Strategi Pria Hadapi kebotakan

Rambut palsu hadir dalam dua jenis

Dalam melakukan antisipasi mencegah kebotakan rambut yang merupakan momok menakutkan bagi kalangan pria, terdapat beberapa cara yang bisa digunakan salah satunya penggunaan rambut palsu. Hal ini dikarenakan angka yang menunjukkan sekitar dua pertiga laki-laki mengalami kebotakan ketika usia mereka sudah memasuki pertengahan 30 tahun.

Sebagian pria mungkin akan menerima keadaan dan kondisi tersebut dengan mencukur plontos rambutnya rambut mereka. Namun juga tidak sedikit dari mereka yang tetap mencari cara agar terhindar dari kebotakan. Walaupun memang hingga saat ini belum diketahui adanya ramuan yang bisa digunakan untuk menumbuhkan kembali rambut.

Cara Hadapi Kebotakan

Kebotakan merupakan kondisi kelainan bawaan yang merupakan suatu bentuk alopesia atau kehilangan rambut yang paling umum. Proses dimulai ketika rambut normal yang terdapat di dahi dan puncak kepala berubah menjadi rambut halus dan lembut. Nantinya garis rambut mulai mundur secara bertahap, berikut ini terdapat beberapa cara untuk mengatasi kebotakan.

  • Rambut Palsu

Menggunakan wig atau rambut tiruan merupakan cara paling aman sekaligus tidak menyakitkan baik itu dari segi kesehatan dan juga dana. Tujuannya adalah untuk menutupi atau menyembunyikan kondisi kebotakan rambut. Rambut tiruan ini bisa dengan langsung dilekatkan ke kepala secara permanen atau dijahit.

Rambut tiruan jahitan bisa menimbulkan infeksi sehingga cara yang satu ini tidak dianjurkan untuk digunakan atau dipilih. Terdapat efek samping yang diakibatkan sebagai efek rambut tiruan, yakni munculnya rasa sensitif terhadap perekat yang digunakan. 

  • Meditasi dan Olahraga

Kondisi kebotakan makin dipercepat ketika seseorang mengalami stres, karena membuat folikel rambut berada dalam tahap istirahat sehingga rambut tak lagi bisa tumbuh. Kecemasan yang muncul membuat produksi kortisol meningkat, sehingga mengakibatkan kadar hormon lain berfluktuasi. Hal inilah yang memicu kebotakan terutama adanya faktor keturunan.

Agar terhindar dari kondisi ini, mengelola stres bisa sangat membantu mengatasinya, salah satunya bisa dengan rutin melakukan meditasi guna mengurangi kecemasan. Selain itu berolahraga juga bisa membantu mengurangi hormon stres serta melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh. Maka dari itu, lakukan meditasi yang dibarengi dengan olahraga untuk mendapat hasil maksimal.

  • Terapi Laser

Terapi menggunakan laser merupakan satu-satunya perawatan rambut rontok yang berfungsi menghindarkan kepala dari kebotakan dan telah disetujui oleh FDA dalam beberapa tahun terakhir. Perawatan dengan terapi ini menggunakan tingkat cahaya yang rendah dipakai selama 25 menit setiap harinya.

Sebuah penelitian di tahun 2014 yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Dermatology menyebutkan bahwa pria yang melakukan perawatan laser sebanyak tiga kali dalam seminggu mengalami peningkatan kepadatan rambut setelah berjalan selama 26 minggu.

  • Konsumsi Minoxidil

Disebut juga dengan nama lain Rogaine merupakan obat oles yang disetujui oleh FDA dalam penanganan rambut rontok hingga mengakibatkan kebotakan. Meskipun memang tidak bisa mengembalikan kondisi rambut yang hilang, tetapi obat ini mampu mempertahankan rambut yang tersisa.

Selain itu, obat ini juga bisa meningkatkan aliran darah dan memberikan lebih banyak oksigen serta nutrisi ke folikel rambut. Meski demikian, rogaine yang berbentuk dalam liquid bisa menyebabkan iritasi dan rambut berminyak. Sehingga direkomendasikan obat yang digunakan dengan kandungan busa hanya lima persen.

Beberapa jenis cara di atas merupakan sebagian kecil yang bisa digunakan, rambut palsu menjadi cara yang paling direkomendasikan karena tidak memiliki risiko tinggi yang bisa menimbulkan efek cukup buruk ketika digunakan.

Read More

Mengenal Obat-obatan yang Biasa Digunakan untuk Suntik Keloid

Suntik keloid dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Terjadinya luka, apalagi di bagian tubuh yang terbuka, kadang menimbulkan masalah baru di luar lukanya itu sendiri. Keloid misalnya, kemunculan bekas luka yang menonjol itu mungkin menjadi masalah besar bagi sebagian orang, meski bisa disembuhkan dengan berbagai prosedur termasuk suntik keloid.

Akan tetapi, kenyataan itu tak mengubah kenyataan yang lain bahwa banyak orang lebih takut dengan bekas luka ketimbang lukanya itu sendiri. Kondisi inilah yang mendorong dunia medis untuk terus menciptakan pelayanan terbaik untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.

Suntik keloid contohnya. Prosedur ini lahir dari pembaharuan dari prosedur-prosedur sebelumnya yang dinilai tak lagi efisien. Pasalnya menyuntikkan “sesuatu” di bagian tubuh yang terdapat keloid, dinilai lebih aman, murah, dan tidak menyakitkan dibanding prosedur lain.

“Sesuatu” yang dimaksud di paragraf sebelumnya adalah obat. Dilansir dari laman SehatQ, ada berbagai macam obat yang biasa digunakan dalam prosedur suntik keloid, di antaranya:  

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh bila diperlukan, dan meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.

Efek samping kortikosteroid sebagian besar terjadi karena konsumsi kortikosteroid oral. Namun, kortikosteroid topikal, hirup, dan injeksi, juga bisa menimbulkan efek samping tertentu. Munculnya efek samping tersebut dapat berbeda tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Konsumsi obat jangka panjang juga bisa menimbulkan kemungkinan efek samping.

  • Fluorourasil 

Obat yang juga dikenal dengan sebutan 5-FU atau f5U ini adalah obat dari analog pirimidina yang digunakan untuk perawatan kanker. Ada berbagai macam kanker yang bisa diobati dengan fluoraurasil. Obat ini juga dapat digunakan sebagai krim untuk mengatasi keratosis aktinik, karsinoma sel basal, dan kutil kulit. 

Ketika digunakan dengan injeksi, kebanyakan orang mengalami efek samping. Efek samping yang umum termasuk radang mulut, kehilangan nafsu makan, menurunnya jumlah sel darah, rambut rontok, dan radang kulit. Saat digunakan sebagai krim, iritasi pada bagian kuli yang teraplikasi biasanya terjadi. Sementara itu, penggunaan bentuk apa pun dalam kehamilan dapat membahayakan bayi.

  • Bleomycin

Sama seperti jenis sebelumnya, obat yang digunakan untuk suntik keloid ini juga sebenarnya merupakan obat antikanker. Malah secara lebih spesifik diketahui bahwa bleomycin merupakan obat yang digunakan untuk kemoterapi.

Bleomycin tersedia dalam bentuk suntikan, sehingga pemberian obat harus diberikan oleh dokter atau petugas medis atas instruksi dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, dan fungsi ginjal selama bleomycin diberikan.

Alasannya, cukup banyak resiko atau efek samping yang bisa terjadi setelah penggunaan obat ini, mulai dari gatal-gatal, mual, rambut rontok, hingga nyeri dada dan sakit kepala berat.

  • Interferon

Interferon dalam bentuk obat bekerja dengan meningkatkan respon kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan virus, bakteri, atau kanker. Pada dasarnya interferon terbagi lagi dalam 3 kelompok besar, yakni Alfa, Beta, dan Gamma. Masing-masing kelompok tersebut memiliki tipe obat dengan fungsi, merek dagang, dan dosis yang berbeda-beda.

Adapun interferon yang digunakan dalam prosedur suntik keloid adalah Interferon Alfa-2b. Jenis ini juga lazim digunakan untuk mengatasi condyloma acuminata (kutil kelamin), Leukemia sel berambut, Leukemia myeloid kronis, Hepatitis C kronis, Hepatitis B kronis aktif, melanoma, sarkoma Kaposi terkait AIDS, tumor karsinoid, limfoma folikular, dan multiple myeloma.

Efek samping dari penggunaan interferon berbeda-beda, tergantung jenis dan tipe obat. Efek samping yang dapat terjadi seperti sakit kepala; demam; dan nyeri otot.

  • Verapamil

Ini merupakan obat yang biasa digunakan untuk penyakit-penyakit kardiovaskular, seperti aritmia, angina, hingga tekanan darah tinggi. Verapamil bekerja dengan cara menghambat kalsium masuk ke sel-sel otot di pembuluh darah, sehingga otot pembuluh darah menjadi lebih rileks. Otot yang rileks akan membuat aliran darah lebih lancar, sehingga menurunkan tekanan darah dan meredakan keluhan angina.

Dalam perannya dalam prosedur suntik keloid, Verapamil bekerja sebagai pelebur saluran kalsium yang terhambat oleh sekresi molekul matriks ekstraseluler (misalnya, kolagen, GAG, fibronektin) dan meningkatkan fibrinase. Verapamil dapat bertindak sebagai modalitas alternatif yang efektif dalam pencegahan dan pengobatan bekas luka keloid dan hipertrofik.

Dosis verapamil diberikan sesuai usia, kondisi, dan respons tubuh pasien terhadap obat. Prosedur suntik keloid dengan verapamil mungkin akan menimbulkan efek samping bawaan obat, seperti sakit kepala, mual, hingga sembelit.

***

Di antara semua obat di atas, yang paling umum digunakan adalah kortikosteroid. Dalam menyembuhkan luka, kortikosteroid memiliki kemampuan untuk memutus ikatan antara serat-serat kolagen yang dihasilkan oleh jaringan parut.

Suatu riset mengungkapkan bahwa suntik keloid menggunakan kortikosteroid merek triamcinolone memberikan hasil yang optimal pada 50-100% kasus, dengan angka kekambuhan sekitar 9–50%. Untuk hasil yang lebih baik, terkadang triamcinolone dikombinasikan dengan obat lain untuk suntik keloid seperti 5-fluorouracil atau bleomycin.

Read More

Cara Menjaga Kebersihan Diri dari Bakteri dan Kuman

Setiap harinya, Anda akan melakukan kontak langsung dengan jutaan bakteri dan virus yang ada di sekitar Anda. Bakteri dan virus tersebut dapat menempel pada tubuh, dan dalam kasus tertentu, dapat menyebabkan Anda sakit. Dengan mengetahui cara menjaga kebersihan diri, Anda tidak hanya dapat melindungi diri Anda sendiri dari penyakit berbahaya seperti SARS, MERS, dan Corona, tetapi juga orang lain di sekitar Anda. Selain itu, menjaga kebersihan diri dengan baik juga dapat memberikan tampilan yang lebih segar dan menarik. Ada berbagai macam cara menjaga kebersihan diri, mulai dari kebersihan sehabis menggunakan toilet hingga menjaga kesehatan gigi. Artikel ini akan membahas hal tersebut dengan lebih terperinci.

Jenis kebersihan diri

Standar kebersihan diri tiap orang berbeda. Beberapa kategori berikut ini akan menunjukkan cara menjaga kebersihan diri yang dapat Anda ikuti.

  • Kebersihan setelah menggunakan toilet

Cuci tangan Anda dengan baik setelah menggunakan toilet. Gosok menggunakan sabun sekitar 20 hingga 30 detik, dan jangan lupa untuk benar-benar membersihkan di bagian sela-sela jari, bagian belakang tangan, dan di bawah kuku. Bilas menggunakan air hangat dan keringkan menggunakan handuk kering yang bersih. Apabila Anda tidak memiliki air yang mengalir atau sabun, membersihkan tangan menggunakan ‘hand sanitizer’ berbahan dasar alkohol juga dapat dilakukan. Gunakan produk ‘hand sanitizer’ yang mengandung sedikitnya 60 persen alkohol.

  • Kebersihan diri saat mandi

Seberapa sering Anda mandi setiap hari sangat tergantung pada pilihan pribadi. Namun, kebanyaka orang akan mendapatkan manfaat dari cara menjaga kebersihan tubuh ini apabila mereka mandi setidaknya sekali dalam sehari. Mandi menggunakan sabun dapat membersihkan sel kulit mati, bakteri, dan minyak. Anda juga perlu keramas setidaknya 2 kali dalam seminggu. Dengan keramas menggunakan sampo pada rambut dan kulit kepala, Anda dapat membersihkan penumpukan sel kulit mati dan melindungi kepala dari sisa-sisa minyak yang dapat membuat kulit iritasi.

  • Kebersihan kuku

Potong kuku dengan teratur dan jaga agar tetap pendek dan bersih. Sikat menggunakan sikat kuku khusus atau lap mandi agar kuman dan kotoran yang menumpuk. Dengan merawat kesehatan kuku, Anda dapat mencegah penyebaran kuman di mulut dan bagian bukaan tubuh lain. Penting diingat bahwa Anda harus menghindari menggigit gugu agar kuman tidak menyebar dan masuk ke dalam tubuh.

  • Kebersihan gigi

Kebersihan gigi yang biak tidak hanya sebatas gigi yang putih saja. Dengan mengetahui cara menjaga kebersihan gigi dan gusi, Anda dapat terhindar dari penyakit gusi dan gigi berlubang. Sikat gigi setidaknya 2 kali sehari. Cobalah untuk menyikat gigi saat Anda bangun tidur dan sebelum tidur. Apabila memungkinkan, sikatlah gigi setelah Anda makan. Lakukan flossing setiap harinya dan berkumur menggunakan obat kumur antibakteri. Cara-cara tersebut dapat mencegah gigi berlubang dan mengurangi terbentuknya kantong di antara gigi dan gusi yang dapat menjadi tempat bakteri dan kuman menumpuk dan berkembang biak.

Dengan melakukan cara menjaga kebersihan diri di atas, Anda bisa terhindari dari penyakit-penyakit berbahaya dan memiliki tubuh yang sehat. Kebersihan diri yang buruk tidak hanya akan membuat seseorang memiliki bau badan yang tidak sedap dan kulit berminyak saja, tetapi juga dapat mengancam kesehatan bagi seseorang. Misalnya saja, apabila Anda tidak melakukan cara menjaga kebersihan tangan dengan rutin, ada kemungkinan Anda akan tertular bakteri dan kuman penyebab penyakit seperti Corona.

Read More