan bayi, terutama 1 tahun pertama. Dari bulan ke bulan, bayi akan menunjukan perkembangan yang mendukung kemampuannya di kemudian hari.

Ada baiknya orang tua mengetahui detail tahap perkembangan bayi ini. Secara umum, untuk mengetahui apakah bayi sudah berkembang sebagaimana mestinya atau tidak.

Hal tersebut bukan berarti perkembangan buah hati Anda harus sama dengan bayi lainnya. Mungkin saja, si Kecil lebih cepat menguasai keterampilan atau kemampuan tertentu dibanding anak lain, atau sebaliknya.

Sebagai orang tua, Anda tidak perlu cemas berlebihan apabila bayi Anda menunjukkan perkembangan yang berbeda dengan sebayanya. Fokus Anda sebaiknya bukan diletakkan pada ‘kapan’, melainkan pada ‘apa’ yang sudah dikuasai oleh si Kecil. Dengan demikian, orang tua dapat awas dengan masalah tumbuh kembang anak.

Tahap perkembangan bayi usia 0-12 bulan

Dengan tetap fokus pada hal yang telah dicapai, bukan waktu mencapai keterampilan tersebut, mari kita simak tahap perkembangan bayi hingga mencapai usia 1 tahun.

Tahap 1 (usia 1-3 bulan)

Pada usia di bawah 3 bulan, bayi hanya dapat melihat dengan jelas pada jarak 20-30 cm. Jarak yang cukup bagi bayi untuk mengenali wajah orang yang menimangnya.

Berbeda dengan penglihatannya, pendengaran bayi sudah berkembang dengan sempurna pada usia ini. Bayi akan menoleh ke arah suara yang dikenal, biasanya suara orang tuanya.

Menjelang usia 3 bulan, bayi mulai bisa mengangkat kepalanya sebentar atau menoleh sedikit saat sedang tengkurap. Namun, bila digendong dalam posisi tegak, kepala bayi masih perlu disangga. Lehernya baru mulai kuat di usia 3 bulan.

Pada usia 3 bulan, bayi mulai menikmati bermain. Ia mulai tersenyum atau mengoceh, meniru suara pengasuhnya. Kadang bayi menirukan ekspresi wajah orang yang mengajaknya bermain. Selain itu, kemampuan koordinasinya meningkat dan sudah mulai bisa melihat jarak jauh.

Tahap 2 (usia 4-7 bulan)

Bayi mulai menikmati dunianya di usia 4-7 bulan. Hal ini terlihat dari kebiasaannya yang semakin banyak tersenyum, tertawa, atau mengoceh seakan sedang berbicara.

Pada usia 7 bulan, bayi sudah mulai bisa berguling, duduk tanpa dibantu, serta melonjak ketika sedang digendong dalam posisi berdiri. Tak hanya itu, bayi juga biasanya sudah mampu menggenggam dan menarik benda, serta memindahkan benda dari genggaman tangan yang satu ke tangan lainnya.

Di usia ini, bayi sudah semakin mengenali suara orang tua atau orang yang mengasuhnya. Oleh sebab itu, ia akan bereaksi terhadap kata tertentu yang diucapkan dengan nada tertentu, seperti ‘jangan!’. Ia juga sudah mengenali namanya dan akan menoleh ketika nama tersebut dipanggil.

Tahap 3 (usia 8-12 bulan)

Menginjak usia 8 bulan, biasanya si Kecil mulai bisa memindahkan tubuhnya dengan cara menggeser pantat dalam posisi duduk atau merangkak. Beberapa anak, bahkan mulai belajar berjalan dengan berpegangan. Sebagian sudah dapat berjalan sendiri beberapa langkah sebelum genap 1 tahun.

Kata-kata pertama bayi mulai diucapkan pada usia ini. Umumnya, bayi mengucapkan kata yang cenderung mudah dan berakhiran huruf ‘a’, seperti mama atau papa. Ocehannya yang semula tidak jelas, kini sudah terdengar seperti kalimat. Dan ia akan memperhatikan ketika diajak berbicara.

Dengan bahasa tubuh, bayi mulai bisa mengutarakan keinginannya atau menolak sesuatu.

Di rentang usia ini, tangan bayi sudah lebih aktif. Biasanya bayi senang memasukkan benda ke dalam wadah, lalu mengeluarkannya kembali. Jari-jarinya pun sudah semakin kuat, sehingga mulai bisa menjumput makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Pada tahap ini, bayi mulai mengenal orang tuanya. Wajar saja, bila ia menunjukkan reaksi berbeda saat bertemu dengan orang asing, kadang malu atau takut. Karena sudah mengenal orang tuanya, pada tahap perkembangan bayi ini, ia akan mulai rewel saat ditinggal oleh ayah atau ibunya.

Read More

Diagnosa, Pengobatan, dan Pencegahan Flu Burung

flu burung

Flu burung merupakan sebuah grup penyakit hasil infeksi dengan virus influenza khusus. Virus tersebut menginfeksi burung, dan dalam beberapa kasus tertentu, dapat menyebar ke manusia. Salah satu virus yang menyebabkan penyakit flu burung disebut dengan virus H5N1. Virus H5N1 dapat menyebabkan penyakit flu yang parah dengan tingkat kematian cukup tinggi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan antar manusia dapat dibilang sangat jarang. Sejauh ini, virus flu burung tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan genetik untuk menyebar dengan lebih efisien pada manusia. 

Meskipun demikian, akibat tingkat keparahan penyakit yang dapat disebabkan oleh virus flu burung, pihak otoritas dan pemerintah terus memantau perubahan-perubahan genetik tersebut. Flu burung H5N1 merupakan flu yang fatal, dengan tingkat kematian 60% dari jumlah kasus yang ada. Kasus pertama H5N1 pada manusia terjadi pada tahun 1997 di Hong Kong. Penyakit tersebut kemudian ditemukan di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Mesir dengan jumlah kasus yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Afrika, Eropa, dan Asia. 

Diagnosa flu burung

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) telah menyetujui sebuah tes yang didesain untuk mengidentifikasi flu burung. Tes ini dapat menyediakan hasil-hasil awal hanya dalam waktu 4 jam. Sayangnya, tes tersebut tidak tersedia secara meluas. Dokter Anda dapat melakukan beberapa jenis tes seperti auskultasi (tes yang mendeteksi suara pernapasan tidak normal), diferensial sel darah putih, kultur nasopharyngeal, dan pemindaian sinar-X dada untuk mencari keberadaan virus yang dapat menyebabkan penyakit flu burung. Tes-tes tambahan juga dapat dilakukan untuk menilai fungsi hati, ginjal, dan hati. 

Perawatan flu burung

Jenis flu burung yang berbeda dapat menyebabkan gejala yang berbeda pula. Sebagai hasilnya, terdapat jenis perawatan yang berbeda-beda pula. Dalam kebanyakan kasus, perawatan menggunakan obat-obatan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir dapat membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Akan tetapi, obat-obatan tersebut harus diminum dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul pertama kali. 

Sementara itu, virus yang menyerang manusia dapat mengembangkan resistensi terhadap dua bentuk obat-obatan antivirus amantadine dan rimantadine. Obat-obatan ini tidak boleh digunakan untuk merawat penyakit flu burung. 

Keluarga dan orang-orang di sekitar Anda juga akan mendapatkan obat antivirus yang diresepkan sebagai bentuk pencegahan meskipun mereka tidak sakit. Anda juga akan ditempatkan di sebuah ruang isolasi khusus guna mencegah persebaran dan penularan virus pada orang lain. Apabila infeksi Anda cukup parah, dokter akan menggunakan mesin pernapasan untuk membantu Anda bernapas. 

Pencegahan flu burung

Sedikit tidak mungkin untuk mencegah penularan virus flu burung. Meskipun demikian, pihak otoritas dan pemerintah dapat membantu masyarakat dalam bersiap diri akan kemungkinan terjadinya infeksi dengan cara memantau pola migrasi burung. Untuk saat ini, vaksinasi hanya tersedia untuk flu musiman dan bukan flu burung. Vaksin flu musiman tidak melindungi manusia dari flu burung. Masyarakat juga dapat meminimalisir penyebaran virus flu burung dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat sebelum atau setelah menggunakan kamar kecil, mempersiapkan makanan, atau batuk. Apabila Anda batuk, cobalah untuk batuk pada siku atau tisu. Jangan menyentuh permukaan apa pun saat Anda batuk ke tangan karena ada kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain. Selain itu, Anda diharuskan untuk melakukan isolasi diri apabila memiliki gejala flu burung. Hindari kerumunan atau tempat-tempat publik yang ramai.

Read More

Perhatikan Makanan & Minuman yang Dapat Turunkan Kekebalan Tubuh

Kekebalan tubuh didukung oleh keseimbangan gaya hidup yang sehat. Tidur yang cukup, olahraga, dan diet yang sehat berkontribusi untuk menjaga sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit. Ketika sistem kekebalan tubuh terganggu, tubuh akan mudah sakit.

Apakah makanan yang kita konsumsi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh? Sayangnya, jawabannya adalah ya. Makanan atau minuman yang kita konsumsi berperan besar dalam memengaruhi kondisi tubuh kita, termasuk kekebalan tubuh. Lantas, apa saja bahan konsumsi yang tidak baik itu?

  • Alkohol

Beberapa macam alkohol (terutama minuman beralkohol dan anggur) mengandung jumlah gula yang tinggi, dan suatu penelitian mengatakan bahwa jumlah alkohol yang berlebihan juga dapat memengaruhi populasi mikroorganisme di usus atau mengubah integritas lapisan usus.

  • Minuman Berkafein

Jumlah waktu  tidur yang cukup sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Kopi dan teh bersifat melindungi kesehatan, karena tingginya tingkat antioksidan yang dikaitkan dengan anti-peradangan. Namun, terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur, dan hasil itu dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu kekebalan tubuh.

Untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh, kurangi minuman berkafein tanpa nutrisi yang dibuat dengan gula atau pemanis buatan, seperti soda dan minuman berenergi. Ketika menikmati kopi dan teh usahakan setidaknya enam jam sebelum waktu tidur untuk mencegah gangguan tidur.

  • Minyak Sayur dan Biji-bijian

Minyak olahan seperti kedelai, jagung, kanola, bunga matahari, safflower, dan minyak kacang, memiliki tingkat asam lemak tak jenuh ganda (terutama omega-6s) yang tinggi. Itu dapat menciptakan ketidakseimbangan dalam asam lemak tubuh dan meningkatkan peradangan. Sebaiknya, masalaklah dengan minyak zaitun atau minyak kelapa.

  • Yogurt

Sebuah penelitian mengatakan bahwa tidak semua yogurt diciptakan sama, beberapa di antaranya ada yang menggunakan gula tambahan dan bahan buatan lain dalam produknya. Masalahnya, sering kali bahan buatan itu mengandungan sesuatu yang sama sekali tidak bermanfaat untuk kegiatan.

Meski keadaan probiotik di dalam usus amat penting lantaran dapat menyebabkan masalah pencernaan, akan tetapi menyuplai tubuh dengan yogurt yang tidak sedat juga bisa menimbulkan masalah baru. Jadi pastikan yogurt yang dipilih memberikan apa yang tubuh butuhkan.

  • Makanan Asinan

Sementara makanan asinan seperti sauerkraut atau kimchi mengandung banyak rasa dalam kalori yang sangat sedikit, seorang ahli kesehatan melaporkan bahwa makanan asinan juga dapat mengemas natrium raksasa, yang dapat menyebabkan dehidrasi, retensi cairan, dan bahkan memperburuk kondisi seperti penyakit ginjal.

  • Buah Kering atau Manisan Kalengan

Meskipun buah-buahan umumnya sehat, sangat penting untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak gula agar sistem kekebalan tubuh kita tetap sehat. Kita harus mengurangi memakan buah-buahan kering atau kalengan, terutama kurma kering dan buah-buahan yang dikemas dalam jus atau sirup. Karena gula yang ditambahkan pada dasarnya dapat mengubah camilan sehat menjadi tidak sehat.

  • Sup Kalengan

Sup adalah makanan pokok yang enak yang bisa menyediakan protein, serat, dan nutrisi lain dari sayur atau bahan lain. Namun, mengonsumsi sup kalengan, meskipun enak, hal itu bukanlah menjadi pilihan baik untuk kesehatan. Banyak sup kalengan yang mengandung bahan buatan dan kadar natrium yang tinggi. Belum lagi bahan kimia yang dapat larut ke dalam sup dari kaleng. Sehingga patut diwaspadai akan kandungannya bagi kesehatan. Mungkin saja kandungan sup tersebut dapat mengganggu sistem kekebelan tubuh Anda.

***

Memilih makanan yang benar sangatlah penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Kurangi makanan junk food serta makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, karena mereka tidak hanya memengaruhi berat badan Anda, tetapi juga memiliki kemungkinan menurunkan daya tahan tubuh terhadap bakteri dan virus.

Read More

Mengenal Obat-obatan yang Biasa Digunakan untuk Suntik Keloid

Suntik keloid dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Terjadinya luka, apalagi di bagian tubuh yang terbuka, kadang menimbulkan masalah baru di luar lukanya itu sendiri. Keloid misalnya, kemunculan bekas luka yang menonjol itu mungkin menjadi masalah besar bagi sebagian orang, meski bisa disembuhkan dengan berbagai prosedur termasuk suntik keloid.

Akan tetapi, kenyataan itu tak mengubah kenyataan yang lain bahwa banyak orang lebih takut dengan bekas luka ketimbang lukanya itu sendiri. Kondisi inilah yang mendorong dunia medis untuk terus menciptakan pelayanan terbaik untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.

Suntik keloid contohnya. Prosedur ini lahir dari pembaharuan dari prosedur-prosedur sebelumnya yang dinilai tak lagi efisien. Pasalnya menyuntikkan “sesuatu” di bagian tubuh yang terdapat keloid, dinilai lebih aman, murah, dan tidak menyakitkan dibanding prosedur lain.

“Sesuatu” yang dimaksud di paragraf sebelumnya adalah obat. Dilansir dari laman SehatQ, ada berbagai macam obat yang biasa digunakan dalam prosedur suntik keloid, di antaranya:  

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh bila diperlukan, dan meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.

Efek samping kortikosteroid sebagian besar terjadi karena konsumsi kortikosteroid oral. Namun, kortikosteroid topikal, hirup, dan injeksi, juga bisa menimbulkan efek samping tertentu. Munculnya efek samping tersebut dapat berbeda tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Konsumsi obat jangka panjang juga bisa menimbulkan kemungkinan efek samping.

  • Fluorourasil 

Obat yang juga dikenal dengan sebutan 5-FU atau f5U ini adalah obat dari analog pirimidina yang digunakan untuk perawatan kanker. Ada berbagai macam kanker yang bisa diobati dengan fluoraurasil. Obat ini juga dapat digunakan sebagai krim untuk mengatasi keratosis aktinik, karsinoma sel basal, dan kutil kulit. 

Ketika digunakan dengan injeksi, kebanyakan orang mengalami efek samping. Efek samping yang umum termasuk radang mulut, kehilangan nafsu makan, menurunnya jumlah sel darah, rambut rontok, dan radang kulit. Saat digunakan sebagai krim, iritasi pada bagian kuli yang teraplikasi biasanya terjadi. Sementara itu, penggunaan bentuk apa pun dalam kehamilan dapat membahayakan bayi.

  • Bleomycin

Sama seperti jenis sebelumnya, obat yang digunakan untuk suntik keloid ini juga sebenarnya merupakan obat antikanker. Malah secara lebih spesifik diketahui bahwa bleomycin merupakan obat yang digunakan untuk kemoterapi.

Bleomycin tersedia dalam bentuk suntikan, sehingga pemberian obat harus diberikan oleh dokter atau petugas medis atas instruksi dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, dan fungsi ginjal selama bleomycin diberikan.

Alasannya, cukup banyak resiko atau efek samping yang bisa terjadi setelah penggunaan obat ini, mulai dari gatal-gatal, mual, rambut rontok, hingga nyeri dada dan sakit kepala berat.

  • Interferon

Interferon dalam bentuk obat bekerja dengan meningkatkan respon kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan virus, bakteri, atau kanker. Pada dasarnya interferon terbagi lagi dalam 3 kelompok besar, yakni Alfa, Beta, dan Gamma. Masing-masing kelompok tersebut memiliki tipe obat dengan fungsi, merek dagang, dan dosis yang berbeda-beda.

Adapun interferon yang digunakan dalam prosedur suntik keloid adalah Interferon Alfa-2b. Jenis ini juga lazim digunakan untuk mengatasi condyloma acuminata (kutil kelamin), Leukemia sel berambut, Leukemia myeloid kronis, Hepatitis C kronis, Hepatitis B kronis aktif, melanoma, sarkoma Kaposi terkait AIDS, tumor karsinoid, limfoma folikular, dan multiple myeloma.

Efek samping dari penggunaan interferon berbeda-beda, tergantung jenis dan tipe obat. Efek samping yang dapat terjadi seperti sakit kepala; demam; dan nyeri otot.

  • Verapamil

Ini merupakan obat yang biasa digunakan untuk penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti aritmia, angina, hingga tekanan darah tinggi. Verapamil bekerja dengan cara menghambat kalsium masuk ke sel-sel otot di pembuluh darah, sehingga otot pembuluh darah menjadi lebih rileks. Otot yang rileks akan membuat aliran darah lebih lancar, sehingga menurunkan tekanan darah dan meredakan keluhan angina.

Dalam perannya dalam prosedur suntik keloid, Verapamil bekerja sebagai pelebur saluran kalsium yang terhambat oleh sekresi molekul matriks ekstraseluler (misalnya, kolagen, GAG, fibronektin) dan meningkatkan fibrinase. Verapamil dapat bertindak sebagai modalitas alternatif yang efektif dalam pencegahan dan pengobatan bekas luka keloid dan hipertrofik.

Dosis verapamil diberikan sesuai usia, kondisi, dan respons tubuh pasien terhadap obat. Prosedur suntik keloid dengan verapamil mungkin akan menimbulkan efek samping bawaan obat, seperti sakit kepala, mual, hingga sembelit.

***

Di antara semua obat di atas, yang paling umum digunakan adalah kortikosteroid. Dalam menyembuhkan luka, kortikosteroid memiliki kemampuan untuk memutus ikatan antara serat-serat kolagen yang dihasilkan oleh jaringan parut.

Suatu riset mengungkapkan bahwa suntik keloid menggunakan kortikosteroid merek triamcinolone memberikan hasil yang optimal pada 50-100% kasus, dengan angka kekambuhan sekitar 9–50%. Untuk hasil yang lebih baik, terkadang triamcinolone dikombinasikan dengan obat lain untuk suntik keloid seperti 5-fluorouracil atau bleomycin.

Read More

Sering Menangis Tanpa Sebab? Hati-hati Gejala Depresi

Meskipun setiap orang pastinya pernah merasa sedih dari waktu ke waktu, depresi mayor merupakan sebuah kondisi yang berbeda. Gangguan depresi mayor atau depresi klinis membuat Anda merasakan rasa sedih, kesepian, dan hilangnya ketertarikan akan hal-hal yang dulu Anda sukai, serta sering menangis tanpa sebab. Saat perasaan tersebut terjadi selama lebih dari dua minggu, dokter akan mendiagnosa kasus Anda sebagai gangguan depresi mayor. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda bahwa Anda membutuhkan bantuan profesional. Bicaralah dengan dokter apabila Anda memiliki gejala yang dapat mengindikasi adanya depresi.

Gejala umum depresi

Gejala yang ditimbulkan depresi dapat berbeda-beda tergantung setiap individu. Namun, bagi kebanyakan orang, depresi dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan orang lain, atau pergi ke sekolah atau kantor. Bahkan tidak jarang orang dengan gangguan depresi menangis tanpa sebab. Apabila Anda menderita depresi, Anda mungkin akan mengalami hal-hal berikut ini.

  • Sedih

Gejala paling umum dari depresi adalah rasa sedih atau kekosongan yang akan bertahan selama lebih dari dua minggu. Seseorang mungkin akan menganggap gejala ini sebagai rasa putus asa. Mereka mungkin akan merasa bahwa hidup tidak akan menjadi bertambah baik, dan kadar kesedihan yang intens ini akan bertahan selamanya. Gejala ini merupakan jenis depresi kronis di mana mood seseorang terus menerus buruk.

  • Perasaan tidak berharga

Orang-orang yang depresi sering merasa dirinya sendiri tidak berharga, penuh rasa salah, dan tidak berharga. Orang-orang ini sering berfokus pada kegagalan di masa lalu atau kekurangan pribadi. Mereka sering menyalahkan diri mereka sendiri saat hidup mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya. Remaja yang menderita depresi merasa diri mereka tidak berguna, merasa salah dimengerti dan mulai menghindari interaksi dengan orang lain.

  • Sifat mudah marah

Depresi dapat menyebabkan orang-orang menjadi mudah frustasi atau marah, bahhkan meskipun disebabkan oleh hal-hal kecil yang sepele. Baik pria ataupun wanita dapat menunjukkan gejala mudah marah. Namun, gejala tersebut biasanya berbeda. Wanita melaporkan diri mereka mudah marah pada suatu waktu, kemudian menangis tanpa sebab berikutnya. Sementara itu, pria lebih bersifat agresif dan kasar akibat depresi.

  • Kelelahan

Orang-orang dengan depresi sering merasa kurang energi atau merasa lelah setiap saat. Tugas-tugas kecil, seperti mandi atau bangun dari tempat tidur, terlihat membutuhkan banyak usaha. Kelelahan dapat memerankan peran lain pada gejala yang berhubungan dengan depresi, misalnya menarik diri dari lingkungan sosial dan rasa apati. Apabila Anda memiliki depresi, Anda akan merasa kewalahan hanya dengan berpikir perlu pergi keluar.

  • Rasa bersalah

Depresi sering disebabkan karena reaksi kimia tidak seimbang di otak. Namun, orang-orang dengan depresi lebih sering menyalahkan diri sendiri, alih-alih menyalahkan penyabab tersebut.

  • Menangis tanpa sebab

Orang-orang dengan depresi sering menangis tanpa sebab. Menangis tanpa sebab juga sering ditemukan pada depresi post-partum, yang mana merupakan depresi yang terjadi setelah seorang wanita melahirkan bayinya.

  • Apatis

Orang-orang dengan depresi biasanya akan kehilangan ketertarikan dan berhenti mendapat kebahagiaan dari aktivitas yang dulunya mereka suka, seperti hobi dan hubungan seksual.

Saat Anda memiliki deprisi, merawat gejala seperti menangis tanpa sebab, bertindak apatis, sifat mudah marah dan lain-lain bukan suatu hal yang bisa Anda lakukan seorang diri. Merawat gangguan depresi membutuhkan bantuan dari kombinasi antara psychotherapy dan minum obat-obatan tertentu. Apabila Anda memiliki depresi, konsultasi dengan tenaga medis ahli kesehatan mental.

Read More

Gangguan di Perut Jadi Tanda Anak Alami Lactose Intolerant

Apakah anak Anda tidak bisa menerima susu dan produk olahannya? Jika ya, belum tentu ia mengalami alergi susu. Namun, mungkin saja buah hati Anda mengalami lactose intolerant, lho.

Secara sederhana lactose intolerant atau dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan intoleransi laktosa adalah satu kondisi di mana seseorang tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa sendiri merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan.

Kondisi ini terjadi karena pengidap intoleransi laktosa tidak memiliki cukup laktase dalam sistem pencernaannya. Akibatnya, mereka rentan terhadap susu dan produk turunannya. Laktase merupakan enzim yang digunakan oleh tubuh untuk memecah dan menyerap laktosa.

Lactose intolerant dapat terjadi pada segala jenis usia. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang kekurangan enzim laktase di dalam tubuhnya, tetapi utamanya disebabkan oleh gangguan kesehatan di saluran cerna.

Kondisi ini amat mengkhawatirkan jika terjadi pada bayi, utamanya mereka yang berusia di bawah tiga tahun. Sebab, anak usia batita masih amat bergantung pada susu untuk memenuhi kebutuhannya. Di bawah ini ada beberapa gejala yang bisa menandakan anak mengalami lactose intolerant, di antaranya:

  • Diare

Intoleransi laktosa menyebabkan diare dengan meningkatkan volume air di usus besar. Hal ini menyebabkan meningkatnya volume dan kandungan cairan tinja. Ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak daripada pada orang dewasa.

Di usus besar, fermentasi mikroflora laktosa menjadi asam lemak dan gas rantai pendek. Sebagian besar asam-asam ini diserap kembali ke usus besar. Asam sisa dan laktosa meningkatkan jumlah air yang dikeluarkan tubuh ke usus besar.

Diare ditandai dengan intensitas buang air besar yang sering dengan tekstur tinja yang encer ini sebenarnya respons alami tubuh dalam melawan kuman yang membahayakan saluran cerna.

  • Sembelit

Sembelit ditandai dengan tinja yang keras dan jarang, buang air besar yang tidak sempurna, perut tidak nyaman, kembung, dan mengejan yang berlebihan. Kondisi ini bisa menjadi indikasi lain dari lactose intolerant, meski gejala ini lebih jarang terjadi dibandingkan diare.

Karena bakteri dalam fermentasi usus besar tidak dapat mencerna laktosa, bakteri ini menghasilkan gas metana. Metana dianggap memperlambat waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus. Hal ini menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi.

  • Kembung dan Gangguan di Perut

Nyeri perut dan kembung adalah gejala umum dari lactose intoleran pada segala jenis umur. Ketika tubuh tidak dapat memecah laktosa, laktosa melewati usus sampai mencapai usus besar. Laktosa tidak dapat diserap oleh sel-sel yang melapisi usus besar, tetapi dapat difermentasi dan dipecah oleh bakteri alami yang hidup di usus besar. Fermentasi ini menyebabkan pelepasan asam lemak rantai pendek serta gas hidrogen, metana, dan karbondioksida.

Peningkatan asam dan gas menyebabkan sakit perut. Rasa sakit biasanya terletak di sekitar pusar dan di bagian bawah perut. Sensasi kembung disebabkan oleh peningkatan air dan gas di usus besar yang menyebabkan dinding usus meregang (distensi).

Frekuensi kembung dan sakit perut tidak berhubungan dengan banyaknya laktosa yang dicerna tetapi pada kepekaan bayi terhadap dinding usus yang meregang.

  • Gejala-Gejala Lain

Gejala utama intoleransi laktosa yang dikenali adalah gastrointestinal (berhubungan dengan lambung dan usus) namun studi kasus menunjukkan gejala-gejala lain seperti:

  • Sakit kepala;
  • Kelelahan;
  • Kehilangan konsentrasi;
  • Nyeri otot dan sendi;
  • Bisul di mulut;
  • Masalah buang air kecil;
  • Eksim.

Namun gejala-gejala ini belum ditetapkan sebagai gejala lactose intolerant yang sebenarnya dan mungkin memiliki penyebab lain.

Efek samping dari konsumsi laktosa bagi pengidap intoleransi laktosa biasanya cukup cepat. Hanya dalam waktu 30 menit sampai 2 jam, efek samping langsung terasa.Yang jelas terlihat adalah bayi menjadi lebih rewel dan tidak nyaman setelah mengonsumsi susu dan produk turunannya.

***

Itulah beberapa kondisi kesehatan yang bisa meningkatkan kewaspadaan Anda, sebagai orang tua, akan lactose intolerant pada anak Anda. Bila gejala-gejala di atas selalu muncul setelah pemberian susu, kemungkinan anak mengalami lactose intolerant amat besar. Segera temui dokter agar mendapat penjelasan yang akurat mengenai kondisi anak Anda.

Read More

Ketahui Gejala Cacat Mental pada Anak Sedari Dini

Kondisi cacat mental akan semakin parah jika tidak atau terlambat ditangani. Karena itu, menjadi penting untuk cepet mendeteksi ada tidaknya gejala cacat mental pada anak. Gejala cacat mental sendiri biasanya tidak muncul sekaligus, namun muncul perlahan hingga terpastikan pada saat usia seseorang mencapai 18 tahun.

Meskipun muncul perlahan, sebenarnya banyak gejala pasti terkait cacat mental yang bisa Anda indentifikasikan sedari seseorang masih kecil. Dengan mengetahui gejala-gejala tersebut, langkah tepat pengananan pun bisa Anda putuskan. Penanganan yang tepat pada akhirnya mampu menahan bahkan memperbaiki gejala cacat mental yang dialami oleh anak.

Berikut ini adalah beberapa gejala cacat mental yang sudah bisa dilihat dari anak masih berusia dini. Coba cek apakah tanda-tanda tersebut ada pada anak Anda? Jika Anda, segera lakukan penanganan yang tepat, yuk!

Lamban memahami bahasa

Salah satu kecenderungan cacat mental adalah tidak mampunya seseorang memahami bahasa. Ketidakmampuan tersebut biasanya mulai ditunjukkan dari kecil dengan gejala terlambat berbicara. Hanya saja yang perlu dipahami, tidak semua kondisi terlambat berbicara pada anak menandakan ia mengalami cacat mental.

Banyak juga anak yang terlambat berbicara, namun bisa dengan cepat memahami bahasa setelah diberi perawatan. Namun, kondisi terlambat berbicara bisa Anda jadikan kecurigaan terhadap gejala cacat mental. Anda pun bisa segera memeriksakan anak tersebut ke dokter yang lebih ahli.

Menarik diri dari pergaulan

Gejala cacat mental lainnya yang bisa diperhatikan lainnya adalah kemampuan anak sedari kecil dalam beradaptasi dengan lingkungan. Umumnya, anak kecil mampu berinteraksi dengan lingkungan lebih cepat daripada orang dewasa. Namun pada anak yang memiliki gejala cacat mental, interaksi tersebut menjadi lebih sulit.

Anak dengan gejala cacat mental cenderung menarik diri dari pergaulan. Mereka tergolong penyendiri karena dan memiliki dunianya sendiri. Jika Anda menemukan gejala demikian, alangkah baiknya Anda mengkonsultasikan kondisi anak tersebut kepada dokter terkait.

Memiliki kecenderungan sifat yang meledak

Cacat mental cenderung membuat kondisi emosional seseorang menjadi tidak stabil. Kestidakstabilan emosi tersebut sebenarnya sudah diperlihatkan dari kecil, namun kerap luput dari pengawasan orang tua.

Ketidakstabilan emosi pada anak membuat ia tidak mampu mengendalikan emosinya. Ketika sedang marah, ia akan mengamuk habis-habisan. Ketika sedan senang, ia bisa bertingkat menjadi amat baik. Perubahan sikap tersebut pun bisa berubah sangat cepat dan meledak-ledak. Jika ada gejala demikian, cobalah langsung berkonsultasi ke dokter.

Terlambat menguasai keterampilan umum

Seorang anak pada usia balita seharusnya sudah bisa menguasai keterampilan umum untuk anak seusianya. Keterampilan umum yang dimaksud, seperti makan sendiri, ke toilet, sampai memakai baju sendiri.

Namun, ada juga anak-anak yang sangat terlambat menguasai keterampilan-keterampilan umum yang demikian bahkan ketika usianya sudah melewati 5 tahun. Jika mendapati gejala tersebut, pasanglah kecurigaan terhadap kondisi mental anak. Mencoba berobat ke dokter untuk memastikan kondisi anak pun sangat dianjurkan.

Minim minat terhadap hal baru

Anak yang memiliki potensi cacat mental cenderung tidak peduli dengan kondisi sekitarnya. Hal ini juga membuat ia tidak mudah tertarik dengan berbagai macam hal baru. Ini berkebalikan dengan sifat anak kecil yang umumnya memiliki tingkat rasa ingin tahu yang besar.

Jika Anda menenemukan gejala minimnya minat terhadap hal baru yang dialami oleh anak, berhati-hatilah. Mungkin saja itu adalah gejala dari kecacatan mental yang diidap oleh anak tersebut.

***

Dengan mengetahui gejala cacat mental sedari diri, Anda bisa melakukan langkah tepat untuk bisa mengurangi dampaknya. Berbagai perawatan dan rehabilitasi yang pas juga bisa dilakukan. Sebaliknya jika Anda mengabaikan gejala-gejala tersebut, tingkat risiko keparahan cacat mental anak bisa semakin meningkat.

Read More

Mengapa Angiografi Serebral Perlu Dilakukan?

Angiografi serebral merupakan sebuah pemeriksaan diagnostik yang menggunakan bantuan sinar-X. Tindakan medis ini akan menghasilkan angiogram serebral, sebuah gambar yang akan membantu dokter untuk menemukan adanya penyumbatan atau ketidaknormalan lain di pembuluh darah yang ada di kepala dan leher. Penyumbatan atau kondisi tidak normal di kepala dapat menyebabkan stroke dan pendarahan pada otak. Untuk tes jenis ini, dokter akan menyuntikkan bahan pengontras ke dalam darah Anda. Bahan pengontras tersebut akan membantu sinar-X untuk memproduksi gambar pembuluh darah yang jelas yang akan digunakan dokter untuk mengidentifikasi adanya penyumbatan atau ketidaknormalan.

Penggunaan angiografi serebral

Tidak semua orang yang memiliki penyumbatan arteri membutuhkan angiografi serebral. Prosedur ini biasanya dilakukan hanya ketika dokter membutuhkan informasi lebih untuk dapat merencanakan perawatan setelah pemeriksaan dilakukan. Hal ini disebabkan karena angiografi serebral merupakan sebuah prosedur medis yang invasif dan memiliki risikonya sendiri. Angiogram juga dapat digunakan untuk membantu merawat beberapa kondisi kesehatan yang berhubungan dengan pembuluh darah pada leher dan otak. Angiografi serebral dapat membantu dokter untuk mendiagnosa penyakit aneurisma, arteriosklerosis, malformasi asteriovenosa, radang pembuluh darah, tumor otak, gumpalan darah, dan rusaknya lapisan arteri. Selain itu, angiografi serebral juga dapat membantu dokter mengetahui penyebab gejala penyakit tertentu seperti stroke, sakit kepala parah, hilangnya ingatan, pusing, padangan kabur/rabun, tubuh terasa lemas, dan hilangnya koordinasi atau keseimbangan.

Hal yang perlu diketahui sebelum angiografi serebral

Bicarakan dengan dokter tentang bagaimana Anda perlu mempersiapkan diri sebelum mendapatkan prosedur medis ini. Anda mungkin akan disarankan untuk tidak makan atau minum sebelum prosedur dilakukan. Selain itu, dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan, seperti obat pengencer darah, aspirin, dan obat-obatan anti peradangan non-steroid. Apabila Anda adalah seorang ibu menyusui, pompalah ASI sebelum prosedur dilakukan dan jangan menyusui bayi setidaknya 24 jam setelah prosedur berhasil dilakukan. Hal ini akan memberikan tubuh Anda cukup waktu untuk mengeluarkan bahan pengontras dari dalam tubuh.

Selain itu, beritahu dokter apabila Anda memiliki alergi atau kondisi medis tertentu. Beberapa orang memiliki alergi terhadap bahan pengontras yang digunakan selama prosedur angiografi serebral. Apabila Anda memiliki alergi apapun, termasuk alergi anestesi atau bahan pengontras yang diberikan pada saat pemeriksaan pencitraan CT. Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan anti-alergi sebelum prosedur dilakukan. Beberapa jenis penyakit dan kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko komplikasi selama prosedur angiografi serebral. Apabila Anda memiliki penyakit diabetes atau penyakit ginjal, bahan pengontras dapat menyebabkan kerusakan ginjal sementara. Selain itu, apabila Anda hamil, atau merasa sedang hamil, bertanyalah pada dokter tentang paparan radiasi yang digunakan selama pemeriksaan.

Hasil angiografi serebral sangat detail, menunjukkan gambar pembuluh darah di otak yang jelas dan akurat. Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi dokter  untuk membuat diagnosa dan rencana perawat terhadap kondisi Anda. Namun bukan berarti tindakan medis ini bebas risiko. Sama seperti prosedur lain, angiografi serebral dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti alergi terhadap bahan pengontras, meningkatnya risiko kanker karena paparan radiasi berlebih, ginjal dapat cidera akibat bahan pengontras (bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes dan ginjal) dan adanya risiko darah menggumpal di sekitar ujung kateter yang dapat menyumbat arteri. Namun, manfaat yang didapat angiografi serebral melebihi risiko yang sangat jarang terjadi tersebut.

Read More