Diagnosa, Pengobatan, dan Pencegahan Flu Burung

flu burung

Flu burung merupakan sebuah grup penyakit hasil infeksi dengan virus influenza khusus. Virus tersebut menginfeksi burung, dan dalam beberapa kasus tertentu, dapat menyebar ke manusia. Salah satu virus yang menyebabkan penyakit flu burung disebut dengan virus H5N1. Virus H5N1 dapat menyebabkan penyakit flu yang parah dengan tingkat kematian cukup tinggi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan antar manusia dapat dibilang sangat jarang. Sejauh ini, virus flu burung tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan genetik untuk menyebar dengan lebih efisien pada manusia. 

Meskipun demikian, akibat tingkat keparahan penyakit yang dapat disebabkan oleh virus flu burung, pihak otoritas dan pemerintah terus memantau perubahan-perubahan genetik tersebut. Flu burung H5N1 merupakan flu yang fatal, dengan tingkat kematian 60% dari jumlah kasus yang ada. Kasus pertama H5N1 pada manusia terjadi pada tahun 1997 di Hong Kong. Penyakit tersebut kemudian ditemukan di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Mesir dengan jumlah kasus yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Afrika, Eropa, dan Asia. 

Diagnosa flu burung

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) telah menyetujui sebuah tes yang didesain untuk mengidentifikasi flu burung. Tes ini dapat menyediakan hasil-hasil awal hanya dalam waktu 4 jam. Sayangnya, tes tersebut tidak tersedia secara meluas. Dokter Anda dapat melakukan beberapa jenis tes seperti auskultasi (tes yang mendeteksi suara pernapasan tidak normal), diferensial sel darah putih, kultur nasopharyngeal, dan pemindaian sinar-X dada untuk mencari keberadaan virus yang dapat menyebabkan penyakit flu burung. Tes-tes tambahan juga dapat dilakukan untuk menilai fungsi hati, ginjal, dan hati. 

Perawatan flu burung

Jenis flu burung yang berbeda dapat menyebabkan gejala yang berbeda pula. Sebagai hasilnya, terdapat jenis perawatan yang berbeda-beda pula. Dalam kebanyakan kasus, perawatan menggunakan obat-obatan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir dapat membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Akan tetapi, obat-obatan tersebut harus diminum dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul pertama kali. 

Sementara itu, virus yang menyerang manusia dapat mengembangkan resistensi terhadap dua bentuk obat-obatan antivirus amantadine dan rimantadine. Obat-obatan ini tidak boleh digunakan untuk merawat penyakit flu burung. 

Keluarga dan orang-orang di sekitar Anda juga akan mendapatkan obat antivirus yang diresepkan sebagai bentuk pencegahan meskipun mereka tidak sakit. Anda juga akan ditempatkan di sebuah ruang isolasi khusus guna mencegah persebaran dan penularan virus pada orang lain. Apabila infeksi Anda cukup parah, dokter akan menggunakan mesin pernapasan untuk membantu Anda bernapas. 

Pencegahan flu burung

Sedikit tidak mungkin untuk mencegah penularan virus flu burung. Meskipun demikian, pihak otoritas dan pemerintah dapat membantu masyarakat dalam bersiap diri akan kemungkinan terjadinya infeksi dengan cara memantau pola migrasi burung. Untuk saat ini, vaksinasi hanya tersedia untuk flu musiman dan bukan flu burung. Vaksin flu musiman tidak melindungi manusia dari flu burung. Masyarakat juga dapat meminimalisir penyebaran virus flu burung dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat sebelum atau setelah menggunakan kamar kecil, mempersiapkan makanan, atau batuk. Apabila Anda batuk, cobalah untuk batuk pada siku atau tisu. Jangan menyentuh permukaan apa pun saat Anda batuk ke tangan karena ada kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain. Selain itu, Anda diharuskan untuk melakukan isolasi diri apabila memiliki gejala flu burung. Hindari kerumunan atau tempat-tempat publik yang ramai.

Read More