Manfaat dan Efek Samping Rontgen Dada

Pemeriksaan sinar-X merupakan alat pencitraan yang digunakan dunia medis di seluruh dunia. Sejak pertama kali digunakan untuk memeriksa tulang 100 tahun yang lalu, pemeriksaan sinar-X sudah menyelamatkan banyak nyawa dan membantu menemukan banyak penemuan. Pada dasarnya, sinar-X terjadi secara alami dari radiasi elektromagnetik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menunjukkan kekhawatiran mereka tentang implikasi kesehatan dari sinar-X. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sinar-X, seperti rontgen dada misalnya, sebanding dengan risiko kesehatan yang mungkin dapat ditimbulkan? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan saat rontgen dada?

Tindakan rontgen dada menggunakan sinar-X sebagai alat untuk memproduksi gambar jantung, paru-paru, pembuluh darah, saluran pernapasan, dan tulang yang ada di dada dan tulang punggung. Saat Anda pergi ke dokter karena memiliki keluhan berupa sakit dada atau sesak napas, biasanya Anda akan mendapatkan pemeriksaan sinar-X. Gambar yang dihasilkan dari tindakan pencitraan tersebut akan membantu dokter untuk memutuskan apakah Anda memiliki penyakit jantung, masalah paru-paru, pneumonia, tulang rusuk yang patah, empisema, kanker, dan kondisi kesehatan lain. Namun, apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan dalam tindakan rontgen dada?

Sinar-X pertama kali dideskripsikan oleh Wilhelm Rontgen. Beberapa minggu setelah dirinya menemukan bahwa kita bisa menggunakan sinar-X tersebut untuk melihat tulang, sinar-X digunakan untuk kepentingan medis, dengan orang pertama yang mendapatkan pemeriksaan sinar-X adalah Eddie McCarthy pada tahun 1986 akibat terjatuh saat berselancar. Semua orang di muka Bumi mendapatkan paparan radiasi dalam jumlah tertentu. Benda-benda radioaktif ditemukan secara alami di udara, tanah, air, bebatuan, dan tanaman. Sumber radiasi alami terbesar untuk manusia adalah radon. Sebagai tambahan, Bumi secara terus-menerus mendapatkan paparan radiasi kosmik, termasuk sinar-X. Sinar tersebut tidak membahayakan, tetapi tidak bisa dihindari. Radiasi dalam kadar yang rendah hampir tidak menimbulkan efek yang berarti.

Manfaat sinar-X dalam dunia medis

Fakta bahwa sinar-X telah digunakan dalam dunia medis dalam waktu yang lama menunjukkan manfaat yang dibawanya. Meskipun penggunaan sinar-X saja tidak cukup untuk mendiagnosa penyakit atau suatu kondisi, tindakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian penting dalam proses diagnosa. Beberapa manfaat dari sinar-X dalam dunia medis seperti:

  • Non-invasif. Sinar-X dapat membantu mendiagnosa sebuah gangguan medis tanpa harus memeriksa bagian tubuh seseorang secara langsung.
  • Pemandu. Sinar-X dapat membantu tenaga medis saat memasukkan kateter, stent, atau alat lain ke dalam tubuh pasien.
  • Penemuan yang tidak disangka. Sinar-X terkadang bisa menunjukkan fitur atau patologi yang berbeda dari alasan utama gambar pencitraan. Misalnya, infeksi pada tulang, gas atau cairan di area yang seharusnya tidak ada gas ataupun cairan, serta beberapa jenis tumor.

Efek samping sinar-X

Ketika seseorang melakukan rontgen dada, adakah efek samping dari sinar-X bagi kesehatan tubuh? Sinar-X sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker. Namun, risiko tersebut sangat rendah dengan efek samping yang singkat. Namun, paparan terhadap level radiasi yang tinggi dan menyebabkan beberapa efek samping, misalnya muntah, berdarah, pingsan, rambut rontok, dan kulit yang mengelupas. Namun sinar-X yang digunakan dalam dunia medis berada dalam dosis radiasi yang rendah sehingga tidak akan memberikan efek samping pada kesehatan mereka yang mendapatkan paparan sinar tersebut. Secara keseluruhan, penggunaan sinar-X untuk melakukan tindakan rontgen dada penting agar mendapatkan diagnosa yang tepat dan akurat. 

Read More