Waspada Penyempitan Tulang Belakang! Berikut Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyempitan tulang belakang atau yang juga disebut sebagai (spinal stenosis) adalah kondisi ketika ruang tulang belakang menyempit, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini umumnya terjadi pada bagian punggung bawah dan leher.

Spinal stenosis terjadi secara bertahap. Jika kasus yang terjadi terbilang cukup ringan, biasanya pasien tidak merasakan gejala yang signifikan. Namun, jika penyempitan yang terjadi cukup banyak dan menyebabkan tekanan pada saraf, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Apa saja penyebab penyempitan tulang belakang?

Penyempitan tulang belakang pada dasarnya dapat terjadi di sepanjang area tulang belakang itu sendiri. Bagian tulang belakang yang mengalami gangguan pun cukup bervariasi, tergantung pada kasus masing-masing individu. Faktor penyebab penyempitan tulang belakang yang paling umum adalah penuaan. Secara garis besar, kebanyakan pasien penyempitan tulang belakang berusia di atas 50 tahun.

Ketika seseorang bertambah usianya, maka proses degeneratif akan berangsur-angsur terjadi di seluruh bagian tubuh, termasuk jaringan pada tulang belakang. Pada area tersebut, jaringan tulang belakang memiliki kemungkinan mengalami penebalan, sementara tulang akan bertambah lebih besar hingga ia menekan saraf.

Di samping itu, penyebab penyempitan tulang belakang lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu osteoarthritis dan rheumatoid artritis. Kedua kondisi ini berisiko memicu penyempitan tulang belakang. Secara lebih rinci, berikut ini penyebab penyempitan tulang belakang:

  • Tumor tulang
  • Cedera tulang belakang
  • Penyakit Paget yang menimbulkan kerusakan dan pertumbuhan kembali tulang secara tidak normal
  • Sumsum tulang belakang yang cenderung sempit secara bawaan
  • Cacat tulang belakang bawaan lahir
  • Tulang belakang yang melengkung (skoliosis)
  • Achondroplasia (gangguan pertumbuhan tulang dengan gejala tubuh yang kerdil)

Bagaimana cara mengobati penyempitan tulang belakang?

Proses pengobatan penyempitan tulang belakang pada awalnya akan dimulai dengan mengonsumsi obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter terlebih dulu. Cara ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dari gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga mungkin akan merekomendasikan prosedur kortison ke dalam tulang belakang yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan.

Obat yang seringkali direkomendasikan, yaitu kategori obat anti-inflamasi non-steroid yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Dalam kasus tertentu, pasien juga akan direkomendasikan untuk mengikuti terapi fisik guna memperkuat otot dan meregangkan tubuh secara bertahap.

Sementara itu, untuk beberapa kasus dalam tingkatan sedang hingga serius, proses pembedahan akan direkomendasikan untuk pasien. Prosedur pembedahan ini dilakukan jika rasa sakit dan nyeri yang dirasa cukup parah maupun ketika Anda telah kehilangan fungsi neurologis. Dengan melakukan prosedur pembedahan, tekanan pada saraf dapat dihilangkan secara permanen.

Secara umum, terdapat beberapa jenis operasi yang seringkali dilakukan untuk mengobati penyempitan tulang belakang:

  • Laminektomi: operasi yang paling umum dilakukan. Proses ini akan dilakukan dengan mengangkat bagian tulang belakang, sehingga akan terdapat lebih banyak ruang bagi saraf.
  • Foraminotomy: prosedur operasi yang bertujuan untuk memperluas bagian tulang belakang, area saraf keluar.
  • Fusi tulang belakang: prosedur untuk mengatasi kasus yang sangat parah. Prosedur ini juga meliputi prosedur cangkok tulang atau implan logam yang berfungsi menghubungkan bagian-bagian tulang belakang yang terpengaruh akibat penyempitan. Dengan begitu, kemampuan tubuh untuk bergerak secara seimbang tetap dapat dioptimalkan.

Jika kondisi penyempitan tulang belakang tidak diatasi, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti gangguan keseimbangan, kelumpuhan, mati rasa, dan inkontinensia.

Read More

Apa Saja Makanan Pencegah Penyempitan Jantung?

Sebagai organ yang berkewajiban memompa darah, jantung memegang posisi vital. Sayangnya, banyak sekali risiko kesehatan yang mengintai jantung, salah satu di antaranya adalah penyempitan jantung.

Masalah penyempitan jantung amat mengganggu kerja jantung dalam serangkaian sistem peredaran darah. Pasalnya, penyempitan memungkinkan sirkulasi atau perjalanan darah dari dan ke jantung tidak lancar.

Sebenarnya, penyempitan jantung atau yang dalam istilah medis dikenal dengan aterosklerosis bukanlah kondisi yang menggambarkan fisik atau kinerja jantung menjadi sempit atau lemah.

Masalahnya bukan pada organ jantung, tetapi di pembuluh darah. Pembuluh darah di area jantung menyempit karena penumpukan lemak atau plak. 

Penumpukan plak menyebabkan aliran darah dan pasokan oksigen ke organ-organ vital terganggu sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karenanya, pastikan Anda mengetahui apa-apa saj ayang bisa menyelamatkan Anda dari kemungkinan penyempitan jantung.

Satu di antara berbagai upaya itu adalah menjaga pola konsumsi makanan. Di bawah ini ada beberapa makanan yang diyakini mampu mencegah seseorang dari penyempitan jantung:

  • Kacang-kacangan

Penelitian internasional menemukan mereka yang mengonsumsi lentil atau kacang-kacangan yang baik, memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Lentil mengurangi tekanan darah tinggi dan kaya magnesium, kalium, dan protein yang semuanya mengurangi plak di arteri.

Sementara itu, kacang almond mengandung sterol tumbuhan dalam jumlah besar yang baik untuk mengurangi kolesterol jahat sehingga bisa digunakan untuk mencegah penyempitan jantung. Sebuah studi Universitas Toronto menemukan, mereka yang mengonsumsi almond mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 28%.

  • Bermacam Sayuran

Brokoli dikemas dengan serat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung secara keseluruhan. Sayuran silangan, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, telah terbukti secara khusus membantu mencegah arteri yang tersumbat dan melindungi dari penyakit pembuluh darah.

Tidak berhenti di brokoli, selada, bit, kangkung, dan bayam juga merupakan sumber nitrat yang kaya. Selama pencernaan, senyawa itu diubah menjadi gas penting yaitu nitrat oksida, yang membuat arteri menahan kontraksi, plak, dan pembekuan darah, sehingga stroke, penyempitan jantung, hingga serangan jantung tidak dapat terjadi.

  • Ikan dengan Kandungan Omega 3 Tinggi

Ikan memiliki lemak sehat atau dikenal sebagai lemak tak jenuh. Sering mengonsumsi ikan dikaitkan dengan rendahnya risiko serangan jantung. Asam lemak omega 3 pada ikan terbukti mengurangi kadar trigliserida dan mencegah risiko kematian jantung.

Ikan sarden juga kaya akan asam lemak omega 3 yang menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Sarden juga meningkatkan kolesterol baik dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

  • Bawang Putih

Bawang putih adalah salah satu makanan terbaik untuk mengurangi plak arteri dan tekanan darah. Penelitian telah menemukan, bawang putih mengandung enzim yang disebut angiotensin yang bisa menghindari seseorang dari penyempitan jantung.

Sebuah penelitian juga menemukan, mereka yang menderita masalah plak melihat pengurangan 50% penumpukan plak saat mengambil ekstrak bawang putih setiap hari dalam bentuk pil.

  • Biji-bijian

Serat makanan yang ditemukan dalam biji-bijian membantu meningkatkan kadar kolesterol darah dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Diet dengan banyak biji-bijian utuh terkait dengan dinding arteri karotis yang lebih tipis.

Arteri ini bertanggung jawab untuk mengantarkan darah ke otak seseorang. Penebalan arteri karotid bisa menyebabkan penumpukan aterosklerosis dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebuah studi pada 2006 yang diterbitkan dalam Journal of Medicinal Food membuktikan, biji wijen baik untuk aterosklerosis atau penyempitan jantung. Biji wijen mengandung asam lemak yang mencegah kolesterol jahat, trigliserida dan kolesterol darah.

  • Buah-buahan

Terakhir adalah buah-buahan. Ada banyak buah yang bisa digunakan untuk penyempitan jantung. Salah satunya adalah delima. Buah ini terbukti membersihkan arteri yang tersumbat dan meningkatkan aliran darah. Hal ini disebabkan tingginya tingkat antioksidan dari delima yang bisa melawan radikal bebas dan merangsang produksi oksida nitrat dalam darah.

Ada pula alpukat yang kaya akan kalium dan kalium. Buah yang kerap dibuat jus ini telah terbukti membantu mencegah penyakit kardiovaskular dan kalsifikasi pembuluh darah di arteri.

Selain itu ada buah dengan kandungan vitamin C yang kaya seperti jeruk dan lemon. Jeruk Vitamin C memiliki peran yang kuat dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Flavonoid yang terkandung pada buah jeruk dapat membantu melindungi dinding arteri. Sementara lemon sangat baik untuk mengurangi kadar kolesterol dan mencegah kerusakan oksidatif pada arteri.

***

Itulah beberapa makanan yang bisa digunakan sebagai upaya seseorang mencegah penyempitan jantung. Dengan memakan makanan yang direkomendasikan tersebut, diharapkan sirkulasi atau peredaran tubuh seseorang tetap lancar, sehingga organ-organ di dalam tubuh, termasuk jantung bisa terjaga kesehatannya.

Read More

4 Hal Ini Tanpa Disadari Menyebabkan Abrasi Kornea

Salah satu bagian mata yang berperan penting, namun rentan terhadap kerusakan adalah kornea. Apabila organ ini mengalami gangguan, maka penglihatan akan menjadi buram atau bahkan gelap sama sekali. Bagian ini hanya berupa lapisan tipis dan bening, namun keberadaanya sangat penting dalam memfokuskan cahaya dari objek penglihatan agar dapat terlihat jelas oleh mata. Lapisan kornea bisa saja mengalami luka atau goresan karena beberapa hal yang disebut dengan abrasi kornea, sehingga penglihatan menjadi terganggu.

4 Penyebab Abrasi Kornea yang Sering Diabaikan

Abrasi kornea adalah suatu kondisi di mana terdapat luka atau goresan pada lapisan kornea mata, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan perih pada mata. Beberapa kebiasaan ini seringkali dilakukan dan tanpa disadari bisa menyebabkan abrasi kornea, yaitu :

  • Mengucek mata terlalu kuat.

Hampir setiap orang pernah mengucek mata, baik itu saat mata gatal, mengantuk, terkena air saat cuci muka, dan ketika bangun tidur. Apabila kegiatan ini dilakukan terus-menerus apalagi mengucek mata dengan kuat, maka dapat memicu kerusakan mata, salah satunya pada kornea. Hal ini karena bisa saja jari tangan menyentuh bola mata, sehingga mengenai lapisan korna. Akibatnya, kornea mata menjadi luka dan mengalami abrasi kornea. Jika kornea mata luka, penglihatan akan terganggu, pada tingkat yang lebih parah bisa menyebakan kebutaan. Oleh sebab itu, jangan terlalu sering mengucek mata terlalu kuat, ya.

  • Menggunakan lensa kontak yang tidak sesuai dan kotor.

Kontak lensa adalah alternatif pengganti kacamata untuk membantu penglihatan seseorang yang telah mengalami gangguan, seperti rabun dekat dan rabun jauh. Tidak sedikit pula yang menggunakan kontak lensa hanya untuk memperindah penampilan. Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai dan kotor dapat menyebabkan mata mengalami abrasi kornea, karena memicu rasa nyeri atau perih yang hebat. Maka dari itu, sebelum menggunakan lensa kontak, ada baiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk menemukan lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mencegah risiko infeksi dan komplikasi alergi terhadap kontak lensa.

  • Mata terkena benturan oleh benda tertentu.

Pada kondisi tertentu, bisa saja tanpa disadari mata terkena benturan dari benda-benda kasar atau tajam, seperti pena, ranting pohon, ataupun jari tangan. Jika benturan yang mengenai mata sangat keras dan menyentuh bagian dalam mata, maka dapat memicu terjadinya abrasi kornea. Hal ini karena lapisan pertama pada bagian dalam mata yang akan terluka adalah kornea, yang sekaligus bertindak sebagai perisai mata saat mendapat serangan dari luar. Oleh sebab itu, jika mata Anda terkena benturan sangat keras hingga menimbulkan rasa perih, maka segera ambil kain bersih untuk melindungi mata dan cuci mata dengan air bersih dan mengalir. Apabila rasa sakit masih berlanjut, maka lakukan pemeriksaan ke dokter untuk ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.

  • Sering terpapar oleh polusi atau zat kimia.

Umumnya, orang-orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan lebih mudah terpapar oleh polusi, seperti debu, asap rokok, asap pabrik, maupun asap kendaraan. Lama-kelamaan, mata berisiko tinggi mengalami abrasi kornea. Bila Anda merupakan seorang pekerja pabrik atau laboratorium yang rentan terhadap paparan senyawa kimia, gunakanlah APD secara lengkap, terutama kacamata pelindung untuk mencegah gangguan pada mata. Begitu pula dengan pekerja lain yang rutinitasnya di luar ruangan, ada baiknya menggunakan sunglasses atau kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan polusi.

Inilah 4 penyebab yang tanpa disadari dapat memicu kejadian abrasi kornea pada mata. Oleh sebab itu, hindari hal-hal yang dapat mengganggu keselamatan mata Anda. Jika mata mengalami nyeri tak tertahankan hingga penglihatan jadi buram atau gelap, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Read More

Penjelasan Singkat Apa itu Trauma Abdomen

Abdomen atau juga disebut dengan rongga perut merupakan rongga tubuh yang terdapat antara dada dan panggul. Rongga perut ini merupakan tempat bagi semua organ pencernaan, misalnya seperti lambung, usus halus, usus besar, pankreas, hati dan kantung empedu. Di dalam abdomen juga terdapat ginjal dan limpa, jika mengalami cedera akan memunculkan trauma abdomen.

Disebut juga dengan trauma perut, abdomen bisa mengalami cedera atau trauma dengan berbagai tingkat keparahan. Sifat dan berat dari trauma yang muncul juga sangat bervariasi, hal itu tergantung kepada mekanisme dan kekuatan benda yang terlibat. Selain itu, tanda dan gejala penderita trauma perut juga bisa berbeda-beda tergantung dari jenis trauma yang dialami.

Jenis Trauma Abdomen

  • Trauma Tumpul Abdomen

Trauma perut jenis ini terjadi ketika perut mengalami benturan yang diakibatkan beberapa kejadian, seperti kecelakaan lalu lintas, jatuh, cedera ketika berolahraga, kecelakaan kerja hingga pukulan, organ yang paling sering terkena dampak dari benturan yang terjadi adalah limpa dan hati.

  • Trauma Tembus Abdomen

Trauma jenis ini biasanya disebabkan karena adanya robekan rongga perut baik itu dikarenakan karena luka tembak atau luka tusuk. Trauma tembus abdomen yang paling sering terjadi disebabkan oleh pisau, peluru hingga ledakan. Kondisi yang disebabkan akibat benda tajam ini mencederai organ vital dalam abdomen, organ hati menjadi yang paling sering terluka.

Tanda dan Gejala Trauma Perut

  • Gejala Trauma Tumpul

Tanda atau gejala yang ada tidak langsung muncul, diagnosis yang dilakukan termasuk sulit dan memakan banyak waktu. Selain itu, pasien akan merasakan sakit hingga mengalami pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah. Tanda-tanda vital seperti laju denyut nadi, tekanan darah, laju pernapasan tidak stabil dan peradangan lapisan dinding dalam perut.

Jika muncul peradangan lapisan dinding di dalam perut atau juga disebut peritonitis, pada umumnya perit akan terasa kaku. Biasanya akan muncul nyeri pada perut, tetapi nyeri yang muncul juga bisa disebabkan karena cedera lain seperti misalnya fraktur atau patah tulang. Bisa juga karena faktor perubahan sensorik berlebih.

Nyeri yang diakibatkan karena cedera terkadang juga menjalar ke bahu kiri, pasien dengan cedera ginjal bisa mengalami kondisi darah dalam urine atau hematuria. Hasil pemeriksaan tanda vital menunjukkan adanya syok hipovolemik atau juga tekanan darah rendah serta nadi cepat.

  • Gejala Trauma Tembul

Tanda dan gejala trauma tembus abdomen tergantung dari berbagai faktor, misalnya seperti jenis senjata atau benda yang menembus pada perut. Selain itu letak dan besar cedera hingga organ mana yang terluka serta jumlah luka bisa menjadi faktor dari tanda adanya trauma jenis ini, penderita kemungkinan besar akan kehilangan banyak darah hingga pingsan.

Penyebab dan Diagnosa

Penyaebab trauma perut ini pada umumnya dikategorikan berdasar dari mekanisme trauma, trauma tumpul bisa muncul karena pukulan langsung, benturan dengan benda tumpul, tabrakan kendaraan hingga jatuh dari ketinggian. Sementara itu, trauma tembus terjadi karena disebabkan pisau, peluru, ledakan hingga serpihan bom.

Pemeriksaan awal trauma abdomen dilakukan dengan menggunakan metode ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure) yang meliputi beberapa langkah. Berikut ini beberapa langkah-langkah dari pemeriksaan awal trauma perut.

  • Melihat tanda vital, seperti pernapasan, sirkulasi darah dan ada tidaknya sumbatan pada saluran napas.
  • Memperhatikan tingkat kesadaran, tujuannya untuk mendeteksi gangguan saraf. Setelah itu memeriksa lokasi luka dan semua permukaan tubuh.
  • Perhatikan jenis senjata atau benda yang membentur perut dan perhatikan jumlah dari banyak darah yang hilang.
Read More

Gejala dan Penyebab Kanker Mata

Penyakit kanker mata merupakan keadaan di mana sel-sel para organ mata atau jaringan di sekitarnya tumbuh secara cepat. Selain cepat jaringan ini tumbuh tidak terkendali, memiliki sifat yang ganas dan bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Pada saat tumbuh dan menyebar, sel-sel kanker ini bisa merusak sel-sel normal yang terdapat di sekitarnya.

Kondisi ini memang jaran terjadi dan dialami seseorang, penyakit ini bisa terjadi pada tiga bagian utama mata di antaranya, bola mata (globe), orbita (jaringan yang mengelilingi bola mata), dan aksesoris mata bisa seperti alis, kelenjar mata hingga kelopak mata. Kanker pada indra penglihatan mata ini bisa berasal dari sel organ tersebut atau bagian tubuh lain yang menyebar.

Penyebab Kanker Mata

Seperti yang sedikit dijelaskan di atas bahwa kondisi ini bisa berasal dari sel-sel maupun kanker di organ mata atau bagian tubuh lain yang menyebar ke bagian mata. Kanker yang berasal dari bagian mata disebut kanker primer, sementara kanker dari organ lain disebut dengan sekunder, selain itu terdapat pula hal-hal yang menyebabkan kondisi ini muncul.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker yang menyerang indra penglihatan, dugaan yang kerap diungkap kanker ini timbul karena mutasi gen yang terjadi pada jaringan mata terutama gen yang mengatur pertumbuhan sel. Namun demikian, berikut beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker ini.

  • Sudah memasuki usia 50 tahun, berkulit putih, memiliki warna cerah seperti biru dan hijau.
  • Keluarga dengan riwayat melanoma inraokular dan punya riwayat tertentu seperti banyak tahi lalat.

Sementara itu banyak penelitian yang menyebabkan bahwa terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan munculnya kanker ini. Di antaranya seperti paparan zat kimia berbahaya, paparan cahaya matahari hingga paparan sinar ultraviolet, beberapa kondisi ini bisa berkaitan dengan munculnya kanker pada indra penglihatan.

Gejala Kanker di Mata

Gejala yang dirasakan oleh penderita penyakit ini tergantung pada jenis kanker yang diderita, bisa menyerupai gejala dari kondisi atau penyakit mata lain. Penyakit ini juga bisa tidak menimbulkan gejala apa pun di awal kemunculan, berikut ini beberapa gejala yang bisa menyebabkan kanker tumbuh pada mata.

  • Terdapat bintik gelap pada iris, mengalami gangguan penglihatan.
  • Penyempitan lapang pandang, melihat benda seperti beterbangan.
  • Melihat kilatan-kilatan cahaya, hingga adanya perubahan ukuran bentuk pupil.
  • Strabismus atau juling, hingga salah satu mata terlihat lebih menonjol.
  • Muncul benjolan tepat di permukaan mata, kelopak mata hingga sekitar mata.
  • Mata terasa nyeri, berubah menjadi merah, iritasi hingga konjungtivis.

Gejala salah satu penyakit mata serius dan bisa mengancam nyawa ini tidak spesifik dan menyerupai gejala dari kondisi atau penyakit mata lain. Maka dari itu sangat disarankan seseorang melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami beberapa gejala yang dijelaskan sedikit di atas, terutama ketika gejala ini sudah berlangsung selama dua minggu dan tak kunjung reda.

Pemeriksaan ini dilakukan secara rutin ke dokter dan sangat dianjurkan kepada seseorang yang memiliki faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker mata. Namun, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan satu tahun sekali agar kanker yang terdapat di mata bisa dideteksi secepat dan sedini mungkin.

Dokter pertama kali akan melakukan tanya jawab mengenai keluhan dan gejala yang dialami pasien, termasuk sejak kapan gejala ini muncul dan apa saja pemicunya. Hingga melihat dari riwayat kesehatan pasien secara umum, dokter juga akan melakukan pemeriksaan mata dengan bantuan alat seperti oftalmoskop, lampu cerah (sit lamp) hingga gonioskopi lensa.

Read More

Diagnosa, Pengobatan, dan Pencegahan Flu Burung

flu burung

Flu burung merupakan sebuah grup penyakit hasil infeksi dengan virus influenza khusus. Virus tersebut menginfeksi burung, dan dalam beberapa kasus tertentu, dapat menyebar ke manusia. Salah satu virus yang menyebabkan penyakit flu burung disebut dengan virus H5N1. Virus H5N1 dapat menyebabkan penyakit flu yang parah dengan tingkat kematian cukup tinggi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penularan antar manusia dapat dibilang sangat jarang. Sejauh ini, virus flu burung tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan genetik untuk menyebar dengan lebih efisien pada manusia. 

Meskipun demikian, akibat tingkat keparahan penyakit yang dapat disebabkan oleh virus flu burung, pihak otoritas dan pemerintah terus memantau perubahan-perubahan genetik tersebut. Flu burung H5N1 merupakan flu yang fatal, dengan tingkat kematian 60% dari jumlah kasus yang ada. Kasus pertama H5N1 pada manusia terjadi pada tahun 1997 di Hong Kong. Penyakit tersebut kemudian ditemukan di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Mesir dengan jumlah kasus yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Afrika, Eropa, dan Asia. 

Diagnosa flu burung

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) telah menyetujui sebuah tes yang didesain untuk mengidentifikasi flu burung. Tes ini dapat menyediakan hasil-hasil awal hanya dalam waktu 4 jam. Sayangnya, tes tersebut tidak tersedia secara meluas. Dokter Anda dapat melakukan beberapa jenis tes seperti auskultasi (tes yang mendeteksi suara pernapasan tidak normal), diferensial sel darah putih, kultur nasopharyngeal, dan pemindaian sinar-X dada untuk mencari keberadaan virus yang dapat menyebabkan penyakit flu burung. Tes-tes tambahan juga dapat dilakukan untuk menilai fungsi hati, ginjal, dan hati. 

Perawatan flu burung

Jenis flu burung yang berbeda dapat menyebabkan gejala yang berbeda pula. Sebagai hasilnya, terdapat jenis perawatan yang berbeda-beda pula. Dalam kebanyakan kasus, perawatan menggunakan obat-obatan antivirus seperti oseltamivir dan zanamivir dapat membantu mengurangi tingkat keparahan penyakit. Akan tetapi, obat-obatan tersebut harus diminum dalam waktu 48 jam setelah gejala muncul pertama kali. 

Sementara itu, virus yang menyerang manusia dapat mengembangkan resistensi terhadap dua bentuk obat-obatan antivirus amantadine dan rimantadine. Obat-obatan ini tidak boleh digunakan untuk merawat penyakit flu burung. 

Keluarga dan orang-orang di sekitar Anda juga akan mendapatkan obat antivirus yang diresepkan sebagai bentuk pencegahan meskipun mereka tidak sakit. Anda juga akan ditempatkan di sebuah ruang isolasi khusus guna mencegah persebaran dan penularan virus pada orang lain. Apabila infeksi Anda cukup parah, dokter akan menggunakan mesin pernapasan untuk membantu Anda bernapas. 

Pencegahan flu burung

Sedikit tidak mungkin untuk mencegah penularan virus flu burung. Meskipun demikian, pihak otoritas dan pemerintah dapat membantu masyarakat dalam bersiap diri akan kemungkinan terjadinya infeksi dengan cara memantau pola migrasi burung. Untuk saat ini, vaksinasi hanya tersedia untuk flu musiman dan bukan flu burung. Vaksin flu musiman tidak melindungi manusia dari flu burung. Masyarakat juga dapat meminimalisir penyebaran virus flu burung dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat sebelum atau setelah menggunakan kamar kecil, mempersiapkan makanan, atau batuk. Apabila Anda batuk, cobalah untuk batuk pada siku atau tisu. Jangan menyentuh permukaan apa pun saat Anda batuk ke tangan karena ada kemungkinan menyebarkan virus ke orang lain. Selain itu, Anda diharuskan untuk melakukan isolasi diri apabila memiliki gejala flu burung. Hindari kerumunan atau tempat-tempat publik yang ramai.

Read More

Gejala dan Penyebab Polip Hidung

Pernahkah Anda menderita kondisi seperti demam yang tidak kunjung sembuh dan hidung mampet yang tidak kunjung reda, bahkan setelah meminum obat flu OTC atau obat-obatan anti alergi? Mungkin Anda menderita polip hidung. Polip hidung adalah pertumbuhan jinak non-kanker yang terjadi di jaringan lapisan, atau mukosa, hidung.

Penyebab polip hidung

Polip hidung tumbuh di jaringan yang meradang pada mukosa hidung. Mukosa adalah lapisan yang sangat basah dan berfungsi untuk melindungi bagian dalam hidung dan sinus, serta melembapkan udara yang Anda hirup. Pada saat terjadi infeksi ataupun iritasi yang disebabkan oleh alergi, mukosa hidung akan bengkak dan memerah, dan mungkin akan memproduksi cairan yang menetes. Dengan iritasi yang berkepanjangan, mukosa dapat membentuk polip. Polip hidung adalah pertumbuhan mirip kista berbentuk bundar dan kecil yang dapat menyumbat hidung. Meskipun beberapa orang dapat memiliki polip tanpa adanya masalah hidung sebelumnya, beberapa faktor tertentu dapat memicu terbentuknya polip seperti infeksi sinus kronis, penyakit asthma, rhinitis alergi, sindrom Churg-Strauss, sensitivitas terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin, serta cystic fibrosis. Selain itu, mungkin ada tendensi turunan bagi beberapa orang untuk menderita polip hidung. Hal tersebut mungkin disebabkan karena gen mereka yang menyebabkan mukosa untuk bereaksi terhadap peradangan.

Gejala polip hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan yang lunak dan tidak sakit di dalam lubang hidung. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, kebanyakan orang sering tidak menyadari mereka menderita kondisi medis ini. Namun, polip hidung dapat tumbuh dan membesar sehingga mampu menutup lubang hidup yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Selain sulit napas, beberapa gejala lain yang ditimbulkan oleh kondisi ini seperti rasa atau sensasi hidung tersumbat, hidung meler, tetesan postnasal (kondisi di mana kelebihan lendir menetes kembali ke belakang tenggorokan), hidung tersumbat, indra penciuman menjadi berkurang, bernapas menggunakan mulut, merasakan adanya tekanan di dahi ataupun wajah, apnea tidur, dan juga tidur mendengkur. Selain itu, rasa sakit atau pusing mungkin dapat timbul terutama apabila terdapat infeksi pada sinus.

Apabila Anda memiliki kondisi atau gejala tersebut di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan lanjut karena apila dibiarkan tanpa pengobatan, polip hidung dapat menyebabkan komplikasi kesehatan karena sifatnya yang menghambat aliran udara dan pengeringan cairan. Selain itu, iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan) juga dapat menyebabkan komplikasi seperti apnea tidur obstruktif (kondisi medis serius di mana Anda akan berhenti bernapas sejenak dan kembali bernapas dengan sering saat tidur), sinusitis kronis dapat memperburuk kondisi asthma, dan polip hidung dapat membuat Anda menjadi lebih rentan untuk terkena infeksi sinus di kemudian hari.

Diagnosa polip hidung

Polip hidung akan mudah terlihat apabila dokter memeriksa lubang hidung menggunakan alat seperti otoscope dan nasoscope. Apabila polip hidung terletak di bagian yang lebih dalam, dokter mungkin harus melakukan endoskopi, yaitu sebuah prosedur medis menggunakan tabung yang fleksible dan tipis dengan kamera dan lampu di ujungnya, ke dalam lubang hidung. Selain itu, pemindaian CT ataupun MRI mungkin diperlukan untuk menentukan ukuran polip hidung yang sebenarnya serta lokasi di mana polip berada. Pemindaian atau scanning juga dapat menunjukkan apabila polip hidung merusak tulang di sekitar tempat polip tumbuh. Pemindaian CT dan MRI juga dapat menentukan apakah kondisi yang dimiliki merupakan pertumbuhan akibat kanker ataupun hanya polip biasa.

Read More

Efek Samping Mengonsumsi Obat Tidur

Obat tidur memiliki efek samping yang harus diwaspadai.

Merupakan jenis obat yang resep konsumsinya diberikan oleh dokter sebagai langkah pengobatan dalam jangka waktu pendek untuk gangguan dan masalah tidur disebut dengan obat tidur. Pemakaian dan penggunaan obat ini harus dan wajib dalam pengawasan dokter, karenanya jika tidak dikonsumsi dengan baik, penggunaan obat ini mampu membawa efek samping yang berbahaya.

Ketika seseorang mengalami gangguan dan masalah tidur, sebaiknya jangan terburu-buru dalam mengonsumsi obat tersebut sebagai cara untuk mengatasinya. Perlu mengetahui apa saja efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi obat ini, bagi orang dalam kondisi tertentu akan merasakan efek yang berbeda.

Efek Samping Obat Tidur

Tidak berbeda jauh dengan penggunaan obat lain pada umumnya, obat yang dipakai untuk memudahkan tidur juga memiliki efek samping. Selain itu, efek yang ditimbulkan oleh obat ini berbeda-beda tergantung dari jenis obat tersebut. Berikut beberapa efek samping yang pada umumnya terjadi.

  • Munculnya perubahan nafsu makan.
  • Bertambahnya berat badan.
  • Perubahan mood atau suasana hati hingga perilaku.
  • Perubahan libido.
  • Munculnya gangguan pada ingatan hingga tidak fokus.
  • Munculnya sensasi terbakar hingga kesemutan pada kaki, tangan dan lengan.
  • Menderita diare.
  • Menjadi susah buang air besar dan kecil.
  • Menjadi susah menjaga keseimbangan.
  • Beberapa anggota tubuh menjadi bergetar atau tremor.
  • Merasakan sakit kepala.
  • Kondisi mulut dan tenggorokan menjadi kering.
  • Kerap buang angin.
  • Mengalami kondisi mengantuk di siang hari.
  • Lemas hingga nyeri perut dan mual.
  • Mengalami kondisi detak jantung yang tidak teratur.
  • Munculnya reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi ini meliputi angoedema, atau pembengkakan parah pada wajah.
  • Timbulnya ketergantungan, seseorang bisa jadi susah dan tidak dapat tidur sebelum mengonsumsi obat khusus tidur terlebih dahulu.

Efek samping lain bisa saja terjadi dalam kasus tertentu, seperti parasomnia, merupakan kondisi di mana tingkah laku serta tindakan menjadi tidak dapat terkontrol. Seseorang yang mengalami kondisi ini bahkan bisa menjadi tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi. Seperti misalnya, para penderita melakukan aktivitas makan minum tanpa sambil tidur.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Obat yang khusus digunakan agar seseorang dapat tidur ini tidak serta merta bisa dikonsumsi oleh banyak orang, terdapat kondisi tertentu bagi seseorang tidak boleh mengonsumsi obat ini. Misalnya, orang yang menderita penyakit asma, obat ini justru akan membuat si penderita semakin sulit untuk bernapas karena efek samping yang ditimbulkan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter agar mengetahui penyebab dan latar belakang munculnya kondisi susah tidur, hal ini dilakukan sebelum mengonsumsi obat tersebut.
  • Obat ini dianjurkan untuk dikonsumsi dalam waktu 15 menit sebelum tidur, akibatnya jika obat ini dikonsumsi tidak dalam waktu itu bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi dan kesadaran.
  • Sebelum mengonsumsi obat ini, selalu baca semua instruksi dari mulai dosis yang tertera pada label hingga efek sampingnya. Jika ada informasi yang tidak dimengerti, segera lakukan konsultasi ke dokter.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dengan minuman keras, perpaduan dari keduanya mampu meningkatkan efek samping, bahkan dapat sampai menyebabkan napas berhenti.
  • Tidak diperbolehkan mengonsumsi jeruk Bali bahkan dalam bentuk jus ketika di saat yang sama juga mengonsumsi obat ini. Buah ini mampu meningkatkan kadar obat yang diserap pembuluh darah.
  • Obat tidur dalam jenis tertentu digunakan untuk konsumsi jangka waktu pendek, seperti salah satunya untuk 10 hari, ini merupakan alasan mengapa tidak diperbolehkan konsumsi jangka panjang.
Read More

Colonoscopy

Jika pasien mengalami masalah pada bagian perut, salah satu cara untuk memeriksa kondisi di bagian perut adalah colonoscopy. Colonoscopy merupakan cara yang dilakukan dokter untuk mendeteksi jika pasien mengalami perubahan atau abnormalitas pada usus.

Colonoscopy dilakukan dengan benda yang disebut sebagai kolonoskop. Kolonoskop terdapat selang fleksibel dilengkapi dengan kamera. Benda tersebut akan dimasukkan ke anus pasien untuk dipantau melalui layar jika pasien terindikasi mengalami masalah pada bagian usus.

Alasan Colonoscopy Perlu Dilakukan

Ada baiknya dokter menggunakan metode colonoscopy untuk membantu pasien karena alasan berikut:

  • Colonoscopy dapat mendeteksi lebih cepat kanker usus besar yang terjadi pada pasien.
  • Colonoscopy dapat mengetahui jika pasien mengalami kekambuhan pada perut atau tidak.
  • Colonoscopy dapat mencari tahu penyebab yang memungkinkan terjadi pada sistem pencernaan berupa nyeri pada perut, diare, bahkan darah pada tinja.
  • Colonoscopy dapat memberikan keterangan jika pasien perlu didiagnosis karena kondisi perut abnormal.

Orang-Orang Yang Perlu Menjalani Colonoscopy

Colonoscopy penting untuk dilakukan karena dapat membantu orang yang mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Kanker usus besar atau polip.
  • Kanker kolon.
  • Kondisi yang dapat memicu pasien mengalami kanker usus besar.
  • Orang yang memiliki kondisi serius pada sistem pencernaan seperti diare kronis dan konstipasi kronis.

Persiapan Untuk Menjalani Colonoscopy

Jika pasien ingin menjalani colonoscopy, ada persiapan yang perlu mereka lakukan. Sebelum mereka menjalani colonoscopy, mereka perlu mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan. Pasien dapat mengeluarkan isi perut dengan dua cara. Cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Diet khusus

Pasien perlu menjalani diet khusus dengan tidak makan atau puasa selama persiapan colonoscopy, namun mereka tetap diperbolehkan untuk minum air mineral, sup kaldu, atau teh tanpa penambah rasa.

Selain itu, pasien sebaiknya tidak minum cairan berwarna merah seperti sirup supaya tidak terjadi kesalahpahaman jika dokter memeriksa bagian usus pasien. Dokter mungkin mengira jika cairan tersebut adalah darah.

  • Obat pencahar

Obat pencahar atau lebih umum disebut sebagai laksatif, adalah cara lain yang bisa digunakan pasien untuk membuang kotoran dari perut dalam bentuk pil atau cairan. Pasien sebaiknya gunakan laksatif dalam waktu dekat, sebelum melakukan colonoscopy.

Selain dalam kemasan pil atau cairan, pasien bisa menggunakan obat pencahar melalui anus. Hal ini disebut sebagai enema. Enema bisa dibeli di apotek. Dokter juga sering menggunakan enema dalam proses pemeriksaan karena lebih efektif dari obat pencahar biasa.

Di sisi lain, pasien sebaiknya konsultasikan metode ini dengan dokter. Metode ini belum tentu berhasil sepenuhnya karena beberapa obat bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan colonoscopy. Contoh obat yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan tersebut adalah obat diabetes, obat hipertensi, obat penyakit jantung, obat pengencer darah, dan suplemen yang mengandung zat besi.

Prosedur Colonoscopy

Setelah pasien mengosongkan perut melalui cara yang disebutkan di atas, pasien dapat memulai colonoscopy. Proses ini memakan waktu antara 30 menit sampai satu jam. Prosedur-prosedur yang pasien perlu lakukan selama menjalani colonoscopy adalah sebagai berikut:

  • Pasien diminta untuk ganti pakaian dengan pakaian rumah sakit.
  • Dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi miring dan kedua lutut pasien menempel pada dada.
  • Agar pasien merasa rileks, pasien akan dibius dalam bentuk pil atau suntikan.
  • Setelah pasien tidak menyadarkan diri, dokter akan memasukkan kolonoskop ke dalam anus. Dokter juga dapat memompa karbondioksida ke usus besar supaya dapat memberikan ruang untuk kolonoskop dan memantau perkembangan colonoscopy.
  • Dokter akan mengambil sampel berupa gambar selama pemeriksaan berlangsung.
  • Setelah dokter selesai melakukan colonoscopy pada pasien, dokter akan mengeluarkan kolonoskop dari tubuh pasien. Ketika pasien sadar, pasien akan mengalami kram pada perut dan merasa ingin buang air besar.

Hasil Colonoscopy

Setelah pasien selesai melakukan colonoscopy, mereka nanti akan mendapatkan hasilnya. Pasien bisa saja mendapatkan hasil colonoscopy yang normal (negatif) atau tidak normal (positif). Dokter menemukan polip pada usus besar atau jaringan abnormal sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan.

Pasien yang mengalami polip pada usus besar bukan berarti akan mengalami kanker. Namun, pasien tetap memiliki risiko yang meliputi tumor ganas. Oleh karena itu, dokter akan mengatasi masalah ini dengan mengambil sampel jaringan polip pasien yang kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Jika pasien mendapatkan hasil positif setelah melakukan pemeriksaan colonoscopy, mereka bisa melakukan colonoscopy lagi. Metode colonoscopy yang dilakukan terhadap pasien belum tentu memberikan hasil yang baik.

Read More

Manfaat dan Efek Samping Rontgen Dada

Pemeriksaan sinar-X merupakan alat pencitraan yang digunakan dunia medis di seluruh dunia. Sejak pertama kali digunakan untuk memeriksa tulang 100 tahun yang lalu, pemeriksaan sinar-X sudah menyelamatkan banyak nyawa dan membantu menemukan banyak penemuan. Pada dasarnya, sinar-X terjadi secara alami dari radiasi elektromagnetik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menunjukkan kekhawatiran mereka tentang implikasi kesehatan dari sinar-X. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sinar-X, seperti rontgen dada misalnya, sebanding dengan risiko kesehatan yang mungkin dapat ditimbulkan? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan saat rontgen dada?

Tindakan rontgen dada menggunakan sinar-X sebagai alat untuk memproduksi gambar jantung, paru-paru, pembuluh darah, saluran pernapasan, dan tulang yang ada di dada dan tulang punggung. Saat Anda pergi ke dokter karena memiliki keluhan berupa sakit dada atau sesak napas, biasanya Anda akan mendapatkan pemeriksaan sinar-X. Gambar yang dihasilkan dari tindakan pencitraan tersebut akan membantu dokter untuk memutuskan apakah Anda memiliki penyakit jantung, masalah paru-paru, pneumonia, tulang rusuk yang patah, empisema, kanker, dan kondisi kesehatan lain. Namun, apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan dalam tindakan rontgen dada?

Sinar-X pertama kali dideskripsikan oleh Wilhelm Rontgen. Beberapa minggu setelah dirinya menemukan bahwa kita bisa menggunakan sinar-X tersebut untuk melihat tulang, sinar-X digunakan untuk kepentingan medis, dengan orang pertama yang mendapatkan pemeriksaan sinar-X adalah Eddie McCarthy pada tahun 1986 akibat terjatuh saat berselancar. Semua orang di muka Bumi mendapatkan paparan radiasi dalam jumlah tertentu. Benda-benda radioaktif ditemukan secara alami di udara, tanah, air, bebatuan, dan tanaman. Sumber radiasi alami terbesar untuk manusia adalah radon. Sebagai tambahan, Bumi secara terus-menerus mendapatkan paparan radiasi kosmik, termasuk sinar-X. Sinar tersebut tidak membahayakan, tetapi tidak bisa dihindari. Radiasi dalam kadar yang rendah hampir tidak menimbulkan efek yang berarti.

Manfaat sinar-X dalam dunia medis

Fakta bahwa sinar-X telah digunakan dalam dunia medis dalam waktu yang lama menunjukkan manfaat yang dibawanya. Meskipun penggunaan sinar-X saja tidak cukup untuk mendiagnosa penyakit atau suatu kondisi, tindakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian penting dalam proses diagnosa. Beberapa manfaat dari sinar-X dalam dunia medis seperti:

  • Non-invasif. Sinar-X dapat membantu mendiagnosa sebuah gangguan medis tanpa harus memeriksa bagian tubuh seseorang secara langsung.
  • Pemandu. Sinar-X dapat membantu tenaga medis saat memasukkan kateter, stent, atau alat lain ke dalam tubuh pasien.
  • Penemuan yang tidak disangka. Sinar-X terkadang bisa menunjukkan fitur atau patologi yang berbeda dari alasan utama gambar pencitraan. Misalnya, infeksi pada tulang, gas atau cairan di area yang seharusnya tidak ada gas ataupun cairan, serta beberapa jenis tumor.

Efek samping sinar-X

Ketika seseorang melakukan rontgen dada, adakah efek samping dari sinar-X bagi kesehatan tubuh? Sinar-X sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker. Namun, risiko tersebut sangat rendah dengan efek samping yang singkat. Namun, paparan terhadap level radiasi yang tinggi dan menyebabkan beberapa efek samping, misalnya muntah, berdarah, pingsan, rambut rontok, dan kulit yang mengelupas. Namun sinar-X yang digunakan dalam dunia medis berada dalam dosis radiasi yang rendah sehingga tidak akan memberikan efek samping pada kesehatan mereka yang mendapatkan paparan sinar tersebut. Secara keseluruhan, penggunaan sinar-X untuk melakukan tindakan rontgen dada penting agar mendapatkan diagnosa yang tepat dan akurat. 

Read More