Apa itu Kepribadian Narsistik? Ini Penjelasannya

mengenali tanda dan gejala kepribadian narsistik

Dikenal dengan istilah Narcissistic Personality Disorder yang merupakan sebuah gangguan mental, kepribadian narsistik adalah keadaan di mana seseorang menganggap dirinya jauh lebih penting ketimbang orang lain. Selain itu, merasa memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mendapatkan pujian atau dibanggakan dengan empati yang rendah terhadap orang lain.

Namun demikian, ternyata di balik rasa percaya diri yang begitu tinggi sebenarnya seseorang yang mengalami keadaan ini tengah berada dalam kondisi yang rapuh akan kepercayaan dirinya. Dan rasa percaya diri itu mudah runtuh hanya dengan sebuah kritikan dari orang lain yang ditujukan kepada seseorang dengan kepribadian seperti itu.

Kepribadian Narsistik

Kondisi ini merupakan termasuk dalam salah satu gangguan yang langka, laki-laki disebut lebih rentan mengalami gangguan ini ketimbang para wanita. Selain itu, kondisi ini juga sering kali dialami atau muncul ketika di usia remaja dan dewasa. Salah satu ciri gangguan ini juga bisa muncul ketika masa kanak-kanak dan remaja.

Meski demikian, bukan berarti bahwa ciri dari kepribadian ini bisa berlanjut menjadi sebuah gangguan dari kepribadian seseorang. Jika mengalami perubahan yang menyangkut perasaan yang merupakan masalah gangguan kepribadian, seseorang disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Tanda dan Gejala Gangguan Kepribadian

  • Menilai dan merasa diri sendiri terlalu tinggi ketimbang orang lain secara berlebihan, menganggap dirinya superior tanpa adanya pencapaian yang pantas.
  • Melebih-lebihkan pencapaian atau bakat pada diri sendiri dan meyakini bahwa orang-orang sama istimewanya yang hanya akan memahami hal tersebut.
  • Memiliki preokupasi, kondisi di mana pikiran dipenuhi dengan fantasi terhadap sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan dan ketampanan hingga pasangan sempurna.
  • Mempunyai kebutuhan untuk selalu dipuji dan dikagumi, merasa dirinya istimewa dan menganggap dirinya pantas diberi perlakuan spesial.
  • Memanfaatkan orang lain hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tidak mampu meraba rasa atau menyadari perasaan dan kebutuhan orang lain.
  • Merasa cemburu terhadap orang lain dan cemburu terhadap diri sendiri, hingga memiliki perilaku yang arogan.

Seseorang disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter jika memiliki atau mengalami beberapa ciri dan gejala dari gangguan kepribadian di atas. Bisa juga ketika seseorang mengalami kesedihan yang berlarut-larut, penanganan yang tepat akan membuat hidup seseorang lebih ringan dan menyenangkan.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab gangguan kepribadian ini belum diketahui secara pasti, tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli menyebutkan bahwa perilaku orang tua sangat berkaitan dengan gangguan kepribadian ini. Termasuk di antaranya, kekerasan, dimanjakan, ditinggalkan hingga memberikan anak pujian terlalu tinggi.

Selain itu para peneliti juga memiliki dugaan bahwa ketika anak dibesarkan oleh orang tua yang terlalu menekankan pada keistimewaan anak hingga terlalu mengkritisi rasa takut serta kegagalan juga termasuk risiko munculnya gangguan ini. Faktor gen dan masalah fisik serta psikologis juga merupakan penyebab adanya gangguan ini.

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kepribadian narsistik ini adalah menjalani psikoterapi sekaligus menjadi perawatan terbaik. Bisa dilakukan dengan psikiater atau psikolog, terapi ini mampu membantu seseorang memahami perasaan dan perilakunya sendiri. Ada pula metode lain, metode perilaku kognitif yang bisa membantu menemukan perilaku tak sehat seseorang.

Beberapa jenis pengobatan di rumah juga bisa dilakukan, seperti di antaranya selalu terbuka dan bersosialisasi dengan orang lain. Lalu belajar ilmu kesehatan terkait gangguan kepribadian ini, atau mengunjungi pusat kesehatan dan yang paling ampuh adalah mengurangi stres dengan melakukan meditasi dan yoga.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*