5 Alasan Kamu Wajib Introspeksi Diri

Manusia selama hidup pasti akan mendapatkan proses belajar yang tiada akhir. Meskipun sudah menempuh pendidikan tinggi, tetap saja harus membuka diri untuk mendapatkan masukan-masukan yang baik untuk ditanamkan di dalam diri. Salah satu hal yang bisa mendukung hal itu ialah introspeksi diri. Ketika kaki melangkah dan pergi ke berbagai tempat yang berbeda, kita akan menemukan banyak hal asing atau tidak biasa. Disanalah, kesempatan belajar dan memahami banyak hal terbuka lebar. Kultur dan kebiasaan yang beragam mengajarkan hal-hal baru.

Sebaik apapun dirimu, pasti akan banyak bertemu dengan kekhilafan, terutama untukmu yang memiliki banyak petualangan. Banyak dunia yang direguk, banyak hal yang disaksikan. Otak dan saraf akan merespon variasi situasi demi bertahan. Sudah sewajarnya, kesalahan ringan atau berat terjadi. Namun, kebijaksanaan harus mengalahkan segalanya. Siapkan diri untuk instrospeksi secara rutin atau sesuai momentum. Berikut alasannya.

1. Perubahan baik pada dirimu berlangsung lebih cepat

Jika introspeksi berlangsung setiap hari, semakin banyak kebiasaan negatif yang akan berkurang. Itu sebabnya, kamu harus bisa membuat jadwal rutin untuk introspeksi. Pokoknya, jangan merasa dirimu selalu benar tanpa cela. Pemikiran seperti itu justru membunuh secara perlahan.

2. Dapat teguran dari pihak lain sesungguhnya kurang nyaman

Pernahkah kamu ditegur oleh orang lain atas kesalahan atau khilafmu? Atau justru terjadi cukup sering sejauh ini? Sejatinya, hal itu tidak masalah. Malahan, itu bagus selama kritiknya berlangsung objektif. Hanya saja setiap orang kemungkinan mengakui ada rasa tidak nyaman kala kesalahan kita ditegur. Meskipun teguran itu halus atau kasar, biasanya efeknya tidak jauh berbeda. Namun, menyikapi ini diperlukan hati yang besar. Anggaplah teguran itu sebagai masukan yang tepat untuk perbaikan dirimu. Nah, sebelum kamu merasa risih, introspeksilah terlebih dahulu.

3. Pikiran positif senantiasa menyertaimu

Mau tidak mau, introspeksi akan senantiasa berpasangan dengan cara berpikir positif. Sebab, keinginan untuk terus memperbaiki diri lahir dari rahim pemikiran yang baik. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika hal positif yang memenuhinya, maka akan menurun ke pancaran pesona diri. Siapa yang tidak mau jadi pribadi yang memesona?

4. Mandiri dan mudah menyesuaikan diri di manapun kamu terdampar

Ketika sudah memiliki sifat mawas diri, kamu tidak akan sulit untuk evaluasi diri. Kepribadian semacam ini akan menumbuhkan kemandirian dalam bersikap. Ketergantungan berkurang dan kamu siap lepas melesat ke tempat lain menuju destinasi. Berpegang dengan sikap intrsopeksi diri tak akan menyulitkanmu melangsungkan kehidupan di distrik lain.

5. Kesuksesan pun akan sangat ingin berteman dengan takdirmu

Orang sukses adalah orang yang suka belajar hal baru, mau membuka diri terhadap perubahan, masukan dan saran, tidak khawatir akan kritikan, menyukai tantangan, dan siap jatuh bangun bekerja keras. Intrsopeksi diri adalah inti dari sifat-sifat tersebut. Lalu, membawamu pada masukkan berkesan dan berharga untuk diterapkan. Kesuksesan tak sekadar rival yang sudah berada di puncak duluan, tapi ia mau mengulurkan tangan dan bersahabat denganmu. Baginya, kamu layak ditemani.

Demikianlah penjelasan mengenai kapan kamu harus mulai introspeksi diri. Siapapun kamu saat ini dan di masa depan, tetaplah introspeksi diri setiap hari. Dengan melakukan introspeksi diri setidaknya kamu bisa makin berkembang ke arah yang lebih baik. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu ya!

Read More