Efek Samping Mengonsumsi Obat Tidur

Obat tidur memiliki efek samping yang harus diwaspadai.

Merupakan jenis obat yang resep konsumsinya diberikan oleh dokter sebagai langkah pengobatan dalam jangka waktu pendek untuk gangguan dan masalah tidur disebut dengan obat tidur. Pemakaian dan penggunaan obat ini harus dan wajib dalam pengawasan dokter, karenanya jika tidak dikonsumsi dengan baik, penggunaan obat ini mampu membawa efek samping yang berbahaya.

Ketika seseorang mengalami gangguan dan masalah tidur, sebaiknya jangan terburu-buru dalam mengonsumsi obat tersebut sebagai cara untuk mengatasinya. Perlu mengetahui apa saja efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi obat ini, bagi orang dalam kondisi tertentu akan merasakan efek yang berbeda.

Efek Samping Obat Tidur

Tidak berbeda jauh dengan penggunaan obat lain pada umumnya, obat yang dipakai untuk memudahkan tidur juga memiliki efek samping. Selain itu, efek yang ditimbulkan oleh obat ini berbeda-beda tergantung dari jenis obat tersebut. Berikut beberapa efek samping yang pada umumnya terjadi.

  • Munculnya perubahan nafsu makan.
  • Bertambahnya berat badan.
  • Perubahan mood atau suasana hati hingga perilaku.
  • Perubahan libido.
  • Munculnya gangguan pada ingatan hingga tidak fokus.
  • Munculnya sensasi terbakar hingga kesemutan pada kaki, tangan dan lengan.
  • Menderita diare.
  • Menjadi susah buang air besar dan kecil.
  • Menjadi susah menjaga keseimbangan.
  • Beberapa anggota tubuh menjadi bergetar atau tremor.
  • Merasakan sakit kepala.
  • Kondisi mulut dan tenggorokan menjadi kering.
  • Kerap buang angin.
  • Mengalami kondisi mengantuk di siang hari.
  • Lemas hingga nyeri perut dan mual.
  • Mengalami kondisi detak jantung yang tidak teratur.
  • Munculnya reaksi alergi parah yang disebut anafilaksis. Reaksi ini meliputi angoedema, atau pembengkakan parah pada wajah.
  • Timbulnya ketergantungan, seseorang bisa jadi susah dan tidak dapat tidur sebelum mengonsumsi obat khusus tidur terlebih dahulu.

Efek samping lain bisa saja terjadi dalam kasus tertentu, seperti parasomnia, merupakan kondisi di mana tingkah laku serta tindakan menjadi tidak dapat terkontrol. Seseorang yang mengalami kondisi ini bahkan bisa menjadi tidak sadar dengan apa yang sedang terjadi. Seperti misalnya, para penderita melakukan aktivitas makan minum tanpa sambil tidur.

Hal Yang Harus Diperhatikan

Obat yang khusus digunakan agar seseorang dapat tidur ini tidak serta merta bisa dikonsumsi oleh banyak orang, terdapat kondisi tertentu bagi seseorang tidak boleh mengonsumsi obat ini. Misalnya, orang yang menderita penyakit asma, obat ini justru akan membuat si penderita semakin sulit untuk bernapas karena efek samping yang ditimbulkan, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter agar mengetahui penyebab dan latar belakang munculnya kondisi susah tidur, hal ini dilakukan sebelum mengonsumsi obat tersebut.
  • Obat ini dianjurkan untuk dikonsumsi dalam waktu 15 menit sebelum tidur, akibatnya jika obat ini dikonsumsi tidak dalam waktu itu bisa membuat seseorang kehilangan konsentrasi dan kesadaran.
  • Sebelum mengonsumsi obat ini, selalu baca semua instruksi dari mulai dosis yang tertera pada label hingga efek sampingnya. Jika ada informasi yang tidak dimengerti, segera lakukan konsultasi ke dokter.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dengan minuman keras, perpaduan dari keduanya mampu meningkatkan efek samping, bahkan dapat sampai menyebabkan napas berhenti.
  • Tidak diperbolehkan mengonsumsi jeruk Bali bahkan dalam bentuk jus ketika di saat yang sama juga mengonsumsi obat ini. Buah ini mampu meningkatkan kadar obat yang diserap pembuluh darah.
  • Obat tidur dalam jenis tertentu digunakan untuk konsumsi jangka waktu pendek, seperti salah satunya untuk 10 hari, ini merupakan alasan mengapa tidak diperbolehkan konsumsi jangka panjang.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*