4 Hal Ini Tanpa Disadari Menyebabkan Abrasi Kornea

Salah satu bagian mata yang berperan penting, namun rentan terhadap kerusakan adalah kornea. Apabila organ ini mengalami gangguan, maka penglihatan akan menjadi buram atau bahkan gelap sama sekali. Bagian ini hanya berupa lapisan tipis dan bening, namun keberadaanya sangat penting dalam memfokuskan cahaya dari objek penglihatan agar dapat terlihat jelas oleh mata. Lapisan kornea bisa saja mengalami luka atau goresan karena beberapa hal yang disebut dengan abrasi kornea, sehingga penglihatan menjadi terganggu.

4 Penyebab Abrasi Kornea yang Sering Diabaikan

Abrasi kornea adalah suatu kondisi di mana terdapat luka atau goresan pada lapisan kornea mata, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan perih pada mata. Beberapa kebiasaan ini seringkali dilakukan dan tanpa disadari bisa menyebabkan abrasi kornea, yaitu :

  • Mengucek mata terlalu kuat.

Hampir setiap orang pernah mengucek mata, baik itu saat mata gatal, mengantuk, terkena air saat cuci muka, dan ketika bangun tidur. Apabila kegiatan ini dilakukan terus-menerus apalagi mengucek mata dengan kuat, maka dapat memicu kerusakan mata, salah satunya pada kornea. Hal ini karena bisa saja jari tangan menyentuh bola mata, sehingga mengenai lapisan korna. Akibatnya, kornea mata menjadi luka dan mengalami abrasi kornea. Jika kornea mata luka, penglihatan akan terganggu, pada tingkat yang lebih parah bisa menyebakan kebutaan. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering mengucek mata terlalu kuat, ya.

  • Menggunakan lensa kontak yang tidak sesuai dan kotor.

Kontak lensa adalah alternatif pengganti kacamata untuk membantu penglihatan seseorang yang telah mengalami gangguan, seperti rabun dekat dan rabun jauh. Tidak sedikit pula yang menggunakan kontak lensa hanya untuk memperindah penampilan. Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai dan kotor dapat menyebabkan mata mengalami abrasi kornea, karena memicu rasa nyeri atau perih yang hebat. Maka dari itu, sebelum menggunakan lensa kontak, ada baiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menemukan lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mencegah risiko infeksi dan komplikasi alergi terhadap kontak lensa.

  • Mata terkena benturan oleh benda tertentu.

Pada kondisi tertentu, bisa saja tanpa disadari mata terkena benturan dari benda-benda kasar atau tajam, seperti pena, ranting pohon, ataupun jari tangan. Jika benturan yang mengenai mata sangat keras dan menyentuh bagian dalam mata, maka dapat memicu terjadinya abrasi kornea. Hal ini karena lapisan pertama pada bagian dalam mata yang akan terluka adalah kornea, yang sekaligus bertindak sebagai perisai mata saat mendapat serangan dari luar. Oleh sebab itu, jika mata Anda terkena benturan sangat keras hingga menimbulkan rasa perih, maka segera ambil kain bersih untuk melindungi mata dan cuci mata dengan air bersih dan mengalir. Apabila rasa sakit masih berlanjut, maka lakukan pemeriksaan ke dokter untuk ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

  • Sering terpapar oleh polusi atau zat kimia.

Umumnya, orang-orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan lebih mudah terpapar oleh polusi, seperti debu, asap rokok, asap pabrik, maupun asap kendaraan. Lama-kelamaan, mata berisiko tinggi mengalami abrasi kornea. Bila Anda merupakan seorang pekerja pabrik atau laboratorium yang rentan terhadap paparan senyawa kimia, gunakanlah APD secara lengkap, terutama kacamata pelindung untuk mencegah gangguan pada mata. Begitu pula dengan pekerja lain yang rutinitasnya di luar ruangan, ada baiknya menggunakan sunglasses atau kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan polusi.

Inilah 4 penyebab yang tanpa disadari dapat memicu kejadian abrasi kornea pada mata. Oleh sebab itu, hindari hal-hal yang dapat mengganggu keselamatan mata Anda. Jika mata mengalami nyeri tak tertahankan hingga penglihatan jadi buram atau gelap, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Read More