Gejala dan Penyebab Polip Hidung

Pernahkah Anda menderita kondisi seperti demam yang tidak kunjung sembuh dan hidung mampet yang tidak kunjung reda, bahkan setelah meminum obat flu OTC atau obat-obatan anti alergi? Mungkin Anda menderita polip hidung. Polip hidung adalah pertumbuhan jinak non-kanker yang terjadi di jaringan lapisan, atau mukosa, hidung.

Penyebab polip hidung

Polip hidung tumbuh di jaringan yang meradang pada mukosa hidung. Mukosa adalah lapisan yang sangat basah dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam hidung dan sinus, serta melembapkan udara yang Anda hirup. Pada saat terjadi infeksi ataupun iritasi yang disebabkan oleh alergi, mukosa hidung akan bengkak dan memerah, dan mungkin akan memproduksi cairan yang menetes. Dengan iritasi yang berkepanjangan, mukosa dapat membentuk polip. Polip hidung adalah pertumbuhan mirip kista berbentuk bundar dan kecil yang dapat menyumbat hidung. Meskipun beberapa orang dapat memiliki polip tanpa adanya masalah hidung sebelumnya, beberapa faktor tertentu dapat memicu terbentuknya polip seperti infeksi sinus kronis, penyakit asthma, rhinitis alergi, sindrom Churg-Strauss, sensitivitas terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin, serta cystic fibrosis. Selain itu, mungkin ada tendensi turunan bagi beberapa orang untuk menderita polip hidung. Hal tersebut mungkin disebabkan karena gen mereka yang menyebabkan mukosa untuk bereaksi terhadap peradangan.

Gejala polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan yang lunak dan tidak sakit di dalam lubang hidung. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan orang sering tidak menyadari mereka menderita kondisi medis ini. Namun, polip hidung dapat tumbuh dan membesar sehingga mampu menutup lubang hidup yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Selain sulit napas, beberapa gejala lain yang ditimbulkan oleh kondisi ini seperti rasa atau sensasi hidung tersumbat, hidung meler, tetesan postnasal (kondisi di mana kelebihan lendir menetes kembali ke belakang tenggorokan), hidung tersumbat, indra penciuman menjadi berkurang, bernapas menggunakan mulut, merasakan adanya tekanan di dahi ataupun wajah, apnea tidur, dan juga tidur mendengkur. Selain itu, rasa sakit atau pusing mungkin dapat timbul terutama apabila terdapat infeksi pada sinus.

Apabila Anda memiliki kondisi atau gejala tersebut di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan lanjut karena apila dibiarkan tanpa pengobatan, polip hidung dapat menyebabkan komplikasi kesehatan karena sifatnya yang menghambat aliran udara dan pengeringan cairan. Selain itu, iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan) juga dapat menyebabkan komplikasi seperti apnea tidur obstruktif (kondisi medis serius di mana Anda akan berhenti bernapas sejenak dan kembali bernapas dengan sering saat tidur), sinusitis kronis dapat memperburuk kondisi asthma, dan polip hidung dapat membuat Anda menjadi lebih rentan untuk terkena infeksi sinus di kemudian hari.

Diagnosa polip hidung

Polip hidung akan mudah terlihat apabila dokter memeriksa lubang hidung menggunakan alat seperti otoscope dan nasoscope. Apabila polip hidung terletak di bagian yang lebih dalam, dokter mungkin harus melakukan endoskopi, yaitu sebuah prosedur medis menggunakan tabung yang fleksible dan tipis dengan kamera dan lampu di ujungnya, ke dalam lubang hidung. Selain itu, pemindaian CT ataupun MRI mungkin diperlukan untuk menentukan ukuran polip hidung yang sebenarnya serta lokasi di mana polip berada. Pemindaian atau scanning juga dapat menunjukkan apabila polip hidung merusak tulang di sekitar tempat polip tumbuh. Pemindaian CT dan MRI juga dapat menentukan apakah kondisi yang dimiliki merupakan pertumbuhan akibat kanker ataupun hanya polip biasa.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*