3 Tahap Perkembangan Bayi yang Perlu Anda Ketahui

Tahun-tahun awal kehidupan sangat penting dalam tahap perkembangan bayi, terutama 1 tahun pertama. Dari bulan ke bulan, bayi akan menunjukan perkembangan yang mendukung kemampuannya di kemudian hari.

Ada baiknya orang tua mengetahui detail tahap perkembangan bayi ini. Secara umum, untuk mengetahui apakah bayi sudah berkembang sebagaimana mestinya atau tidak.

Hal tersebut bukan berarti perkembangan buah hati Anda harus sama dengan bayi lainnya. Mungkin saja, si Kecil lebih cepat menguasai keterampilan atau kemampuan tertentu dibanding anak lain, atau sebaliknya.

Sebagai orang tua, Anda tidak perlu cemas berlebihan apabila bayi Anda menunjukkan perkembangan yang berbeda dengan sebayanya. Fokus Anda sebaiknya bukan diletakkan pada ‘kapan’, melainkan pada ‘apa’ yang sudah dikuasai oleh si Kecil. Dengan demikian, orang tua dapat awas dengan masalah tumbuh kembang anak.

Tahap perkembangan bayi usia 0-12 bulan

Dengan tetap fokus pada hal yang telah dicapai, bukan waktu mencapai keterampilan tersebut, mari kita simak tahap perkembangan bayi hingga mencapai usia 1 tahun.

Tahap 1 (usia 1-3 bulan)

Pada usia di bawah 3 bulan, bayi hanya dapat melihat dengan jelas pada jarak 20-30 cm. Jarak yang cukup bagi bayi untuk mengenali wajah orang yang menimangnya.

Berbeda dengan penglihatannya, pendengaran bayi sudah berkembang dengan sempurna pada usia ini. Bayi akan menoleh ke arah suara yang dikenal, biasanya suara orang tuanya.

Menjelang usia 3 bulan, bayi mulai bisa mengangkat kepalanya sebentar atau menoleh sedikit saat sedang tengkurap. Namun, bila digendong dalam posisi tegak, kepala bayi masih perlu disangga. Lehernya baru mulai kuat di usia 3 bulan.

Pada usia 3 bulan, bayi mulai menikmati bermain. Ia mulai tersenyum atau mengoceh, meniru suara pengasuhnya. Kadang bayi menirukan ekspresi wajah orang yang mengajaknya bermain. Selain itu, kemampuan koordinasinya meningkat dan sudah mulai bisa melihat jarak jauh.

Tahap 2 (usia 4-7 bulan)

Bayi mulai menikmati dunianya di usia 4-7 bulan. Hal ini terlihat dari kebiasaannya yang semakin banyak tersenyum, tertawa, atau mengoceh seakan sedang berbicara.

Pada usia 7 bulan, bayi sudah mulai bisa berguling, duduk tanpa dibantu, serta melonjak ketika sedang digendong dalam posisi berdiri. Tak hanya itu, bayi juga biasanya sudah mampu menggenggam dan menarik benda, serta memindahkan benda dari genggaman tangan yang satu ke tangan lainnya.

Di usia ini, bayi sudah semakin mengenali suara orang tua atau orang yang mengasuhnya. Oleh sebab itu, ia akan bereaksi terhadap kata tertentu yang diucapkan dengan nada tertentu, seperti ‘jangan!’. Ia juga sudah mengenali namanya dan akan menoleh ketika nama tersebut dipanggil.

Tahap 3 (usia 8-12 bulan)

Menginjak usia 8 bulan, biasanya si Kecil mulai bisa memindahkan tubuhnya dengan cara menggeser pantat dalam posisi duduk atau merangkak. Beberapa anak, bahkan mulai belajar berjalan dengan berpegangan. Sebagian sudah dapat berjalan sendiri beberapa langkah sebelum genap 1 tahun.

Kata-kata pertama bayi mulai diucapkan pada usia ini. Umumnya, bayi mengucapkan kata yang cenderung mudah dan berakhiran huruf ‘a’, seperti mama atau papa. Ocehannya yang semula tidak jelas, kini sudah terdengar seperti kalimat. Dan ia akan memperhatikan ketika diajak berbicara.

Dengan bahasa tubuh, bayi mulai bisa mengutarakan keinginannya atau menolak sesuatu.

Di rentang usia ini, tangan bayi sudah lebih aktif. Biasanya bayi senang memasukkan benda ke dalam wadah, lalu mengeluarkannya kembali. Jari-jarinya pun sudah semakin kuat, sehingga mulai bisa menjumput makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Pada tahap ini, bayi mulai mengenal orang tuanya. Wajar saja, bila ia menunjukkan reaksi berbeda saat bertemu dengan orang asing, kadang malu atau takut. Karena sudah mengenal orang tuanya, pada tahap perkembangan bayi ini, ia akan mulai rewel saat ditinggal oleh ayah atau ibunya.

Read More