Gejala dan Penyebab Polip Hidung

Pernahkah Anda menderita kondisi seperti demam yang tidak kunjung sembuh dan hidung mampet yang tidak kunjung reda, bahkan setelah meminum obat flu OTC atau obat-obatan anti alergi? Mungkin Anda menderita polip hidung. Polip hidung adalah pertumbuhan jinak non-kanker yang terjadi di jaringan lapisan, atau mukosa, hidung.

Penyebab polip hidung

Polip hidung tumbuh di jaringan yang meradang pada mukosa hidung. Mukosa adalah lapisan yang sangat basah dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam hidung dan sinus, serta melembapkan udara yang Anda hirup. Pada saat terjadi infeksi ataupun iritasi yang disebabkan oleh alergi, mukosa hidung akan bengkak dan memerah, dan mungkin akan memproduksi cairan yang menetes. Dengan iritasi yang berkepanjangan, mukosa dapat membentuk polip. Polip hidung adalah pertumbuhan mirip kista berbentuk bundar dan kecil yang dapat menyumbat hidung. Meskipun beberapa orang dapat memiliki polip tanpa adanya masalah hidung sebelumnya, beberapa faktor tertentu dapat memicu terbentuknya polip seperti infeksi sinus kronis, penyakit asthma, rhinitis alergi, sindrom Churg-Strauss, sensitivitas terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin, serta cystic fibrosis. Selain itu, mungkin ada tendensi turunan bagi beberapa orang untuk menderita polip hidung. Hal tersebut mungkin disebabkan karena gen mereka yang menyebabkan mukosa untuk bereaksi terhadap peradangan.

Gejala polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan yang lunak dan tidak sakit di dalam lubang hidung. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan orang sering tidak menyadari mereka menderita kondisi medis ini. Namun, polip hidung dapat tumbuh dan membesar sehingga mampu menutup lubang hidup yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Selain sulit napas, beberapa gejala lain yang ditimbulkan oleh kondisi ini seperti rasa atau sensasi hidung tersumbat, hidung meler, tetesan postnasal (kondisi di mana kelebihan lendir menetes kembali ke belakang tenggorokan), hidung tersumbat, indra penciuman menjadi berkurang, bernapas menggunakan mulut, merasakan adanya tekanan di dahi ataupun wajah, apnea tidur, dan juga tidur mendengkur. Selain itu, rasa sakit atau pusing mungkin dapat timbul terutama apabila terdapat infeksi pada sinus.

Apabila Anda memiliki kondisi atau gejala tersebut di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan lanjut karena apila dibiarkan tanpa pengobatan, polip hidung dapat menyebabkan komplikasi kesehatan karena sifatnya yang menghambat aliran udara dan pengeringan cairan. Selain itu, iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan) juga dapat menyebabkan komplikasi seperti apnea tidur obstruktif (kondisi medis serius di mana Anda akan berhenti bernapas sejenak dan kembali bernapas dengan sering saat tidur), sinusitis kronis dapat memperburuk kondisi asthma, dan polip hidung dapat membuat Anda menjadi lebih rentan untuk terkena infeksi sinus di kemudian hari.

Diagnosa polip hidung

Polip hidung akan mudah terlihat apabila dokter memeriksa lubang hidung menggunakan alat seperti otoscope dan nasoscope. Apabila polip hidung terletak di bagian yang lebih dalam, dokter mungkin harus melakukan endoskopi, yaitu sebuah prosedur medis menggunakan tabung yang fleksible dan tipis dengan kamera dan lampu di ujungnya, ke dalam lubang hidung. Selain itu, pemindaian CT ataupun MRI mungkin diperlukan untuk menentukan ukuran polip hidung yang sebenarnya serta lokasi di mana polip berada. Pemindaian atau scanning juga dapat menunjukkan apabila polip hidung merusak tulang di sekitar tempat polip tumbuh. Pemindaian CT dan MRI juga dapat menentukan apakah kondisi yang dimiliki merupakan pertumbuhan akibat kanker ataupun hanya polip biasa.

Read More

Efek Samping Mengonsumsi Obat Tidur

Obat tidur memiliki efek samping yang harus diwaspadai.

Merupakan jenis obat yang resep konsumsinya diberikan oleh dokter sebagai langkah pengobatan dalam jangka waktu pendek untuk gangguan dan masalah tidur disebut dengan obat tidur. Pemakaian dan penggunaan obat ini harus dan wajib dalam pengawasan dokter, karenanya jika tidak dikonsumsi dengan baik, penggunaan obat ini mampu membawa efek samping yang berbahaya.

Ketika seseorang mengalami gangguan dan masalah tidur, sebaiknya jangan terburu-buru dalam mengonsumsi obat tersebut sebagai cara untuk mengatasinya. Perlu mengetahui apa saja efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi obat ini, bagi orang dalam kondisi tertentu akan merasakan efek yang berbeda.

Efek Samping Obat Tidur

Tidak berbeda jauh dengan penggunaan obat lain pada umumnya, obat yang dipakai untuk memudahkan tidur juga memiliki efek samping. Selain itu, efek yang ditimbulkan oleh obat ini berbeda-beda tergantung dari jenis obat tersebut. Berikut beberapa efek samping yang pada umumnya terjadi.

  • Munculnya perubahan nafsu makan.
  • Bertambahnya berat badan.
  • Perubahan mood atau suasana hati hingga perilaku.
  • Perubahan libido.
  • Munculnya gangguan pada ingatan hingga tidak fokus.
  • Munculnya sensasi terbakar hingga kesemutan pada kaki, tangan dan lengan.
  • Menderita diare.
  • Menjadi susah buang air besar dan kecil.
  • Menjadi susah menjaga keseimbangan.
  • Beberapa anggota tubuh menjadi bergetar atau tremor.
  • Merasakan sakit kepala.
  • Kondisi mulut dan tenggorokan menjadi kering.
  • Kerap buang angin.
  • Mengalami kondisi mengantuk di siang hari.
  • Lemas hingga nyeri perut dan mual.
  • Mengalami kondisi detak jantung yang tidak teratur.
  • Munculnya reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi ini meliputi angoedema, atau pembengkakan parah pada wajah.
  • Timbulnya ketergantungan, seseorang bisa jadi susah dan tidak dapat tidur sebelum mengonsumsi obat khusus tidur terlebih dahulu.

Efek samping lain bisa saja terjadi dalam kasus tertentu, seperti parasomnia, merupakan kondisi di mana tingkah laku serta tindakan menjadi tidak dapat terkontrol. Seseorang yang mengalami kondisi ini bahkan bisa menjadi tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi. Seperti misalnya, para penderita melakukan aktivitas makan minum tanpa sambil tidur.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Obat yang khusus digunakan agar seseorang dapat tidur ini tidak serta merta bisa dikonsumsi oleh banyak orang, terdapat kondisi tertentu bagi seseorang tidak boleh mengonsumsi obat ini. Misalnya, orang yang menderita penyakit asma, obat ini justru akan membuat si penderita semakin sulit untuk bernapas karena efek samping yang ditimbulkan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter agar mengetahui penyebab dan latar belakang munculnya kondisi susah tidur, hal ini dilakukan sebelum mengonsumsi obat tersebut.
  • Obat ini dianjurkan untuk dikonsumsi dalam waktu 15 menit sebelum tidur, akibatnya jika obat ini dikonsumsi tidak dalam waktu itu bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi dan kesadaran.
  • Sebelum mengonsumsi obat ini, selalu baca semua instruksi dari mulai dosis yang tertera pada label hingga efek sampingnya. Jika ada informasi yang tidak dimengerti, segera lakukan konsultasi ke dokter.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dengan minuman keras, perpaduan dari keduanya mampu meningkatkan efek samping, bahkan dapat sampai menyebabkan napas berhenti.
  • Tidak diperbolehkan mengonsumsi jeruk Bali bahkan dalam bentuk jus ketika di saat yang sama juga mengonsumsi obat ini. Buah ini mampu meningkatkan kadar obat yang diserap pembuluh darah.
  • Obat tidur dalam jenis tertentu digunakan untuk konsumsi jangka waktu pendek, seperti salah satunya untuk 10 hari, ini merupakan alasan mengapa tidak diperbolehkan konsumsi jangka panjang.
Read More

Colonoscopy

Jika pasien mengalami masalah pada bagian perut, salah satu cara untuk memeriksa kondisi di bagian perut adalah colonoscopy. Colonoscopy merupakan cara yang dilakukan dokter untuk mendeteksi jika pasien mengalami perubahan atau abnormalitas pada usus.

Colonoscopy dilakukan dengan benda yang disebut sebagai kolonoskop. Kolonoskop terdapat selang fleksibel dilengkapi dengan kamera. Benda tersebut akan dimasukkan ke anus pasien untuk dipantau melalui layar jika pasien terindikasi mengalami masalah pada bagian usus.

Alasan Colonoscopy Perlu Dilakukan

Ada baiknya dokter menggunakan metode colonoscopy untuk membantu pasien karena alasan berikut:

  • Colonoscopy dapat mendeteksi lebih cepat kanker usus besar yang terjadi pada pasien.
  • Colonoscopy dapat mengetahui jika pasien mengalami kekambuhan pada perut atau tidak.
  • Colonoscopy dapat mencari tahu penyebab yang memungkinkan terjadi pada sistem pencernaan berupa nyeri pada perut, diare, bahkan darah pada tinja.
  • Colonoscopy dapat memberikan keterangan jika pasien perlu didiagnosis karena kondisi perut abnormal.

Orang-Orang Yang Perlu Menjalani Colonoscopy

Colonoscopy penting untuk dilakukan karena dapat membantu orang yang mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Kanker usus besar atau polip.
  • Kanker kolon.
  • Kondisi yang dapat memicu pasien mengalami kanker usus besar.
  • Orang yang memiliki kondisi serius pada sistem pencernaan seperti diare kronis dan konstipasi kronis.

Persiapan Untuk Menjalani Colonoscopy

Jika pasien ingin menjalani colonoscopy, ada persiapan yang perlu mereka lakukan. Sebelum mereka menjalani colonoscopy, mereka perlu mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan. Pasien dapat mengeluarkan isi perut dengan dua cara. Cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Diet khusus

Pasien perlu menjalani diet khusus dengan tidak makan atau puasa selama persiapan colonoscopy, namun mereka tetap diperbolehkan untuk minum air mineral, sup kaldu, atau teh tanpa penambah rasa.

Selain itu, pasien sebaiknya tidak minum cairan berwarna merah seperti sirup supaya tidak terjadi kesalahpahaman jika dokter memeriksa bagian usus pasien. Dokter mungkin mengira jika cairan tersebut adalah darah.

  • Obat pencahar

Obat pencahar atau lebih umum disebut sebagai laksatif, adalah cara lain yang bisa digunakan pasien untuk membuang kotoran dari perut dalam bentuk pil atau cairan. Pasien sebaiknya gunakan laksatif dalam waktu dekat, sebelum melakukan colonoscopy.

Selain dalam kemasan pil atau cairan, pasien bisa menggunakan obat pencahar melalui anus. Hal ini disebut sebagai enema. Enema bisa dibeli di apotek. Dokter juga sering menggunakan enema dalam proses pemeriksaan karena lebih efektif dari obat pencahar biasa.

Di sisi lain, pasien sebaiknya konsultasikan metode ini dengan dokter. Metode ini belum tentu berhasil sepenuhnya karena beberapa obat bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan colonoscopy. Contoh obat yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan tersebut adalah obat diabetes, obat hipertensi, obat penyakit jantung, obat pengencer darah, dan suplemen yang mengandung zat besi.

Prosedur Colonoscopy

Setelah pasien mengosongkan perut melalui cara yang disebutkan di atas, pasien dapat memulai colonoscopy. Proses ini memakan waktu antara 30 menit sampai satu jam. Prosedur-prosedur yang pasien perlu lakukan selama menjalani colonoscopy adalah sebagai berikut:

  • Pasien diminta untuk ganti pakaian dengan pakaian rumah sakit.
  • Dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi miring dan kedua lutut pasien menempel pada dada.
  • Agar pasien merasa rileks, pasien akan dibius dalam bentuk pil atau suntikan.
  • Setelah pasien tidak menyadarkan diri, dokter akan memasukkan kolonoskop ke dalam anus. Dokter juga dapat memompa karbondioksida ke usus besar supaya dapat memberikan ruang untuk kolonoskop dan memantau perkembangan colonoscopy.
  • Dokter akan mengambil sampel berupa gambar selama pemeriksaan berlangsung.
  • Setelah dokter selesai melakukan colonoscopy pada pasien, dokter akan mengeluarkan kolonoskop dari tubuh pasien. Ketika pasien sadar, pasien akan mengalami kram pada perut dan merasa ingin buang air besar.

Hasil Colonoscopy

Setelah pasien selesai melakukan colonoscopy, mereka nanti akan mendapatkan hasilnya. Pasien bisa saja mendapatkan hasil colonoscopy yang normal (negatif) atau tidak normal (positif). Dokter menemukan polip pada usus besar atau jaringan abnormal sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan.

Pasien yang mengalami polip pada usus besar bukan berarti akan mengalami kanker. Namun, pasien tetap memiliki risiko yang meliputi tumor ganas. Oleh karena itu, dokter akan mengatasi masalah ini dengan mengambil sampel jaringan polip pasien yang kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Jika pasien mendapatkan hasil positif setelah melakukan pemeriksaan colonoscopy, mereka bisa melakukan colonoscopy lagi. Metode colonoscopy yang dilakukan terhadap pasien belum tentu memberikan hasil yang baik.

Read More

Manfaat dan Efek Samping Rontgen Dada

Pemeriksaan sinar-X merupakan alat pencitraan yang digunakan dunia medis di seluruh dunia. Sejak pertama kali digunakan untuk memeriksa tulang 100 tahun yang lalu, pemeriksaan sinar-X sudah menyelamatkan banyak nyawa dan membantu menemukan banyak penemuan. Pada dasarnya, sinar-X terjadi secara alami dari radiasi elektromagnetik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menunjukkan kekhawatiran mereka tentang implikasi kesehatan dari sinar-X. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sinar-X, seperti rontgen dada misalnya, sebanding dengan risiko kesehatan yang mungkin dapat ditimbulkan? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan saat rontgen dada?

Tindakan rontgen dada menggunakan sinar-X sebagai alat untuk memproduksi gambar jantung, paru-paru, pembuluh darah, saluran pernapasan, dan tulang yang ada di dada dan tulang punggung. Saat Anda pergi ke dokter karena memiliki keluhan berupa sakit dada atau sesak napas, biasanya Anda akan mendapatkan pemeriksaan sinar-X. Gambar yang dihasilkan dari tindakan pencitraan tersebut akan membantu dokter untuk memutuskan apakah Anda memiliki penyakit jantung, masalah paru-paru, pneumonia, tulang rusuk yang patah, empisema, kanker, dan kondisi kesehatan lain. Namun, apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan dalam tindakan rontgen dada?

Sinar-X pertama kali dideskripsikan oleh Wilhelm Rontgen. Beberapa minggu setelah dirinya menemukan bahwa kita bisa menggunakan sinar-X tersebut untuk melihat tulang, sinar-X digunakan untuk kepentingan medis, dengan orang pertama yang mendapatkan pemeriksaan sinar-X adalah Eddie McCarthy pada tahun 1986 akibat terjatuh saat berselancar. Semua orang di muka Bumi mendapatkan paparan radiasi dalam jumlah tertentu. Benda-benda radioaktif ditemukan secara alami di udara, tanah, air, bebatuan, dan tanaman. Sumber radiasi alami terbesar untuk manusia adalah radon. Sebagai tambahan, Bumi secara terus-menerus mendapatkan paparan radiasi kosmik, termasuk sinar-X. Sinar tersebut tidak membahayakan, tetapi tidak bisa dihindari. Radiasi dalam kadar yang rendah hampir tidak menimbulkan efek yang berarti.

Manfaat sinar-X dalam dunia medis

Fakta bahwa sinar-X telah digunakan dalam dunia medis dalam waktu yang lama menunjukkan manfaat yang dibawanya. Meskipun penggunaan sinar-X saja tidak cukup untuk mendiagnosa penyakit atau suatu kondisi, tindakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian penting dalam proses diagnosa. Beberapa manfaat dari sinar-X dalam dunia medis seperti:

  • Non-invasif. Sinar-X dapat membantu mendiagnosa sebuah gangguan medis tanpa harus memeriksa bagian tubuh seseorang secara langsung.
  • Pemandu. Sinar-X dapat membantu tenaga medis saat memasukkan kateter, stent, atau alat lain ke dalam tubuh pasien.
  • Penemuan yang tidak disangka. Sinar-X terkadang bisa menunjukkan fitur atau patologi yang berbeda dari alasan utama gambar pencitraan. Misalnya, infeksi pada tulang, gas atau cairan di area yang seharusnya tidak ada gas ataupun cairan, serta beberapa jenis tumor.

Efek samping sinar-X

Ketika seseorang melakukan rontgen dada, adakah efek samping dari sinar-X bagi kesehatan tubuh? Sinar-X sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker. Namun, risiko tersebut sangat rendah dengan efek samping yang singkat. Namun, paparan terhadap level radiasi yang tinggi dan menyebabkan beberapa efek samping, misalnya muntah, berdarah, pingsan, rambut rontok, dan kulit yang mengelupas. Namun sinar-X yang digunakan dalam dunia medis berada dalam dosis radiasi yang rendah sehingga tidak akan memberikan efek samping pada kesehatan mereka yang mendapatkan paparan sinar tersebut. Secara keseluruhan, penggunaan sinar-X untuk melakukan tindakan rontgen dada penting agar mendapatkan diagnosa yang tepat dan akurat. 

Read More

Apakah Floaters Berbahaya? Gejala dan Penyebab

Pernahkan Anda melihat bitnik-bintik atau titik yang melayang pada bidang penglihatan Anda? Bintik-bintik berwarna hitam atau abu-abu tersebut disebut dengan istilah “floaters”. Floaters tidak menyebabkan rasa sakit atau menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, karena mengganggu penglihatan, floaters dapat mengganggu Anda menjalani aktivitas sehari-hari. Karena floaters berada di dalam cairan mata Anda, floaters akan bergerak mengikuti gerakan mata. Apabila Anda mencoba untuk melihatnya, floaters akan terlihat menjauh. Floaters biasanya muncul ketika Anda melihat sebuah obyek yang terang seperti langit, benda yang memantulkan cahaya, dan kertas kosong. Floaters dapat muncul pada salah satu mata ataupun keduanya. Floaters tidak membutuhkan perawatan karena tidak membahayakan penglihatan. Meskipun demikian, terkadang floaters membuat seseorang kesulitan dalam melihat dan membutuhkan pembersihan untuk mengembalikan penglihatan. Selain itu, floaters dapat menjadi gejala atau tanda-tanda masalah kesehatan, seperti kerusakan pada retina.

Gejala floaters

Gejala utama munculnya floaters pada mata adalah munculnya obyek-obyek aneh tertentu pada bidang penglihatan seseorang. Floaters dapat muncul dlam bentuk yang berbeda-beda, seperti titik atau bintik berbayang, garis kecil, lingkaran, bentuk sarang laba-laba, dan bentuk-bentuk tidak teratur lainnya. Floaters juga dapat menyerupai daerah penglihatan yang lebih gelap ataupun lebih terang. Terkadang, daerah yang memiliki floaters akan sedikit terlihat buram atau kabur apabila dibandingkan dengan daerah lain pada bidang penglihatan Anda.

Meskipun berukuran kecil, floaters dapat mengganggu pandangan secara signifikan karena dekat dengan daerah input mata. Salah satu karasteristik floaters adalah ia sering bergerak bolak-balik di bidang pandangan Anda. Mencoba melihat floaters secara langsung akan membuat floaters bergerak menjauh dari penglihatan. Saat seseorang mengistirahatkan mata mereka, floaters akan melayang dengan sendirinya.

Penyebab floaters

Perubahan-perubahan pada daerah mata yang disebabkan faktor usia menjadi penyebab utama kasus floaters. Kornea dan lensa pada mata memusatkan cahaya ke retina di belakang mata. Saat cahaya melewati mata dari depan ke belakang, cahaya akan melewati zat seperti kaca dan berbentuk seperti jelly yang ada di dalam mata. Perubahan-perubahan pada zat tersebut dapat menyebabkan terbentuknya floaters. Hal ini merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi terutama dengan bertambahnya usia yang disebut dengan sinergi vitreous. Vitreous yang tadinya kental menjadi lebih encer dengan bertambahnya usia, dan bagian dalam mata akan dipenuhi serpihan dan endapan. Serat-serat mikroskopis di dalam vitreous juga akan merumpun. Saat cahaya melewati mata, serpihan dan endapan tersebut akan menyebabkan terbentuknya bayangan yang disebut dengan floaters. Selain itu, floaters juga bisa disebabkan oleh hal-hal seperti:

  • Cedera mata. Apabila mata terkena pukulan atau rusak akibat kecelakaan, hal ini dapat menyebabkan terbentuknya floaters.
  • Rabun dekat. Orang-orang yang memiliki gangguan rabun dekat akan sering mengalami floaters. Selain itu, sinergi vitreous juga akan terjadi lebih cepat pada mereka yang menderita rabun dekat.
  • Peradangan. Bengkak atau peradangan pada mata sering menyebabkan infeksi yang berujung pada terbentuknya floaters.
  • Retinopati diabetes. Diabetes dapat merusak pembuluh darah yang menuju retina. Saat pembuluh tersebut rusak, retina mungkin tidak akan bisa menafsirkan gambar dan cahaya yang mengenainya.
  • Endapan. Berbagai macam endapan yang terbentuk di dalam vitreous dapat mengganggu cahaya yang lewat dari bagian depan mata ke bagian belakang.

Floaters tidak memberikan rasa sakit saat terjadi. Namun, segera temui dokter mata Anda apabila floaters menyebabkan sakit, Anda kehilangan penglihatan, buta sebelah, ataupun floaters mengalami perubahan bentuk dan ukuran.

Read More

Infeksi Lambung: Penyakit di Balik Wafatnya Torro Margens

Aktor senior Torro Margens tutup usia pada Jumat, 4 Januari 2019 silam di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat. Penyebab meninggalnya dikatakan karena infeksi lambung atau gastritis – yang menyebabkan Torro muntah darah sebelum dirawat di rumah sakit.

Meskipun sebelumnya Toro belum pernah memiliki riwayat penyakit ini, namun kondisi Torro dengan cepat mengalami penurunan hingga harus dirawat. Namun, apa sebenarnya penyakit yang dialami Toro ini? Mengapa sangat parah hingga dapat menyebabkan kematian? Berikut ulasannya untuk Anda.

Helicobacter Pylori: Penyebab Kerusakan Lambung pada Gastritis

Helicobacter pylori merupakan jenis bakteri – organisme yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi H. pylori merupakan kondisi yang umum ditemukan di masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dan infeksinya terkadang mulai terjadi saat masa kanak-kanak. Penyebabnya adalah makanan, air, atau alat makan yang terinfeksi bakteri. Air liur atau cairan tubuh lain dari penderita juga dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.

Karena tidak menunjukkan gejala, banyak orang tidak menyadarinya adanya infeksi. Meskipun demikian, jika dibiarkan, infeksi H. pylori sendiri dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena bakteri dapat menyebabkan inflamasi pada dinding lambung.

Infeksi dari bakteri ini pada akhirnya akan menyebabkan gastritis, saat dinding lambung mengalami kerusakan. Bagi kebanyakan orang, gastritis bukan merupakan penyakit yang serius dan dapat sembuh dengan cepat jika mendapat terapi. Namun jika tidak, penyakit ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Jika dibiarkan, gastritis erosif dapat menyebabkan ulkus atau erosi pada dinding lambung yang biasa ditandai dengan perdarahan. Tanda dan gejalanya berupa sesak napas, lemas atau ingin pingsan, terdapat darah merah saat muntah, tinja berwarna hitam, darah segar pada tinja, dan tampak pucat. Jika Anda mengalami tanda atau gejala demikian maka Anda akan sangat disarankan untuk segera menghubungi atau menemui dokter.

Mematikan, tetapi Sulit Dihindari

Infeksi H. pylori merupakan hal yang sangat sulit dilakukan – didukung fakta bahwa bakteri ini dapat ditemukan pada sekitar 50% populasi di dunia dan tidak menunjukkan gejala. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa infeksi H. pylori ditemukan tinggi pada lingkungan tempat tinggal yang padat dan status sosioekonomi yang lebih rendah.

Meskipun demikian, gastritis dapat dihindari dengan membatasi atau menghindari paparan ke pemicu yang sudah dikonfirmasi peneliti dan tenaga kesehatan, seperti tembakau, rokok, alkohol, dan kopi. Anda juga bisa membiasakan pola makan yang baik, seperti porsi makan yang kecil dan makan secara perlahan, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan menghindari stres melalui meditasi, yoga, tai chi, atau pijatan.

https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastritis
Read More

Inilah 9 Cara Nyaman untuk Istirahat Lebih Baik saat Pilek Melanda

Pilek merupakan penyakit musiman saat musim hujan dan pergantian musim. Pilek juga merupakan penyakit ringan yang bisa sembuh dalam 3-4 hari, walaupun beberapa gejala butuh waktu lebih lama untuk sembuh total.

Gejala pilek di antaranya hidung ingusan, sakit tenggorokan, batuk-batuk, badan terasa nyeri, sakit kepala, bersin, dan demam ringan. Agar cepat sembuh, Anda harus istirahat dengan cukup. Berikut ini sembilan cara istirahat saat pilek yang bisa Anda lakukan!

Alat Bantu Pernapasan

Saat pilek dan hidung tersumbat, gunakan humidifier atau vaporizer sepanjang malam untuk melegakan pernafasan. Selain membantu Anda bernapas lebih mudah, udara lembap dapat meredakan jaringan yang teriritasi di hidung dan meringankan sakit tenggorokan. Pastikan untuk membersihkan dan mendisinfeksi humidifier Anda secara teratur untuk menyingkirkan kuman.

Mandi Air Panas

Uap air panas membantu memudahkan pernapasan. Anda juga dapat menggunakan shower dan duduk di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup. Tekuk wastafel yang diisi dengan air panas mengalir atau kompres hangat di atas sinus Anda.

Minum Obat dengan Bijak

Selain istirahat saat pilek, ada beberapa obat yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi hidung tersumbat, pilek, batuk, demam, dan nyeri. Periksa fungsi dan kegunaan obat dengan hati-hati, dan pilih obat paling sesuai dengan gejala yang Anda rasakan.

Coba Semprot Dekongestan

Ketika hidung tersumbat Anda juga bisa menggunakan semprotan hidung. Semprotan hidung dipercaya dapat membuka saluran pernapasan dan mengurangi hidung yang tersumbat. Namun, Anda tetap harus berhati-hati jika menggunakannya dalam jangka panjang.

Berkumur dengan Air Garam

Selain menggunakan obat pelega tenggorokan yang dijual di pasaran, Anda bisa meracik obat alami dengan garam dapur. Berkumurlah dengan air garam sebelum tidur, sakit tenggorokan pun akan reda dengan sendirinya. Namun, pastikan untuk tetap berkonsultasi pada dokter terlebih lagi jika Anda mengalami demam .

Gunakan Nasal Strips

Istirahat saat pilek memang akan terganggu dikarenakan hidung tersumbat, sakit tenggorokan, ataupun kedinginan. Anda bisa mencoba menggunakan nasal strip. Alat ini berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat sehingga pernapasan tidak akan terganggu.

Meringankan Batuk dengan Salep

Gosokkan salep menthol di dada dan tenggorokan Anda untuk menenangkan batuk saat pilek. Jangan memakannya atau memasukkannya ke dalam hidung dan jangan pernah menggunakannya pada anak-anak di bawah 2 tahun.

Menyangga Kepala saat Tidur

Cara lain agar istirahat saat pilek jauh lebih mudah yaitu dengan menyangga kepala saat tidur. Sehingga sinus akan lebih mudah mengalir. Bahkan beberapa dokter pun menyarankan hal ini agar pernapasan juga tidak terganggu karena hidung tersumbat.

Jadi, Anda bisa menggunakan bantal atau menaikkan kepala tempat tidur dengan meletakkan buku-buku besar di bawah kaki kepala tempat tidur.

Tidur Tepat Waktu

Pilek memang dapat menyulitkan Anda untuk mengatur waktu tidur. Tetapi sebaiknya Anda bangun dan tidur sama seperti biasanya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur akan tiga kali lebih mudah terkena flu dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan 8 jam atau lebih waktu tidur semalam.

Selain beberapa tips di atas, usahakan untuk mengambil istirahat dengan cukup saat pilek. Berkonsultasi ke dokter dan meminum obat dengan teratur. Jika semua hal itu dilakukan dengan baik, pilek pun akan lebih cepat sembuh.

Read More

Pilih Makanan yang Tepat Untuk Redakan Pilek Dengan Cepat

Makanan merupakan kunci agar tubuh cepat pulih dari infeksi virus penyebab pilek dan flu. Sayangnya, tidak semua makanan dapat Anda konsumsi saat sedang pilek dan flu. Pasalnya, beberapa makanan yang tampak sehat ternyata dapat memperparah gejala pilek yang mengganggu. Selain itu, asupan cairan tubuh juga harus dioptimalkan untuk memastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik.

Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Pilek dan Flu

Saat sedang flu, tubuh membutuhkan asupan kalori, antioksidan, dan vitamin untuk dapat mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Itulah sebabnya, makanan kaya protein dan antioksidan sangat penting untuk Anda perbanyak saat sedang terserang flu.

1. Sup Ayam
Saat flu melanda, pastikan untuk tidak melewatkan sup ayam hangat yang sudah disiapkan ibu atau istri Anda. Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa sup ayam mampu membantu meredakan gejala flu dengan membersihkan saluran hidung dan mengatasi hidung tersumbat lebih baik daripada minuman panas lainnya. Makanan ini juga memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu menangani gejala pilek.

2. Jeruk
Anda pasti pernah mendengar salah satu tips untuk menghindari masuk angin adalah dengan mengonsumsi banyak vitamin C. Meskipun tidak menjamin Anda akan terbebas dari flu dan pilek, vitamin C yang cukup akan meminimalisir risiko tertular penyakit, khususnya untuk Anda yang sering berada di tempat umum. Namun, untuk meredakan pilek, Anda dapat mengonsumsi air hangat dari perasan jeruk, lemon, ataupun limau.

3. Sayur-Sayuran
Kale, brokoli, cranberry, teh hijau, bawang merah, dan blueberry memiliki kandungan antioksidan yang disebut quercetin. Quercetin ini terbukti dapat membantu tubuh Anda untuk mengatasi virus flu biasa. Meskipun penelitian ini terbilang baru, tidak ada salahnya untuk mencobanya, bukan?

4. Makanan Pedas
Waspadai asupan makanan pedas saat pilek. Meskipun terasa melegakan, makanan pedas ini tidak akan membantu Anda menghilangkan pilek. Meskipun begitu, cabai tetap dapat diandalkan untuk membersihkan saluran hidung sehingga mampu membuat Anda merasa lebih baik. Pasalnya, cabai memiliki kandungan capsaicin yang dapat membantu meringankan sakit kepala.

5. Jahe
Secangkir teh jahe hangat dan segar mungkin hanya akan dibutuhkan saat Anda sedang mengalami flu dan pilek. Minuman ini memang sangat dapat diandalkan untuk membantu melegakan hidung tersumbat dan menenangkan tenggorokan. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cabai dapat membantu mencegah flu biasa dengan menangkal virus.

6. Bawang putih
Dari hasil penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kandungan yang dapat mengatasi flu biasa. Selain itu, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bawang putih dapat mencegah masuk angin. Anda dapat mengonsumsinya dalam bumbu makanan olahan seperti sup ayam.

Makanan yang Harus Dihindari saat Pilek dan Flu

Di sisi lain, ada pula beberapa makanan dan minuman yang harus Anda hindari saat pilek dan flu. Makanan dan minuman ini berupa makanan yang dapat meningkatkan jumlah lendir dan dapat mengurangi kadar air dalam tubuh.

1. Olahan Susu
Perhatikan beragam pilihan makanan dan minuman olahan susu seperti susu, yogurt, es krim, dan keju. Bagi Anda yang sedang flu atau pilek dianjurkan untuk menghindari makanan ini sementara karena berisiko memperparah pilek Anda. Hal ini disebabkan makanan olahan susu dapat memicu lebih banyak lendir. Namun, jika flu yang Anda rasakan tidak menunjukkan gejala pilek, Anda dapat mengonsumsi es susu untuk meredakan sakit tenggorokan


2. Kafein dan Alkohol
Anda lebih baik menghindari dua minuman ini saat sedang flu dan pilek. Hal ini penting sebab Anda membutuhkan banyak cairan untuk meredakan demam yang terjadi pada tubuh. Dengan memberikan asupan kafein dan alkohol, tubuh akan kekurangan cairan tubuh sehingga berisiko memperparah kondisi kesehatan Anda.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang perlu Anda konsumsi dan hindari saat pilek menyerang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Read More

Kapan Saya Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter Saat Pilek Dan Flu?

Flu yang disertai batuk dan pilek merupakan gejala infeksi virus biasa yang dapat sembuh seiring dengan istirahat ditambah asupan obat pereda gejala. Bahkan, tenggorokan yang gatal, batuk yang mengganggu, bersin, hidung tersumbat, dan tubuh lemas kerap menjadi gejala flu yang dapat berhenti dengan banyak tidur, makan sup ayam, dan minum teh madu hangat. Namun, ada waktu di mana seseorang mendapatkan gejala flu dan pilek yang serius sehingga dianjurkan untuk segera berkonsultasi pada dokter. Berikut ini adalah beberapa gejala yang menandakan bahwa Anda perlu segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Sesak Napas dan Nyeri Dada
Meriang dan flu seharusnya tidak membuat Anda sesak napas atau menyebabkan dada sakit. Jika itu terjadi, hal ini dapat menjadi pertanda masalah yang lebih serius, seperti penyakit jantung, asma, atau radang paru-paru. Untuk itu, segera dokter Anda atau datangi instalasi gawat darurat.

Demam yang Tak Kunjung Reda
Jika demam tidak juga hilang setelah lebih dari 3 hari, itu mungkin menandakan adanya infeksi lain di tubuh Anda yang membutuhkan perawatan khusus. Apalagi jika suhu tubuh Anda meningkat hingga lebih dari 37 derajat celsius. Pastikan untuk segera ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Sulit Makan dan Minum
Ingat, tubuh Anda membutuhkan asupan kalori, nutrisi, dan cairan untuk dapat bekerja dengan benar. Jika Anda tidak dapat makan, minum, dan selalu muntah saat menelan sesuatu, Anda mungkin perlu pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan asupan melalui infus.

Rasa Sakit yang Tidak Tertahankan Saat Menelan

Rasa sakit tenggorokan yang terjadi saat flu, batuk, atau pilek biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Namun, jika Anda mengalami rasa sakit yang perih dan tidak tertahankan saat menelan, bisa jadi Anda mengalami infeksi atau cedera pada bagian tenggorokan yang perlu ditangani oleh dokter.

Batuk yang Tak Kunjung Pulih
Jika batuk juga tidak kunjung hilang, ada kemungkinan Anda mengalami postnasal drip, yaitu kondisi di mana dahak bergerak dari hidung ke tenggorokan. Hal ini dapat diobati dengan antihistamin. Akan tetapi, ada kemungkinan juga hal ini terjadi akibat asma atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Jika hal ini terjadi, dokter dapat memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Selain itu, batuk yang berat dan terus menerus terjadi juga merupakan gejala utama batuk rejan. Jadi, jika Anda sudah mengalami batuk selama lebih dari 2-3 minggu, dokter mungkin akan melakukan tes untuk melihat apakah yang terjadi dan bagaimana pengobatan yang tepat.

Hidung Tersumbat dan Sakit Kepala yang Tidak Hilang
Pilek dan alergi yang menghambat hidung Anda dengan lendir dapat menyebabkan infeksi sinus. Jika obat flu yang Anda minum tidak memberi efek apa pun, segera temui dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah beberapa tanda yang harus Anda perhatikan saat menghadapi flu, batuk, dan pilek. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda-tanda di atas untuk mendapatkan perawatan lanjut yang tepat.

Read More