Gangguan di Perut Jadi Tanda Anak Alami Lactose Intolerant

Apakah anak Anda tidak bisa menerima susu dan produk olahannya? Jika ya, belum tentu ia mengalami alergi susu. Namun, mungkin saja buah hati Anda mengalami lactose intolerant, lho.

Secara sederhana lactose intolerant atau dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan intoleransi laktosa adalah satu kondisi di mana seseorang tidak mampu mencerna laktosa. Laktosa sendiri merupakan bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa ada di dalam kandungan susu, dan merupakan 2-8 persen bobot susu keseluruhan.

Kondisi ini terjadi karena pengidap intoleransi laktosa tidak memiliki cukup laktase dalam sistem pencernaannya. Akibatnya, mereka rentan terhadap susu dan produk turunannya. Laktase merupakan enzim yang digunakan oleh tubuh untuk memecah dan menyerap laktosa.

Lactose intolerant dapat terjadi pada segala jenis usia. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang kekurangan enzim laktase di dalam tubuhnya, tetapi utamanya disebabkan oleh gangguan kesehatan di saluran cerna.

Kondisi ini amat mengkhawatirkan jika terjadi pada bayi, utamanya mereka yang berusia di bawah tiga tahun. Sebab, anak usia batita masih amat bergantung pada susu untuk memenuhi kebutuhannya. Di bawah ini ada beberapa gejala yang bisa menandakan anak mengalami lactose intolerant, di antaranya:

  • Diare

Intoleransi laktosa menyebabkan diare dengan meningkatkan volume air di usus besar. Hal ini menyebabkan meningkatnya volume dan kandungan cairan tinja. Ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak daripada pada orang dewasa.

Di usus besar, fermentasi mikroflora laktosa menjadi asam lemak dan gas rantai pendek. Sebagian besar asam-asam ini diserap kembali ke usus besar. Asam sisa dan laktosa meningkatkan jumlah air yang dikeluarkan tubuh ke usus besar.

Diare ditandai dengan intensitas buang air besar yang sering dengan tekstur tinja yang encer ini sebenarnya respons alami tubuh dalam melawan kuman yang membahayakan saluran cerna.

  • Sembelit

Sembelit ditandai dengan tinja yang keras dan jarang, buang air besar yang tidak sempurna, perut tidak nyaman, kembung, dan mengejan yang berlebihan. Kondisi ini bisa menjadi indikasi lain dari lactose intolerant, meski gejala ini lebih jarang terjadi dibandingkan diare.

Karena bakteri dalam fermentasi usus besar tidak dapat mencerna laktosa, bakteri ini menghasilkan gas metana. Metana dianggap memperlambat waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus. Hal ini menyebabkan terjadinya sembelit pada bayi.

  • Kembung dan Gangguan di Perut

Nyeri perut dan kembung adalah gejala umum dari lactose intoleran pada segala jenis umur. Ketika tubuh tidak dapat memecah laktosa, laktosa melewati usus sampai mencapai usus besar. Laktosa tidak dapat diserap oleh sel-sel yang melapisi usus besar, tetapi dapat difermentasi dan dipecah oleh bakteri alami yang hidup di usus besar. Fermentasi ini menyebabkan pelepasan asam lemak rantai pendek serta gas hidrogen, metana, dan karbondioksida.

Peningkatan asam dan gas menyebabkan sakit perut. Rasa sakit biasanya terletak di sekitar pusar dan di bagian bawah perut. Sensasi kembung disebabkan oleh peningkatan air dan gas di usus besar yang menyebabkan dinding usus meregang (distensi).

Frekuensi kembung dan sakit perut tidak berhubungan dengan banyaknya laktosa yang dicerna tetapi pada kepekaan bayi terhadap dinding usus yang meregang.

  • Gejala-Gejala Lain

Gejala utama intoleransi laktosa yang dikenali adalah gastrointestinal (berhubungan dengan lambung dan usus) namun studi kasus menunjukkan gejala-gejala lain seperti:

  • Sakit kepala;
  • Kelelahan;
  • Kehilangan konsentrasi;
  • Nyeri otot dan sendi;
  • Bisul di mulut;
  • Masalah buang air kecil;
  • Eksim.

Namun gejala-gejala ini belum ditetapkan sebagai gejala lactose intolerant yang sebenarnya dan mungkin memiliki penyebab lain.

Efek samping dari konsumsi laktosa bagi pengidap intoleransi laktosa biasanya cukup cepat. Hanya dalam waktu 30 menit sampai 2 jam, efek samping langsung terasa.Yang jelas terlihat adalah bayi menjadi lebih rewel dan tidak nyaman setelah mengonsumsi susu dan produk turunannya.

***

Itulah beberapa kondisi kesehatan yang bisa meningkatkan kewaspadaan Anda, sebagai orang tua, akan lactose intolerant pada anak Anda. Bila gejala-gejala di atas selalu muncul setelah pemberian susu, kemungkinan anak mengalami lactose intolerant amat besar. Segera temui dokter agar mendapat penjelasan yang akurat mengenai kondisi anak Anda.

Read More