Infeksi Lambung: Penyakit di Balik Wafatnya Torro Margens

Aktor senior Torro Margens tutup usia pada Jumat, 4 Januari 2019 silam di RSUD Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat. Penyebab meninggalnya dikatakan karena infeksi lambung atau gastritis – yang menyebabkan Torro muntah darah sebelum dirawat di rumah sakit.

Meskipun sebelumnya Toro belum pernah memiliki riwayat penyakit ini, namun kondisi Torro dengan cepat mengalami penurunan hingga harus dirawat. Namun, apa sebenarnya penyakit yang dialami Toro ini? Mengapa sangat parah hingga dapat menyebabkan kematian? Berikut ulasannya untuk Anda.

Helicobacter Pylori: Penyebab Kerusakan Lambung pada Gastritis

Helicobacter pylori merupakan jenis bakteri – organisme yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi H. pylori merupakan kondisi yang umum ditemukan di masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dan infeksinya terkadang mulai terjadi saat masa kanak-kanak. Penyebabnya adalah makanan, air, atau alat makan yang terinfeksi bakteri. Air liur atau cairan tubuh lain dari penderita juga dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.

Karena tidak menunjukkan gejala, banyak orang tidak menyadarinya adanya infeksi. Meskipun demikian, jika dibiarkan, infeksi H. pylori sendiri dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena bakteri dapat menyebabkan inflamasi pada dinding lambung.

Infeksi dari bakteri ini pada akhirnya akan menyebabkan gastritis, saat dinding lambung mengalami kerusakan. Bagi kebanyakan orang, gastritis bukan merupakan penyakit yang serius dan dapat sembuh dengan cepat jika mendapat terapi. Namun jika tidak, penyakit ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Jika dibiarkan, gastritis erosif dapat menyebabkan ulkus atau erosi pada dinding lambung yang biasa ditandai dengan perdarahan. Tanda dan gejalanya berupa sesak napas, lemas atau ingin pingsan, terdapat darah merah saat muntah, tinja berwarna hitam, darah segar pada tinja, dan tampak pucat. Jika Anda mengalami tanda atau gejala demikian maka Anda akan sangat disarankan untuk segera menghubungi atau menemui dokter.

Mematikan, tetapi Sulit Dihindari

Infeksi H. pylori merupakan hal yang sangat sulit dilakukan – didukung fakta bahwa bakteri ini dapat ditemukan pada sekitar 50% populasi di dunia dan tidak menunjukkan gejala. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa infeksi H. pylori ditemukan tinggi pada lingkungan tempat tinggal yang padat dan status sosioekonomi yang lebih rendah.

Meskipun demikian, gastritis dapat dihindari dengan membatasi atau menghindari paparan ke pemicu yang sudah dikonfirmasi peneliti dan tenaga kesehatan, seperti tembakau, rokok, alkohol, dan kopi. Anda juga bisa membiasakan pola makan yang baik, seperti porsi makan yang kecil dan makan secara perlahan, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan menghindari stres melalui meditasi, yoga, tai chi, atau pijatan.

https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gastritis
Read More

Inilah 9 Cara Nyaman untuk Istirahat Lebih Baik saat Pilek Melanda

Pilek merupakan penyakit musiman saat musim hujan dan pergantian musim. Pilek juga merupakan penyakit ringan yang bisa sembuh dalam 3-4 hari, walaupun beberapa gejala butuh waktu lebih lama untuk sembuh total.

Gejala pilek di antaranya hidung ingusan, sakit tenggorokan, batuk-batuk, badan terasa nyeri, sakit kepala, bersin, dan demam ringan. Agar cepat sembuh, Anda harus istirahat dengan cukup. Berikut ini sembilan cara istirahat saat pilek yang bisa Anda lakukan!

Alat Bantu Pernapasan

Saat pilek dan hidung tersumbat, gunakan humidifier atau vaporizer sepanjang malam untuk melegakan pernafasan. Selain membantu Anda bernapas lebih mudah, udara lembap dapat meredakan jaringan yang teriritasi di hidung dan meringankan sakit tenggorokan. Pastikan untuk membersihkan dan mendisinfeksi humidifier Anda secara teratur untuk menyingkirkan kuman.

Mandi Air Panas

Uap air panas membantu memudahkan pernapasan. Anda juga dapat menggunakan shower dan duduk di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup. Tekuk wastafel yang diisi dengan air panas mengalir atau kompres hangat di atas sinus Anda.

Minum Obat dengan Bijak

Selain istirahat saat pilek, ada beberapa obat yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi hidung tersumbat, pilek, batuk, demam, dan nyeri. Periksa fungsi dan kegunaan obat dengan hati-hati, dan pilih obat paling sesuai dengan gejala yang Anda rasakan.

Coba Semprot Dekongestan

Ketika hidung tersumbat Anda juga bisa menggunakan semprotan hidung. Semprotan hidung dipercaya dapat membuka saluran pernapasan dan mengurangi hidung yang tersumbat. Namun, Anda tetap harus berhati-hati jika menggunakannya dalam jangka panjang.

Berkumur dengan Air Garam

Selain menggunakan obat pelega tenggorokan yang dijual di pasaran, Anda bisa meracik obat alami dengan garam dapur. Berkumurlah dengan air garam sebelum tidur, sakit tenggorokan pun akan reda dengan sendirinya. Namun, pastikan untuk tetap berkonsultasi pada dokter terlebih lagi jika Anda mengalami demam .

Gunakan Nasal Strips

Istirahat saat pilek memang akan terganggu dikarenakan hidung tersumbat, sakit tenggorokan, ataupun kedinginan. Anda bisa mencoba menggunakan nasal strip. Alat ini berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat sehingga pernapasan tidak akan terganggu.

Meringankan Batuk dengan Salep

Gosokkan salep menthol di dada dan tenggorokan Anda untuk menenangkan batuk saat pilek. Jangan memakannya atau memasukkannya ke dalam hidung dan jangan pernah menggunakannya pada anak-anak di bawah 2 tahun.

Menyangga Kepala saat Tidur

Cara lain agar istirahat saat pilek jauh lebih mudah yaitu dengan menyangga kepala saat tidur. Sehingga sinus akan lebih mudah mengalir. Bahkan beberapa dokter pun menyarankan hal ini agar pernapasan juga tidak terganggu karena hidung tersumbat.

Jadi, Anda bisa menggunakan bantal atau menaikkan kepala tempat tidur dengan meletakkan buku-buku besar di bawah kaki kepala tempat tidur.

Tidur Tepat Waktu

Pilek memang dapat menyulitkan Anda untuk mengatur waktu tidur. Tetapi sebaiknya Anda bangun dan tidur sama seperti biasanya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur akan tiga kali lebih mudah terkena flu dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan 8 jam atau lebih waktu tidur semalam.

Selain beberapa tips di atas, usahakan untuk mengambil istirahat dengan cukup saat pilek. Berkonsultasi ke dokter dan meminum obat dengan teratur. Jika semua hal itu dilakukan dengan baik, pilek pun akan lebih cepat sembuh.

Read More

Pilih Makanan yang Tepat Untuk Redakan Pilek Dengan Cepat

Makanan merupakan kunci agar tubuh cepat pulih dari infeksi virus penyebab pilek dan flu. Sayangnya, tidak semua makanan dapat Anda konsumsi saat sedang pilek dan flu. Pasalnya, beberapa makanan yang tampak sehat ternyata dapat memperparah gejala pilek yang mengganggu. Selain itu, asupan cairan tubuh juga harus dioptimalkan untuk memastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik.

Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Pilek dan Flu

Saat sedang flu, tubuh membutuhkan asupan kalori, antioksidan, dan vitamin untuk dapat mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Itulah sebabnya, makanan kaya protein dan antioksidan sangat penting untuk Anda perbanyak saat sedang terserang flu.

1. Sup Ayam
Saat flu melanda, pastikan untuk tidak melewatkan sup ayam hangat yang sudah disiapkan ibu atau istri Anda. Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa sup ayam mampu membantu meredakan gejala flu dengan membersihkan saluran hidung dan mengatasi hidung tersumbat lebih baik daripada minuman panas lainnya. Makanan ini juga memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu menangani gejala pilek.

2. Jeruk
Anda pasti pernah mendengar salah satu tips untuk menghindari masuk angin adalah dengan mengonsumsi banyak vitamin C. Meskipun tidak menjamin Anda akan terbebas dari flu dan pilek, vitamin C yang cukup akan meminimalisir risiko tertular penyakit, khususnya untuk Anda yang sering berada di tempat umum. Namun, untuk meredakan pilek, Anda dapat mengonsumsi air hangat dari perasan jeruk, lemon, ataupun limau.

3. Sayur-Sayuran
Kale, brokoli, cranberry, teh hijau, bawang merah, dan blueberry memiliki kandungan antioksidan yang disebut quercetin. Quercetin ini terbukti dapat membantu tubuh Anda untuk mengatasi virus flu biasa. Meskipun penelitian ini terbilang baru, tidak ada salahnya untuk mencobanya, bukan?

4. Makanan Pedas
Waspadai asupan makanan pedas saat pilek. Meskipun terasa melegakan, makanan pedas ini tidak akan membantu Anda menghilangkan pilek. Meskipun begitu, cabai tetap dapat diandalkan untuk membersihkan saluran hidung sehingga mampu membuat Anda merasa lebih baik. Pasalnya, cabai memiliki kandungan capsaicin yang dapat membantu meringankan sakit kepala.

5. Jahe
Secangkir teh jahe hangat dan segar mungkin hanya akan dibutuhkan saat Anda sedang mengalami flu dan pilek. Minuman ini memang sangat dapat diandalkan untuk membantu melegakan hidung tersumbat dan menenangkan tenggorokan. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cabai dapat membantu mencegah flu biasa dengan menangkal virus.

6. Bawang putih
Dari hasil penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kandungan yang dapat mengatasi flu biasa. Selain itu, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bawang putih dapat mencegah masuk angin. Anda dapat mengonsumsinya dalam bumbu makanan olahan seperti sup ayam.

Makanan yang Harus Dihindari saat Pilek dan Flu

Di sisi lain, ada pula beberapa makanan dan minuman yang harus Anda hindari saat pilek dan flu. Makanan dan minuman ini berupa makanan yang dapat meningkatkan jumlah lendir dan dapat mengurangi kadar air dalam tubuh.

1. Olahan Susu
Perhatikan beragam pilihan makanan dan minuman olahan susu seperti susu, yogurt, es krim, dan keju. Bagi Anda yang sedang flu atau pilek dianjurkan untuk menghindari makanan ini sementara karena berisiko memperparah pilek Anda. Hal ini disebabkan makanan olahan susu dapat memicu lebih banyak lendir. Namun, jika flu yang Anda rasakan tidak menunjukkan gejala pilek, Anda dapat mengonsumsi es susu untuk meredakan sakit tenggorokan


2. Kafein dan Alkohol
Anda lebih baik menghindari dua minuman ini saat sedang flu dan pilek. Hal ini penting sebab Anda membutuhkan banyak cairan untuk meredakan demam yang terjadi pada tubuh. Dengan memberikan asupan kafein dan alkohol, tubuh akan kekurangan cairan tubuh sehingga berisiko memperparah kondisi kesehatan Anda.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang perlu Anda konsumsi dan hindari saat pilek menyerang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Read More

Kapan Saya Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter Saat Pilek Dan Flu?

Flu yang disertai batuk dan pilek merupakan gejala infeksi virus biasa yang dapat sembuh seiring dengan istirahat ditambah asupan obat pereda gejala. Bahkan, tenggorokan yang gatal, batuk yang mengganggu, bersin, hidung tersumbat, dan tubuh lemas kerap menjadi gejala flu yang dapat berhenti dengan banyak tidur, makan sup ayam, dan minum teh madu hangat. Namun, ada waktu di mana seseorang mendapatkan gejala flu dan pilek yang serius sehingga dianjurkan untuk segera berkonsultasi pada dokter. Berikut ini adalah beberapa gejala yang menandakan bahwa Anda perlu segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Sesak Napas dan Nyeri Dada
Meriang dan flu seharusnya tidak membuat Anda sesak napas atau menyebabkan dada sakit. Jika itu terjadi, hal ini dapat menjadi pertanda masalah yang lebih serius, seperti penyakit jantung, asma, atau radang paru-paru. Untuk itu, segera dokter Anda atau datangi instalasi gawat darurat.

Demam yang Tak Kunjung Reda
Jika demam tidak juga hilang setelah lebih dari 3 hari, itu mungkin menandakan adanya infeksi lain di tubuh Anda yang membutuhkan perawatan khusus. Apalagi jika suhu tubuh Anda meningkat hingga lebih dari 37 derajat celsius. Pastikan untuk segera ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Sulit Makan dan Minum
Ingat, tubuh Anda membutuhkan asupan kalori, nutrisi, dan cairan untuk dapat bekerja dengan benar. Jika Anda tidak dapat makan, minum, dan selalu muntah saat menelan sesuatu, Anda mungkin perlu pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan asupan melalui infus.

Rasa Sakit yang Tidak Tertahankan Saat Menelan

Rasa sakit tenggorokan yang terjadi saat flu, batuk, atau pilek biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Namun, jika Anda mengalami rasa sakit yang perih dan tidak tertahankan saat menelan, bisa jadi Anda mengalami infeksi atau cedera pada bagian tenggorokan yang perlu ditangani oleh dokter.

Batuk yang Tak Kunjung Pulih
Jika batuk juga tidak kunjung hilang, ada kemungkinan Anda mengalami postnasal drip, yaitu kondisi di mana dahak bergerak dari hidung ke tenggorokan. Hal ini dapat diobati dengan antihistamin. Akan tetapi, ada kemungkinan juga hal ini terjadi akibat asma atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Jika hal ini terjadi, dokter dapat memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Selain itu, batuk yang berat dan terus menerus terjadi juga merupakan gejala utama batuk rejan. Jadi, jika Anda sudah mengalami batuk selama lebih dari 2-3 minggu, dokter mungkin akan melakukan tes untuk melihat apakah yang terjadi dan bagaimana pengobatan yang tepat.

Hidung Tersumbat dan Sakit Kepala yang Tidak Hilang
Pilek dan alergi yang menghambat hidung Anda dengan lendir dapat menyebabkan infeksi sinus. Jika obat flu yang Anda minum tidak memberi efek apa pun, segera temui dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah beberapa tanda yang harus Anda perhatikan saat menghadapi flu, batuk, dan pilek. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda-tanda di atas untuk mendapatkan perawatan lanjut yang tepat.

Read More