Menyiasati Kelebihan Asam Laktat dan Ubah Jadi Berharga

Olahraga atau aktivitas fisik memang jadi kebutuhan setiap manusia agar tubuh senantiasa bugar. Namun, di sisi lain, semua itu justru bisa berdampak negatif jika tak sesuai dengan yang seharusnya. Salah satu efek negatif yang mungkin timbul dari kelebihan intensitas olahraga atau aktivitas fisik adalah penumpukan asam laktat di otot maupun aliran darah.

Asam laktat merupakan hasil metabolisme karbohidrat tanpa menggunakan oksigen (metabolisme anaerob). Proses produksinya terjadi di dalam sel otot saat suplai oksigen tidak mencukupi untuk menunjang produksi energi. Penumpukan ini dapat muncul karena tubuh kekurangan oksigen untuk memecah glukosa di darah.

Nah, kondisi itulah yang pada akhirnya justru menyebabkan munculnya rasa pegal atau linu, alih-alih energi saat seseorang melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat. Selain itu, gejala seperti muntah, rasa lemah, keram otot, kesemutan, mati rasa, hingga napas pendek, dapat terjadi. Pada tahap yang lebih parah disertai gejala yang terus-menerus, Anda berisiko mengalami keadaan yang disebut asidosis laktat.

Bagaimana Cara Menyiasati Kelebihan Asam Laktat?

Merendam kaki atau bahkan seluruh tubuh di dalam air hangat setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat telah sejak dahulu kala telah diamini dapat membantu mengurangi rasa pegal dan nyeri otot.

Meski tidak diresmikan sebagai terapi atau pengobatan tradisional, cara ini terbukti ampuh mengatasi penumpukan asam laktat. Alasannya sederhana, air panas bisa memperlancar aliran darah, sementara aliran darah yang lancar akan membuat asam laktat yang menumpuk di otot kaki mudah larut dalam darah dan dibuang oleh tubuh.

Namun, yang perlu diperhatikan saat berendam air hangat adalah suhu dari air tersebut. Suhu air tidak boleh lebih dari 70 derajat untuk mencegah terjadi luka bakar.

Tak hanya itu, di Indonesia hal-hal tradisional seperti pijat dan urut juga telah dilakukan secara turun-temurun. Setelah perkembangan ilmu pengetahuan terjadi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode urut juga dipercaya dapat menjadi alternatif untuk mengurangi pegal-pegal. Bahkan dari sebuah penelitian, sebanyak 48% sampel mengakui bahwa dengan diurut pegal-pegal menjadi berkurang.

Lebih lanjut, untuk menunjang semua upaya di atas, dunia medis juga menganjurkan konsumsi multivitamin yang mengandung kalium dan magnesium aspartate. Multivitamin yang mengandung nutrisi-nutrisi itu tidak hanya mampu mengatasi pegal atau linu akibat penumpukan asam laktat. Zat-zat tersebut ternyata juga mampu mengubah asam laktat berlebih tadi menjadi energy yang dibutuhkan oleh tubuh.

Cari multivitamin yang mengandung vitamin  B1, B6, B12, vitamin E, serta mineral, kalium, dan magnesium yang dapat membantu memelihara kesehatan untuk menjaga kondisi tubuh. Aneka vitamin tersebut juga dapat membantu mengatasi rasa lelah, pegal, dan kram kesemutan.

Sedangkan kalium dan magnesium aspartat dapat membantu memelihara kesehatan untuk mengurai asam laktat (penyebab pegal-pegal dan otot kaku) yang menumpuk di otot untuk diubah menjadi energi.

Magnesium merupakan salah satu jenis mineral makro, yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Selain mendukung fungsi saraf, magnesium juga diperlukan dalam relaksasi otot. Tak hanya itu, magnesium dibutuhkan untuk meredakan nyeri dan kejang otot, yang sering terjadi akibat penumpukan asam laktat.

Atau jika ingin mendapatkan nutrisi-nutrisi itu langsung dari “sumbernya”, seseorang bisa mengonsumsi sayuran hijau, kacangan-kacangan, dan polong-polongan. Hampir semua produk susu, termasuk yogurt kaya akan magnesium.

Berdasarkan kondisi di atas, yang harus menjadi perhatian adalah pola olahraga atau aktivitas kita sehari-hari. Olahraga memang baik dan amat dianjurkan, tetapi tetap harus mempertimbangkan banyak faktor lain agar tidak terjadi penumpukan asam laktat dan malah memberikan efek negatif terhadap tubuh kita.

Read More