Kenali Jenis-Jenis Bela Diri yang Dapat Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

Bela diri memang banyak dipelajari untuk melatih kemampuan pertahanan diri terhadap serangan fisik atau konfrontasi lainnya. Beragam bela diri dapat Anda pilih, Brazilian Jiu-Jitsu dapat melatih Anda untuk menghadapi pertandingan jalanan yang tidak dapat diprediksi. Tidak hanya itu, masih ada banyak lagi jenis-jenis bela diri yang direkomendasikan untuk dapat meningkatkan kemampuan pertahanan diri sambil meningkatkan kesehatan dan menurunkan berat badan. Sebut saja latihan Mixed Martial Arts (MMA) yang dapat menyelamatkan hidup Anda, sambil bisa membakar kalori dan lemak dalam tubuh.

Dengan kata lain, mengikuti latihan bela diri merupakan pilihan cerdas dan ideal untuk meningkatkan daya tahan, kebugaran, dan kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa jenis bela diri yang ternyata ampuh untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan Anda hingga ideal.

1. Judo

Jika Anda ingin belajar bela diri untuk menambah kemampuan pertahanan diri, Judo adalah pilihan yang sangat tepat untuk Anda ambil. Sebab, bagian awal yang akan dipelajari para pemula dalam judo adalah pertahanan diri untuk pemula. Namun, mengandalkan latihan judo tidak akan membantu Anda menurunkan berat badan secara instan. Pasalnya, gaya bertarung ini tidak menggunakan banyak gerakan melompat, berlari, atau menyerang. Meskipun begitu, Anda tetap dapat memperoleh tubuh yang ideal dengan melakukan beberapa latihan kekuatan dan pengondisian sebelum berlatih judo.

2. Capoeira

Capoeira merupakan salah satu seni bela diri paling aktif yang sangat sulit dipelajari dan dipraktikkan. Walaupun begitu, perpaduan antara tarian dan pertempuran membuat bela diri ini menarik dengan beragam gerakan yang sangat efektif, seperti:

  • Pukulan
  • Menjatuhkan
  • Tendanan
  • Sapuan
  • Serangan siku
  • Akrobatik
  • Serangan lutut

Banyaknya ragam gerakan dari bela diri ini membuat setiap latihannya akan membakar banyak sekali kalori. Tidak heran jika dengan belajar seni bela diri ini Anda akan menurunkan berat badan secara drastis. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika Anda menjadi atlet profesional capoeira? Dijamin Anda akan memiliki tubuh yang langsing dan bugar!

3. Karate

Bela diri ini memiliki fokus pada peningkatan daya dan kekuatan. Dengan kata lain, latihan bela diri ini akan memberikan aktivitas yang cukup tinggi pada tubuh dengan penguatan otot inti. Itulah sebabnya, karate mampu membantu Anda untuk menurunkan berat badan serta membangun power dan kekuatan. Meskipun begitu, gerakannya kurang efektif untuk latihan kardio.

4. Taekwondo

Taekwondo adalah seni bela diri yang menyerap beragam teknik dan gaya bertarung dari banyak seni bela diri lainnya. Latihan ini fokus pada beberapa gerakan, diantaranya :

  • Lompatan
  • Putaran
  • Tendangan

Taekwondo juga lebih fokus pada gerakan-gerakan tendangan dibandingkan dengan pukulan tangan. Berbeda dengan karate, taekwondo sangat cocok untuk latihan kardio dan penguatan kaki dengan dominasi gerakan melompat dan menendang.

Sama seperti karate, taekwondo juga akan membuat Anda kehilangan banyak sekali kalori karena gerakan yang intens dan berat.

5. Krav Maga

Krav Maga bisa dikatakan sebagai salah satu seni bela diri paling brutal abad ini. Bela diri ini menggabungkan gerakan dari judo, muay thai, jiu-jitsu, gulat, wing chun (Bruce Lee), dan tinju.

Dalam kehidupan nyata, Krav Maga akan sangat dapat diandalkan sebagai kemampuan mempertahankan diri dari serangan keras. Anda dapat bergulat dengan lawan, melucuti senjata, dan bahkan menjatuhkannya dalam hitungan menit.

Fokus latihan pada bela diri Krav Maga adalah kecepatan dan kekuatan. Dengan menguasainya, Anda dipastikan dapat mendaratkan serangan yang kuat dan cepat hingga lawan pun kalah. Sayangnya, bela diri ini kurang cocok untuk diandalkan sebagai latihan untuk menurunkan berat badan. Anda dapat menambah latihan fisik lain jika ingin mendapatkan tubuh yang lebih langsing dan ideal.

6. Tinju

Seperti halnya Krav Maga, tinju bukanlah pilihan tepat untuk Anda yang menginginkan penurunan berat badan dengan berlatih seni bela diri. Selama sesi pertandingan dan latihan, gerakan-gerakan yang dilakukan dalam tinju tidak membakar cukup banyak kalori. Namun, jika Anda berlatih tinju dengan daya dan kekuatan maksimal, Anda dapat membakar lebih banyak kalori. Ditambah dengan beragam gerakan tubuh bagian atas dan gerakan menghindar cepat kalori akan lebih mudah terbakar. Sayangnya, dengan melakukan itu Anda akan mudah merasa lelah.

7. Mixed Martial Art

Terakhir, MMA menjadi bela diri yang paling bisa diandalkan untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Beragam gerakan dan teknik yang membutuhkan daya dan kecepatan dalam MMA akan membuat Anda mengaktifkan semua otot tubuh sambil membakar kalori.

Itulah beberapa latihan bela diri dengan kemampuannya untuk menurunkan berat badan secara efektif. Akan tetapi, semua itu harus diiringi dengan pola hidup dan makan yang baik dan sehat. Dengan begitu, latihan yang Anda lakukan akan lebih cepat memberikan hasil yang nyata.

Read More

Pilih Makanan yang Tepat Untuk Redakan Pilek Dengan Cepat

Makanan merupakan kunci agar tubuh cepat pulih dari infeksi virus penyebab pilek dan flu. Sayangnya, tidak semua makanan dapat Anda konsumsi saat sedang pilek dan flu. Pasalnya, beberapa makanan yang tampak sehat ternyata dapat memperparah gejala pilek yang mengganggu. Selain itu, asupan cairan tubuh juga harus dioptimalkan untuk memastikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik.

Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Pilek dan Flu

Saat sedang flu, tubuh membutuhkan asupan kalori, antioksidan, dan vitamin untuk dapat mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus. Itulah sebabnya, makanan kaya protein dan antioksidan sangat penting untuk Anda perbanyak saat sedang terserang flu.

1. Sup Ayam
Saat flu melanda, pastikan untuk tidak melewatkan sup ayam hangat yang sudah disiapkan ibu atau istri Anda. Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa sup ayam mampu membantu meredakan gejala flu dengan membersihkan saluran hidung dan mengatasi hidung tersumbat lebih baik daripada minuman panas lainnya. Makanan ini juga memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu menangani gejala pilek.

2. Jeruk
Anda pasti pernah mendengar salah satu tips untuk menghindari masuk angin adalah dengan mengonsumsi banyak vitamin C. Meskipun tidak menjamin Anda akan terbebas dari flu dan pilek, vitamin C yang cukup akan meminimalisir risiko tertular penyakit, khususnya untuk Anda yang sering berada di tempat umum. Namun, untuk meredakan pilek, Anda dapat mengonsumsi air hangat dari perasan jeruk, lemon, ataupun limau.

3. Sayur-Sayuran
Kale, brokoli, cranberry, teh hijau, bawang merah, dan blueberry memiliki kandungan antioksidan yang disebut quercetin. Quercetin ini terbukti dapat membantu tubuh Anda untuk mengatasi virus flu biasa. Meskipun penelitian ini terbilang baru, tidak ada salahnya untuk mencobanya, bukan?

4. Makanan Pedas
Waspadai asupan makanan pedas saat pilek. Meskipun terasa melegakan, makanan pedas ini tidak akan membantu Anda menghilangkan pilek. Meskipun begitu, cabai tetap dapat diandalkan untuk membersihkan saluran hidung sehingga mampu membuat Anda merasa lebih baik. Pasalnya, cabai memiliki kandungan capsaicin yang dapat membantu meringankan sakit kepala.

5. Jahe
Secangkir teh jahe hangat dan segar mungkin hanya akan dibutuhkan saat Anda sedang mengalami flu dan pilek. Minuman ini memang sangat dapat diandalkan untuk membantu melegakan hidung tersumbat dan menenangkan tenggorokan. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa cabai dapat membantu mencegah flu biasa dengan menangkal virus.

6. Bawang putih
Dari hasil penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa kandungan yang dapat mengatasi flu biasa. Selain itu, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bawang putih dapat mencegah masuk angin. Anda dapat mengonsumsinya dalam bumbu makanan olahan seperti sup ayam.

Makanan yang Harus Dihindari saat Pilek dan Flu

Di sisi lain, ada pula beberapa makanan dan minuman yang harus Anda hindari saat pilek dan flu. Makanan dan minuman ini berupa makanan yang dapat meningkatkan jumlah lendir dan dapat mengurangi kadar air dalam tubuh.

1. Olahan Susu
Perhatikan beragam pilihan makanan dan minuman olahan susu seperti susu, yogurt, es krim, dan keju. Bagi Anda yang sedang flu atau pilek dianjurkan untuk menghindari makanan ini sementara karena berisiko memperparah pilek Anda. Hal ini disebabkan makanan olahan susu dapat memicu lebih banyak lendir. Namun, jika flu yang Anda rasakan tidak menunjukkan gejala pilek, Anda dapat mengonsumsi es susu untuk meredakan sakit tenggorokan


2. Kafein dan Alkohol
Anda lebih baik menghindari dua minuman ini saat sedang flu dan pilek. Hal ini penting sebab Anda membutuhkan banyak cairan untuk meredakan demam yang terjadi pada tubuh. Dengan memberikan asupan kafein dan alkohol, tubuh akan kekurangan cairan tubuh sehingga berisiko memperparah kondisi kesehatan Anda.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang perlu Anda konsumsi dan hindari saat pilek menyerang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Read More

Kapan Saya Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter Saat Pilek Dan Flu?

Flu yang disertai batuk dan pilek merupakan gejala infeksi virus biasa yang dapat sembuh seiring dengan istirahat ditambah asupan obat pereda gejala. Bahkan, tenggorokan yang gatal, batuk yang mengganggu, bersin, hidung tersumbat, dan tubuh lemas kerap menjadi gejala flu yang dapat berhenti dengan banyak tidur, makan sup ayam, dan minum teh madu hangat. Namun, ada waktu di mana seseorang mendapatkan gejala flu dan pilek yang serius sehingga dianjurkan untuk segera berkonsultasi pada dokter. Berikut ini adalah beberapa gejala yang menandakan bahwa Anda perlu segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Sesak Napas dan Nyeri Dada
Meriang dan flu seharusnya tidak membuat Anda sesak napas atau menyebabkan dada sakit. Jika itu terjadi, hal ini dapat menjadi pertanda masalah yang lebih serius, seperti penyakit jantung, asma, atau radang paru-paru. Untuk itu, segera dokter Anda atau datangi instalasi gawat darurat.

Demam yang Tak Kunjung Reda
Jika demam tidak juga hilang setelah lebih dari 3 hari, itu mungkin menandakan adanya infeksi lain di tubuh Anda yang membutuhkan perawatan khusus. Apalagi jika suhu tubuh Anda meningkat hingga lebih dari 37 derajat celsius. Pastikan untuk segera ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Sulit Makan dan Minum
Ingat, tubuh Anda membutuhkan asupan kalori, nutrisi, dan cairan untuk dapat bekerja dengan benar. Jika Anda tidak dapat makan, minum, dan selalu muntah saat menelan sesuatu, Anda mungkin perlu pergi ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan asupan melalui infus.

Rasa Sakit yang Tidak Tertahankan Saat Menelan

Rasa sakit tenggorokan yang terjadi saat flu, batuk, atau pilek biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Namun, jika Anda mengalami rasa sakit yang perih dan tidak tertahankan saat menelan, bisa jadi Anda mengalami infeksi atau cedera pada bagian tenggorokan yang perlu ditangani oleh dokter.

Batuk yang Tak Kunjung Pulih
Jika batuk juga tidak kunjung hilang, ada kemungkinan Anda mengalami postnasal drip, yaitu kondisi di mana dahak bergerak dari hidung ke tenggorokan. Hal ini dapat diobati dengan antihistamin. Akan tetapi, ada kemungkinan juga hal ini terjadi akibat asma atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Jika hal ini terjadi, dokter dapat memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Selain itu, batuk yang berat dan terus menerus terjadi juga merupakan gejala utama batuk rejan. Jadi, jika Anda sudah mengalami batuk selama lebih dari 2-3 minggu, dokter mungkin akan melakukan tes untuk melihat apakah yang terjadi dan bagaimana pengobatan yang tepat.

Hidung Tersumbat dan Sakit Kepala yang Tidak Hilang
Pilek dan alergi yang menghambat hidung Anda dengan lendir dapat menyebabkan infeksi sinus. Jika obat flu yang Anda minum tidak memberi efek apa pun, segera temui dokter untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah beberapa tanda yang harus Anda perhatikan saat menghadapi flu, batuk, dan pilek. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda-tanda di atas untuk mendapatkan perawatan lanjut yang tepat.

Read More