Alasan Kenapa Biji Apel Beracun

Apel merupakan buah yang populer dan sehat, selain enak apel merupakan salah satu buah yang mudah untuk ditemukan. Namun apakah Anda pernah mendengar bahwa biji apel beracun?

Berbeda dengan manisnya buah ap, biji hitam kecil di dalamnya adalah cerita lain. Mereka mengandung amygdalin, zat yang melepaskan sianida saat bersentuhan dengan enzim pencernaan manusia. Tetapi toksisitas akut jarang terjadi jika Anda secara tidak sengaja memakan beberapa bijinya.

Sianida adalah bahan kimia yang dikenal sebagai salah satu racun paling mematikan.  Bahan kimia ini telah digunakan dalam perang kimia dan bunuh diri massal. Banyak senyawa yang mengandung sianida disebut sianoglikosida ditemukan di alam, seringkali pada biji buah dan amygdalin adalah salah satunya.

Ketika Anda mengunyah biji apel, amygdalin bisa dilepaskan ke dalam tubuh Anda dan menghasilkan sianida. Jumlah kecil dapat didetoksifikasi oleh enzim di tubuh Anda.  Namun, dalam jumlah besar bahan kimia ini bisa berbahaya dan beracun.

Ketika dimetabolisme dalam sistem pencernaan Anda, bahan kimia tersebut terurai menjadi hidrogen sianida (HCN) yang sangat beracun. Dan dosis HCN yang mematikan dapat membunuh Anda hanya dalam beberapa menit.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1–2 mg / kg adalah dosis oral sianida yang fatal dengan berat 70 kg pada laki-laki. Sebagian besar inti apel mengandung sekitar 5 biji apel. Namun, jumlah tersebut akan berbeda-beda berdasarkan kesehatan tanaman. Anda perlu mengunyah dan memakan sekitar 200 biji apel, atau sekitar 40 inti apel, untuk mendapatkan dosis yang fatal.

Agency for Toxic Substances & Disease Registry (ATSDR) mengatakan bahwa paparan sianida dalam jumlah kecil pun bisa berbahaya. Sianida dapat membahayakan jantung dan otak Anda, bahkan menyebabkan koma dan kematian. ATSDR menambahkan bahwa orang harus menghindari makan biji apel, dan biji buah yang meliputi:

  • Persik
  • Aprikot
  • Ceri

Gejala keracunan sianida bisa terjadi dengan cepat. Gejala termasuk sesak napas dan kejang, keduanya bisa menyebabkan hilangnya kesadaran

Biji apel memang bisa jadi beracun, tetapi dibutuhkan cukup banyak biji apel untuk membunuh Anda dan hanya jika sudah dihancurkan. Biji apel dan benih tanaman terkait, seperti pir dan ceri mengandung amygdalin, glikosida sianogenik yang terdiri dari sianida dan gula. 

Meskipun memerlukan dosis tertentu untuk membuat biji apel beracun, Anda tetap disarankan untuk menghindari biji apel.

Read More

Hadapi Quarter Life Crisis dengan Melakukan Hal Ini

Pernahkah Anda merasa tak punya tujuan hidup? Atau, Anda merasa gelisah dan rendah diri karena hidup yang dijalani tak sesuai dengan harapan? Jika Anda merasakan hal-hal ini, bisa jadi Anda tengah berada di situasi quarter life crisis.

quarter life crisis

Apa itu quarter life crisis?

Quarter life crisis merupakan masa yang dilalui dalam rentang usia 20-30 tahun, atau saat Anda memasuki kehidupan dewasa. Saat melewati masa ini, Anda mungkin akan merasa cemas memikirkan masa depan, terutama saat Anda baru saja lulus kuliah atau memasuki dunia kerja.

Menurut ilmuwan, usia 25 hingga 30 tahun adalah masa ketika seseorang cenderung melihat masa depan. Hal ini didorong oleh pengalaman baru yang telah didapat dalam jenjang karier pertama atau pendidikan formal. Pada masa ini, Anda mungkin merasa bahwa apa yang Anda jalani selama ini tidak sesuai dengan diri Anda.

Berbeda dengan mid life crisis dan late life crisis, masa quarter life crisis lebih banyak dipicu oleh faktor-faktor yang muncul dari dalam diri, seperti pertanyaan tentang apa yang ingin Anda lakukan di masa depan dan siapa diri Anda sebenarnya. Pertanyaan ini bisa muncul dari harapan dan ekspektasi yang kita miliki saat kecil.

Seseorang bisa merasa semakin gelisah pada masa depannya apabila Anda merasa tidak memiliki tujuan apa pun, atau memiliki tujuan namun tujuan tersebut sangat tidak realistis. Dengan kata lain, kecemasan yang Anda rasakan pada masa ini berpusat pada rasa frustasi Anda sendiri terhadap tekanan untuk memiliki kehidupan yang sesuai dengan ekspektasi.

Cara menghadapi quarter life crisis

Quarter life crisis adalah periode yang pasti akan dilalui oleh semua orang saat menginjak usia awal 20-30 tahun. Pada masa ini, sangat wajar bila Anda merasa cemas dan terus memikirkan masa depan Anda.

Terlalu mecemaskan masa depan bisa memberikan pengaruh negatif bagi kondisi mental Anda. Oleh sebab itu, untuk bisa mengatasi quarter life crisis, Anda bisa melakukan beberapa upaya berikut ini:

  • Tetap tenang dan jangan panik

Saat memasuki quarter life crisis, Anda mungkin menyadari bahwa apa yang Anda jalani selama ini bukanlah kehidupan yang sebenarnya Anda inginkan. Kebanyakan orang menjadi panik ketika menyadari bahwa mereka telah menjalani hidup mereka pada jalan yang salah. Namun, kepanikan ini sebetulnya tidak perlu terjadi.

Ketika Anda merasa salah jalan, tetaplah tenang dan pikirkan solusi yang tepat. Rasa panik dan upaya untuk tergesa-gesa memperbaiki jalan hidup hanya akan membuat Anda semakin khawatir.

  • Kenali petunjuk pribadi

Setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai apa yang penting dan tidak. Anda perlu mengetahui apa yang Anda rasa penting di usia Anda saat ini agar bisa mendapatkan arah yang jelas dalam hidup.

Untuk dapat mengetahui apa yang Anda anggap penting, Anda bisa mencoba untuk menanyakan hal-hal ini pada diri sendiri: apa yang Anda sukai, apa keahlian Anda, dan apa yang dunia butuhkan.

  • Rencanakan tindakan berikutnya

Setelah mengetahui apa yang menjadi kesenangan dan keahlian Anda, kini saatnya untuk membuat perencanaan. Pikirkan apa yang akan Anda lakukan, yang kira-kira sejalan dengan keahlian serta hal yang Anda sukai.

Jangan mencari-cari alasan untuk menunda langkah berikutnya. Anda harus bisa bertanggung jawab dan memiliki komitmen untuk menghidup kehidupan Anda sendiri. Itulah hal-hal yang bisa Anda coba untuk mengatasi quarter life crisis. Jangan terlalu cemas pada masa ini, karena ini adalah hal yang wajar dan pasti dilalui oleh semua orang.

Read More

Apa itu Kepribadian Narsistik? Ini Penjelasannya

mengenali tanda dan gejala kepribadian narsistik

Dikenal dengan istilah Narcissistic Personality Disorder yang merupakan sebuah gangguan mental, kepribadian narsistik adalah keadaan di mana seseorang menganggap dirinya jauh lebih penting ketimbang orang lain. Selain itu, merasa memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mendapatkan pujian atau dibanggakan dengan empati yang rendah terhadap orang lain.

Namun demikian, ternyata di balik rasa percaya diri yang begitu tinggi sebenarnya seseorang yang mengalami keadaan ini tengah berada dalam kondisi yang rapuh akan kepercayaan dirinya. Dan rasa percaya diri itu mudah runtuh hanya dengan sebuah kritikan dari orang lain yang ditujukan kepada seseorang dengan kepribadian seperti itu.

Kepribadian Narsistik

Kondisi ini merupakan termasuk dalam salah satu gangguan yang langka, laki-laki disebut lebih rentan mengalami gangguan ini ketimbang para wanita. Selain itu, kondisi ini juga sering kali dialami atau muncul ketika di usia remaja dan dewasa. Salah satu ciri gangguan ini juga bisa muncul ketika masa kanak-kanak dan remaja.

Meski demikian, bukan berarti bahwa ciri dari kepribadian ini bisa berlanjut menjadi sebuah gangguan dari kepribadian seseorang. Jika mengalami perubahan yang menyangkut perasaan yang merupakan masalah gangguan kepribadian, seseorang disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Tanda dan Gejala Gangguan Kepribadian

  • Menilai dan merasa diri sendiri terlalu tinggi ketimbang orang lain secara berlebihan, menganggap dirinya superior tanpa adanya pencapaian yang pantas.
  • Melebih-lebihkan pencapaian atau bakat pada diri sendiri dan meyakini bahwa orang-orang sama istimewanya yang hanya akan memahami hal tersebut.
  • Memiliki preokupasi, kondisi di mana pikiran dipenuhi dengan fantasi terhadap sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan dan ketampanan hingga pasangan sempurna.
  • Mempunyai kebutuhan untuk selalu dipuji dan dikagumi, merasa dirinya istimewa dan menganggap dirinya pantas diberi perlakuan spesial.
  • Memanfaatkan orang lain hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tidak mampu meraba rasa atau menyadari perasaan dan kebutuhan orang lain.
  • Merasa cemburu terhadap orang lain dan cemburu terhadap diri sendiri, hingga memiliki perilaku yang arogan.

Seseorang disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter jika memiliki atau mengalami beberapa ciri dan gejala dari gangguan kepribadian di atas. Bisa juga ketika seseorang mengalami kesedihan yang berlarut-larut, penanganan yang tepat akan membuat hidup seseorang lebih ringan dan menyenangkan.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab gangguan kepribadian ini belum diketahui secara pasti, tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli menyebutkan bahwa perilaku orang tua sangat berkaitan dengan gangguan kepribadian ini. Termasuk di antaranya, kekerasan, dimanjakan, ditinggalkan hingga memberikan anak pujian terlalu tinggi.

Selain itu para peneliti juga memiliki dugaan bahwa ketika anak dibesarkan oleh orang tua yang terlalu menekankan pada keistimewaan anak hingga terlalu mengkritisi rasa takut serta kegagalan juga termasuk risiko munculnya gangguan ini. Faktor gen dan masalah fisik serta psikologis juga merupakan penyebab adanya gangguan ini.

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kepribadian narsistik ini adalah menjalani psikoterapi sekaligus menjadi perawatan terbaik. Bisa dilakukan dengan psikiater atau psikolog, terapi ini mampu membantu seseorang memahami perasaan dan perilakunya sendiri. Ada pula metode lain, metode perilaku kognitif yang bisa membantu menemukan perilaku tak sehat seseorang.

Beberapa jenis pengobatan di rumah juga bisa dilakukan, seperti di antaranya selalu terbuka dan bersosialisasi dengan orang lain. Lalu belajar ilmu kesehatan terkait gangguan kepribadian ini, atau mengunjungi pusat kesehatan dan yang paling ampuh adalah mengurangi stres dengan melakukan meditasi dan yoga.

Read More

Mitos dan Fakta tentang Daging Kambing

Saat Idhul Adha tentu menjadi momentum bagi kebanyakan orang untuk mengonsumsi banyak daging, baik daging sapi atau daging kambing. Anda mungkin menyantap daging tersebut dengan cara dibuat sate kambing, gulai, atau kambing panggang. Pesta daging ini terkadang membuat orang lupa diri hingga mengonsumsi daging tersebut secara berlebihan. Perilaku berlebihan ini tentunya tidak baik untuk kesehatan Anda. Ditambah lagi, ada mitos popular yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat bahwa makan daging kambing dapat menyebabkan darah tinggi.

Pada umumnya daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi sehingga bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Akan tetapi, daging kambing ternyata memiliki lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi atau ayam. Pada seporsi daging kambing (sekitar 85 gram atau sebesar potongan steak) hanya mengandung 0,79 gram lemak jenuh. Sementara, seporsi daging sapi mengandung 3,0 gram lemak jenuh, serta seporsi daging ayam mengandung 1,7 gram lemak jenuh. 

Faktanya, daging kambing juga bukan pemicu darah tinggi. Hanya saja, daging kambing bisa menimbulkan efek termogenik yang seringkali dianggap sebagai tanda tekanan darah tinggi hipertensi. Efek termogenik ini berupa panas yang dihasilkan dari metabolisme suatu bahan makanan dalam tubuh sehingga memberi sensasi hangat. Sementara itu, jika Anda menganggap kemunculan gejala terkena hipertensi disebabkan oleh konsumsi daging kambing, maka Anda keliru. Sebab, yang menyebabkan darah tinggi bukanlah daging kambingnya, melainkan garam yang digunakan sebagai bumbu masakan.

Penggunaan garam secara berlebihan mampu menyebabkan darah tinggi. Garam mengandung unsur natrium yang berfungsi mengatur air dalam tubuh. Natrium dalam jumlah yang besar mengakibatkan semakin banyak air yang disimpan dalam pembuluh darah sehingga berisiko membuat tekanan darah meningkat. Penjelasan di atas juga didukung oleh sebuah penelitan yang menyatakan bahwa mengonsumsi daging kambing dalam jangka waktu yang lama tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Namun, mengonsumsi hidangan daging kambing yang dimasak dengan kandungan garam tinggi sebagai bumbu dalam waktu yang lama, mampu memicu peningkatan tekanan darah dan penurunan fungsi ginjal. Oleh sebab itu, janganlah menggunakan bumbu penyedap bercita rasa asin ini secara berlebihan dalam mengolah makanan.

Kandungan kolesterol dan gizi pada daging kambing

Salah satu alasan daging kambing menjadi biang keladi tekanan darah tinggi adalah kandungan kolesterolnya yang tinggi. Argumen ini salah besar alias hoaks. Daging kambing justru memiliki total kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan ayam. Pada seporsi daging kambing (sekitar 85 gram) mengandung 122 kalori, sementara seporsi daging sapi dan daging ayam masing-masing memiliki 179 dan 162 kalori.

Kandungan lemak pada daging kambing pun jauh lebih rendah ketimbang kedua daging lainnya. Seporsi daging kambing hanya memiliki 2,6 gram lemak, sedangkan daging sapi dan daging ayam masing-masing mengandung 7,9 dan 6,3 gram lemak.Fakta ini juga menunjukkan bahwa seporsi atau sekitar 85 gram daging kambing mampu memenuhi 4% dari kebutuhan lemak harian Anda.

Dari segi kolesterol, seporsi daging kambing mengandung 63,8 mg kolesterol. Angka tersebut juga lebih rendah ketimbang daging sapi (73,1 mg) dan daging ayam (76 mg).Bukan hanya itu, daging kambing juga memiliki kandungan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam seporsi daging kambing, terkandung sekitar 3,2 mg zat besi. Angka tersebut lebih besar ketimbang daging sapi (2,9 mg) dan daging ayam (1,5 mg).

Namun, dari segi kandungan protein, daging kambing memang lebih rendah daripada daging sapi. Seporsi daging kambing mengandung sekitar 23 gram protein, sedangkan pada daging ayam dan sapi memiliki sekitar 25 gram protein. Meski lebih rendah kandungan proteinnya, seporsi daging kambing mampu memenuhi 46% kebutuhan protein harian tubuh. 

Read More

5 Gerakan Stretching yang Simple and Easy to Do

Terkadang, melakukan banyak rutinitas membuat kita sulit meluangkan waktu untuk hal yang menyehatkan tubuh, salah satunya gerakan stretching. Istilah lain dari peregangan ini merupakan aktivitas yang mudah dilakukan bagi Anda yang sering merasakan ketegangan otot dan tidak memiliki banyak waktu untuk olahraga. Terlebih lagi, di waktu pandemi ini, tubuh harus dijaga kesehatannya, namun Anda tidak dapat melakukan olahraga di gym dengan mudah. Gerakan stretching tentu bisa jadi alternatif terbaik untuk menjaga tubuh tetap fit dan sehat.

Gerakan stretching yang simple dan easy to do.

Beberapa peregangan yang mudah dan anti ribet ini dapat dilakukan di mana saja, termasuk di kantor bersama teman-teman dan di rumah bersama keluarga.

  1. Simple back stretch.

Seorang ahli fisiologi olahraga, Mike Bracko, merekomendasikan gerakan stretchingstanding cat-camel’ sebagai peregangan untuk punggung yang sakit karena pekerjaan tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  • Berdiri dengan kaki selebar bahu dan lutut ditekuk sedikit.
  • Condongkan tubuh ke depan, letakkan tangan Anda tepat di atas lutut.
  • Lengkungkan punggung ke depan sehingga dada Anda tertutup.
  • Lalu, lengkungkan kembali punggung ke belakang sehingga dada Anda terbuka dan bahu Anda memutar ke belakang.
  • Lakukan gerakan beberapa kali.

Jika pekerjaan adalah pekerjaan dengan posisi yang sama sepanjang hari, maka sebaiknya lakukan peregangan selama 2 menit per jam untuk mengembalikan postur tubuh.

  • Runner’s stretch.

Jensi peregangan ini sangat bagus untuk otot tubuh bagian bawah, terutama paha belakang dan pinggul. Paha belakang yang tegang sering menjadi penyebab nyeri punggung bawah. Bahkan, kondisi ini mungkin lebih buruk daripada orang yang duduk terlalu lama. Anda tidak perlu membutuhkan alat apapun untuk melakukan gerakan ini. Berikut cara melakukannya.

  • Berdiri dengan kaki selebar pinggul.
  • Letakkan kedua tangan di pinggul.
  • Mundurkan kaki kiri ke belakang.
  • Turunkan pinggul hingga Anda merasakan regangan di depan pinggul dan kaki kiri.
  • Perlahan luruskan kaki kanan Anda, posisikan tangan menempel di lantai.
  • Tahan selama 30 detik.
  • Ulangi gerakan pada kaki kanan juga.
  • Forward fold.

Gerakan stretching ‘forward fold’ dilakukan untuk meregangkan seluruh tubuh. Peregangan ini cocok dilakukan untuk pekerja kantor yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan komputer atau laptop. Latihan ini akan meregangkan otot kaki dan paha belakang. Ini dia caranya.

  • Berdiri dengan kaki selebar pinggul, jari kaki mengarah ke depan.
  • Pertemukan kedua tangan Anda di belakang, tepatnya di otot gluteus medius (otot pada bagian pinggul) Anda.
  • Pertahankan punggung rata dan angkat tumit sampai Anda merasakan regangan di belakang kaki.
  • Bungkukkan punggung ke depan, arahkan kedua tangan Anda ke atas, jaga agar lengan lurus dan sesuai dengan fleksibilitas bahu Anda.
  • Tahan posisi ini selama 30 detik.
  • Ulangi gerakan beberapa kali.
  • Bound angle.

Jenis gerakan stretching ini efektif untuk membantu mengurangi ketegangan di sekitar pinggul dan otot di bagian dalam paha. Gerakan ini sederhana dan mudah dilakukan, karena Anda tidak perlu menyediakan alat apapun. Ini dia cara melakukannya.

  • Duduk di lantai, luruskan punggung lurus.
  • Tempatkan tangan di atas kaki Anda.
  • Condongkan tubuh ke depan dengan punggung rata, arahkan kepala Anda ke bagian kaki.
  • Lakukan selama 30 detik.
  • Seated back twist.

Perengangan ini dapat membantu menghilangkan sakit punggung dan meningkatkan mobilitas. Cocok untuk Anda yang memiliki masalah pada tulang belakang, terutama saat melakukan gerakan memutar. Langkah-langkah melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Duduk di lantai dan luruskan kedua kaki di atas lantai.
  • Silangkan kaki kanan di atas kaki kiri, sehingga lutut kanan terangkat ke atas dan kaki kiri tetap lurus di atas lantai.
  • Putar secara perlahan bahu Anda ke kanan, kemudian kembali ke posisi semula.
  • Tahan posisi selama 30 detik.
  • Ulangi pada kaki kiri.

Inilah 5 gerakan stretching yang simple and easy to do di mana saja dan kapan saja. Meskipun hanya dilakukan dalam beberapa menit, tapi memberikan manfaat yang luar biasa untuk tubuh Anda. Jika Anda merupakan orang yang aktif melakukan olahraga, gerakan stretching dilakukan setelah olahraga selesai. Yuk, tingkatkan fleksibilitas otot-otot Anda dengan rutin melakukan peregangan!

Read More

Waspada Penyempitan Tulang Belakang! Berikut Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyempitan tulang belakang atau yang juga disebut sebagai (spinal stenosis) adalah kondisi ketika ruang tulang belakang menyempit, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini umumnya terjadi pada bagian punggung bawah dan leher.

Spinal stenosis terjadi secara bertahap. Jika kasus yang terjadi terbilang cukup ringan, biasanya pasien tidak merasakan gejala yang signifikan. Namun, jika penyempitan yang terjadi cukup banyak dan menyebabkan tekanan pada saraf, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Apa saja penyebab penyempitan tulang belakang?

Penyempitan tulang belakang pada dasarnya dapat terjadi di sepanjang area tulang belakang itu sendiri. Bagian tulang belakang yang mengalami gangguan pun cukup bervariasi, tergantung pada kasus masing-masing individu. Faktor penyebab penyempitan tulang belakang yang paling umum adalah penuaan. Secara garis besar, kebanyakan pasien penyempitan tulang belakang berusia di atas 50 tahun.

Ketika seseorang bertambah usianya, maka proses degeneratif akan berangsur-angsur terjadi di seluruh bagian tubuh, termasuk jaringan pada tulang belakang. Pada area tersebut, jaringan tulang belakang memiliki kemungkinan mengalami penebalan, sementara tulang akan bertambah lebih besar hingga ia menekan saraf.

Di samping itu, penyebab penyempitan tulang belakang lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu osteoarthritis dan rheumatoid artritis. Kedua kondisi ini berisiko memicu penyempitan tulang belakang. Secara lebih rinci, berikut ini penyebab penyempitan tulang belakang:

  • Tumor tulang
  • Cedera tulang belakang
  • Penyakit Paget yang menimbulkan kerusakan dan pertumbuhan kembali tulang secara tidak normal
  • Sumsum tulang belakang yang cenderung sempit secara bawaan
  • Cacat tulang belakang bawaan lahir
  • Tulang belakang yang melengkung (skoliosis)
  • Achondroplasia (gangguan pertumbuhan tulang dengan gejala tubuh yang kerdil)

Bagaimana cara mengobati penyempitan tulang belakang?

Proses pengobatan penyempitan tulang belakang pada awalnya akan dimulai dengan mengonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter terlebih dulu. Cara ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dari gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan prosedur kortison ke dalam tulang belakang yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan.

Obat yang seringkali direkomendasikan, yaitu kategori obat anti-inflamasi non-steroid yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Dalam kasus tertentu, pasien juga akan direkomendasikan untuk mengikuti terapi fisik guna memperkuat otot dan meregangkan tubuh secara bertahap.

Sementara itu, untuk beberapa kasus dalam tingkatan sedang hingga serius, proses pembedahan akan direkomendasikan untuk pasien. Prosedur pembedahan ini dilakukan jika rasa sakit dan nyeri yang dirasa cukup parah maupun ketika Anda telah kehilangan fungsi neurologis. Dengan melakukan prosedur pembedahan, tekanan pada saraf dapat dihilangkan secara permanen.

Secara umum, terdapat beberapa jenis operasi yang seringkali dilakukan untuk mengobati penyempitan tulang belakang:

  • Laminektomi: operasi yang paling umum dilakukan. Proses ini akan dilakukan dengan mengangkat bagian tulang belakang, sehingga akan terdapat lebih banyak ruang bagi saraf.
  • Foraminotomy: prosedur operasi yang bertujuan untuk memperluas bagian tulang belakang, area saraf keluar.
  • Fusi tulang belakang: prosedur untuk mengatasi kasus yang sangat parah. Prosedur ini juga meliputi prosedur cangkok tulang atau implan logam yang berfungsi menghubungkan bagian-bagian tulang belakang yang terpengaruh akibat penyempitan. Dengan begitu, kemampuan tubuh untuk bergerak secara seimbang tetap dapat dioptimalkan.

Jika kondisi penyempitan tulang belakang tidak diatasi, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti gangguan keseimbangan, kelumpuhan, mati rasa, dan inkontinensia.

Read More