Apakah Floaters Berbahaya? Gejala dan Penyebab

Pernahkan Anda melihat bitnik-bintik atau titik yang melayang pada bidang penglihatan Anda? Bintik-bintik berwarna hitam atau abu-abu tersebut disebut dengan istilah “floaters”. Floaters tidak menyebabkan rasa sakit atau menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, karena mengganggu penglihatan, floaters dapat mengganggu Anda menjalani aktivitas sehari-hari. Karena floaters berada di dalam cairan mata Anda, floaters akan bergerak mengikuti gerakan mata. Apabila Anda mencoba untuk melihatnya, floaters akan terlihat menjauh. Floaters biasanya muncul ketika Anda melihat sebuah obyek yang terang seperti langit, benda yang memantulkan cahaya, dan kertas kosong. Floaters dapat muncul pada salah satu mata ataupun keduanya. Floaters tidak membutuhkan perawatan karena tidak membahayakan penglihatan. Meskipun demikian, terkadang floaters membuat seseorang kesulitan dalam melihat dan membutuhkan pembersihan untuk mengembalikan penglihatan. Selain itu, floaters dapat menjadi gejala atau tanda-tanda masalah kesehatan, seperti kerusakan pada retina.

Gejala floaters

Gejala utama munculnya floaters pada mata adalah munculnya obyek-obyek aneh tertentu pada bidang penglihatan seseorang. Floaters dapat muncul dlam bentuk yang berbeda-beda, seperti titik atau bintik berbayang, garis kecil, lingkaran, bentuk sarang laba-laba, dan bentuk-bentuk tidak teratur lainnya. Floaters juga dapat menyerupai daerah penglihatan yang lebih gelap ataupun lebih terang. Terkadang, daerah yang memiliki floaters akan sedikit terlihat buram atau kabur apabila dibandingkan dengan daerah lain pada bidang penglihatan Anda.

Meskipun berukuran kecil, floaters dapat mengganggu pandangan secara signifikan karena dekat dengan daerah input mata. Salah satu karasteristik floaters adalah ia sering bergerak bolak-balik di bidang pandangan Anda. Mencoba melihat floaters secara langsung akan membuat floaters bergerak menjauh dari penglihatan. Saat seseorang mengistirahatkan mata mereka, floaters akan melayang dengan sendirinya.

Penyebab floaters

Perubahan-perubahan pada daerah mata yang disebabkan faktor usia menjadi penyebab utama kasus floaters. Kornea dan lensa pada mata memusatkan cahaya ke retina di belakang mata. Saat cahaya melewati mata dari depan ke belakang, cahaya akan melewati zat seperti kaca dan berbentuk seperti jelly yang ada di dalam mata. Perubahan-perubahan pada zat tersebut dapat menyebabkan terbentuknya floaters. Hal ini merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi terutama dengan bertambahnya usia yang disebut dengan sinergi vitreous. Vitreous yang tadinya kental menjadi lebih encer dengan bertambahnya usia, dan bagian dalam mata akan dipenuhi serpihan dan endapan. Serat-serat mikroskopis di dalam vitreous juga akan merumpun. Saat cahaya melewati mata, serpihan dan endapan tersebut akan menyebabkan terbentuknya bayangan yang disebut dengan floaters. Selain itu, floaters juga bisa disebabkan oleh hal-hal seperti:

  • Cedera mata. Apabila mata terkena pukulan atau rusak akibat kecelakaan, hal ini dapat menyebabkan terbentuknya floaters.
  • Rabun dekat. Orang-orang yang memiliki gangguan rabun dekat akan sering mengalami floaters. Selain itu, sinergi vitreous juga akan terjadi lebih cepat pada mereka yang menderita rabun dekat.
  • Peradangan. Bengkak atau peradangan pada mata sering menyebabkan infeksi yang berujung pada terbentuknya floaters.
  • Retinopati diabetes. Diabetes dapat merusak pembuluh darah yang menuju retina. Saat pembuluh tersebut rusak, retina mungkin tidak akan bisa menafsirkan gambar dan cahaya yang mengenainya.
  • Endapan. Berbagai macam endapan yang terbentuk di dalam vitreous dapat mengganggu cahaya yang lewat dari bagian depan mata ke bagian belakang.

Floaters tidak memberikan rasa sakit saat terjadi. Namun, segera temui dokter mata Anda apabila floaters menyebabkan sakit, Anda kehilangan penglihatan, buta sebelah, ataupun floaters mengalami perubahan bentuk dan ukuran.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*