Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat

Puasa untuk ibu hamil memerlukan keseimbangan cairan dan nutrisi yang sangat ketat karena terdapat berbagai perubahan dalam tubuh dalam calon ibu dan adanya Si Kecil yang perlu diperhatikan asupan nutrisinya.

Puasa memang memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Namun, bagi ibu hamil yang ingin berpuasa, apakah aman untuk kesehatan? Setiap ibu hamil memiliki kondisi kesehatan dan usia janin yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak ada standar yang tetap dalam menentukan boleh atau tidaknya ibu hamil berpuasa saat masa kehamilannya.

Meskipun kontroversi tentang boleh tidaknya ibu hamil berpuasa belum menemukan titik terang, tetapi berpuasa saat sedang mengandung tidak terlalu dianjurkan. Saat berpuasa, tubuh akan memproduksi senyawa keton yang dapat memberikan dampak negative pada calon bayi.

Puasa untuk ibu hamil menimbulkan berbagai risiko yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah masalah kekurangan zat besi, terutama saat trimester ketiga, yang dapat meningkatkan peluang anak mengalami anemia saat ulang tahun pertamanya. Ketika ibu hamil berpuasa, juga bisa mengurangi asupan zat besi untuk buah hati.

Puasa untuk ibu hamil berpotensi untuk menimbulkan berbagai risiko lainnya, seperti:

  • Berat badan yang sedikit lebih rendah dari normal, khususnya saat puasa dilakukan di trimester pertama
  • Akan merasa lemas
  • Melahirkan bayi secara prematur 

Tips menjalankan puasa saat masa kehamilan:

  1. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan

Sebelum menjalankan puasa, sebaiknya Ada berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Tanyakan kepada dokter apakah kondisi kehamilan Anda memungkinkan untuk menjalankan puasa. Setelah itu, dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan tahap kehamilan untuk menentukan apakah tubuh Anda bisa untuk berpuasa atau tidak.

Ibu hamil dengan komplikasi kesehatan, seperti diabetes gestasional dan anemia, kemungkinan tidak dianjurkan untuk berpuasa saat masa kehamilan.

  • Perhatikan asupan nutrisi ibu hamil berpuasa

Ibu hamil yang menjalankan berpuasa dengan nutrisi yang sesuai tidak menyebabkan dampak ke pertumbuhan janin yang ada dalam rahim dan waktu kelahiran. Selain itu, ibu hamil yang berpuasa pada trimester pertama kehamilan berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mempunyai bayi dengan berat badan rendah dibandingkan ibu yang tidak berpuasa.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa. Berikut tips agar nutrisi ibu hamil terpenuhi:

  • Konsumsi sumber karbohidrat yang berasal dari nasi, mie, kentang, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah-buahan saat berbuka puasa dan sahur
  • Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan (5 porsi perhari)
  • Kurangi makanan yang kadar gulanya tinggi
  • Perbanyak asupan cairan yang berasal dari air putih, susu dan jus buah
  • Kurangi konsumsi kopi, teh dan minuman bersoda
  • Batasi aktivitas saat berpuasa

Selain asupan makanan, bagi ibu hamil yang berpuasa juga perlu mengurangi aktivitas agar tidak mengalami kelelahan. Anda perlu beristirahat beberapa jam di siang hari untuk membantu dalam mempertahankan energi saat puasa.

Setelah masa berpuasa selesai, ibu hamil harus kembali ke rutinitas awal dengan mengonsumsi nutrisi dan kalori yang dibutuhkan, serta berolahraga ringan, seperti berjalan dan yoga, untuk membantu memperpendek durasi persalinan, mengurangi risiko kehamilan sesar dan diabetes gestasional.

Read More

Colonoscopy

Jika pasien mengalami masalah pada bagian perut, salah satu cara untuk memeriksa kondisi di bagian perut adalah colonoscopy. Colonoscopy merupakan cara yang dilakukan dokter untuk mendeteksi jika pasien mengalami perubahan atau abnormalitas pada usus.

Colonoscopy dilakukan dengan benda yang disebut sebagai kolonoskop. Kolonoskop terdapat selang fleksibel dilengkapi dengan kamera. Benda tersebut akan dimasukkan ke anus pasien untuk dipantau melalui layar jika pasien terindikasi mengalami masalah pada bagian usus.

Alasan Colonoscopy Perlu Dilakukan

Ada baiknya dokter menggunakan metode colonoscopy untuk membantu pasien karena alasan berikut:

  • Colonoscopy dapat mendeteksi lebih cepat kanker usus besar yang terjadi pada pasien.
  • Colonoscopy dapat mengetahui jika pasien mengalami kekambuhan pada perut atau tidak.
  • Colonoscopy dapat mencari tahu penyebab yang memungkinkan terjadi pada sistem pencernaan berupa nyeri pada perut, diare, bahkan darah pada tinja.
  • Colonoscopy dapat memberikan keterangan jika pasien perlu didiagnosis karena kondisi perut abnormal.

Orang-Orang Yang Perlu Menjalani Colonoscopy

Colonoscopy penting untuk dilakukan karena dapat membantu orang yang mengalami masalah kesehatan sebagai berikut:

  • Kanker usus besar atau polip.
  • Kanker kolon.
  • Kondisi yang dapat memicu pasien mengalami kanker usus besar.
  • Orang yang memiliki kondisi serius pada sistem pencernaan seperti diare kronis dan konstipasi kronis.

Persiapan Untuk Menjalani Colonoscopy

Jika pasien ingin menjalani colonoscopy, ada persiapan yang perlu mereka lakukan. Sebelum mereka menjalani colonoscopy, mereka perlu mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh agar tidak mengganggu hasil pemeriksaan. Pasien dapat mengeluarkan isi perut dengan dua cara. Cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Diet khusus

Pasien perlu menjalani diet khusus dengan tidak makan atau puasa selama persiapan colonoscopy, namun mereka tetap diperbolehkan untuk minum air mineral, sup kaldu, atau teh tanpa penambah rasa.

Selain itu, pasien sebaiknya tidak minum cairan berwarna merah seperti sirup supaya tidak terjadi kesalahpahaman jika dokter memeriksa bagian usus pasien. Dokter mungkin mengira jika cairan tersebut adalah darah.

  • Obat pencahar

Obat pencahar atau lebih umum disebut sebagai laksatif, adalah cara lain yang bisa digunakan pasien untuk membuang kotoran dari perut dalam bentuk pil atau cairan. Pasien sebaiknya gunakan laksatif dalam waktu dekat, sebelum melakukan colonoscopy.

Selain dalam kemasan pil atau cairan, pasien bisa menggunakan obat pencahar melalui anus. Hal ini disebut sebagai enema. Enema bisa dibeli di apotek. Dokter juga sering menggunakan enema dalam proses pemeriksaan karena lebih efektif dari obat pencahar biasa.

Di sisi lain, pasien sebaiknya konsultasikan metode ini dengan dokter. Metode ini belum tentu berhasil sepenuhnya karena beberapa obat bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan colonoscopy. Contoh obat yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan tersebut adalah obat diabetes, obat hipertensi, obat penyakit jantung, obat pengencer darah, dan suplemen yang mengandung zat besi.

Prosedur Colonoscopy

Setelah pasien mengosongkan perut melalui cara yang disebutkan di atas, pasien dapat memulai colonoscopy. Proses ini memakan waktu antara 30 menit sampai satu jam. Prosedur-prosedur yang pasien perlu lakukan selama menjalani colonoscopy adalah sebagai berikut:

  • Pasien diminta untuk ganti pakaian dengan pakaian rumah sakit.
  • Dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan dengan posisi miring dan kedua lutut pasien menempel pada dada.
  • Agar pasien merasa rileks, pasien akan dibius dalam bentuk pil atau suntikan.
  • Setelah pasien tidak menyadarkan diri, dokter akan memasukkan kolonoskop ke dalam anus. Dokter juga dapat memompa karbondioksida ke usus besar supaya dapat memberikan ruang untuk kolonoskop dan memantau perkembangan colonoscopy.
  • Dokter akan mengambil sampel berupa gambar selama pemeriksaan berlangsung.
  • Setelah dokter selesai melakukan colonoscopy pada pasien, dokter akan mengeluarkan kolonoskop dari tubuh pasien. Ketika pasien sadar, pasien akan mengalami kram pada perut dan merasa ingin buang air besar.

Hasil Colonoscopy

Setelah pasien selesai melakukan colonoscopy, mereka nanti akan mendapatkan hasilnya. Pasien bisa saja mendapatkan hasil colonoscopy yang normal (negatif) atau tidak normal (positif). Dokter menemukan polip pada usus besar atau jaringan abnormal sehingga mempengaruhi hasil pemeriksaan.

Pasien yang mengalami polip pada usus besar bukan berarti akan mengalami kanker. Namun, pasien tetap memiliki risiko yang meliputi tumor ganas. Oleh karena itu, dokter akan mengatasi masalah ini dengan mengambil sampel jaringan polip pasien yang kemudian akan diperiksa di laboratorium.

Jika pasien mendapatkan hasil positif setelah melakukan pemeriksaan colonoscopy, mereka bisa melakukan colonoscopy lagi. Metode colonoscopy yang dilakukan terhadap pasien belum tentu memberikan hasil yang baik.

Read More

Manfaat dan Efek Samping Rontgen Dada

Pemeriksaan sinar-X merupakan alat pencitraan yang digunakan dunia medis di seluruh dunia. Sejak pertama kali digunakan untuk memeriksa tulang 100 tahun yang lalu, pemeriksaan sinar-X sudah menyelamatkan banyak nyawa dan membantu menemukan banyak penemuan. Pada dasarnya, sinar-X terjadi secara alami dari radiasi elektromagnetik. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menunjukkan kekhawatiran mereka tentang implikasi kesehatan dari sinar-X. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah manfaat yang didapatkan dari pemeriksaan sinar-X, seperti rontgen dada misalnya, sebanding dengan risiko kesehatan yang mungkin dapat ditimbulkan? Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan saat rontgen dada?

Tindakan rontgen dada menggunakan sinar-X sebagai alat untuk memproduksi gambar jantung, paru-paru, pembuluh darah, saluran pernapasan, dan tulang yang ada di dada dan tulang punggung. Saat Anda pergi ke dokter karena memiliki keluhan berupa sakit dada atau sesak napas, biasanya Anda akan mendapatkan pemeriksaan sinar-X. Gambar yang dihasilkan dari tindakan pencitraan tersebut akan membantu dokter untuk memutuskan apakah Anda memiliki penyakit jantung, masalah paru-paru, pneumonia, tulang rusuk yang patah, empisema, kanker, dan kondisi kesehatan lain. Namun, apa sesungguhnya sinar-X yang digunakan dalam tindakan rontgen dada?

Sinar-X pertama kali dideskripsikan oleh Wilhelm Rontgen. Beberapa minggu setelah dirinya menemukan bahwa kita bisa menggunakan sinar-X tersebut untuk melihat tulang, sinar-X digunakan untuk kepentingan medis, dengan orang pertama yang mendapatkan pemeriksaan sinar-X adalah Eddie McCarthy pada tahun 1986 akibat terjatuh saat berselancar. Semua orang di muka Bumi mendapatkan paparan radiasi dalam jumlah tertentu. Benda-benda radioaktif ditemukan secara alami di udara, tanah, air, bebatuan, dan tanaman. Sumber radiasi alami terbesar untuk manusia adalah radon. Sebagai tambahan, Bumi secara terus-menerus mendapatkan paparan radiasi kosmik, termasuk sinar-X. Sinar tersebut tidak membahayakan, tetapi tidak bisa dihindari. Radiasi dalam kadar yang rendah hampir tidak menimbulkan efek yang berarti.

Manfaat sinar-X dalam dunia medis

Fakta bahwa sinar-X telah digunakan dalam dunia medis dalam waktu yang lama menunjukkan manfaat yang dibawanya. Meskipun penggunaan sinar-X saja tidak cukup untuk mendiagnosa penyakit atau suatu kondisi, tindakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian penting dalam proses diagnosa. Beberapa manfaat dari sinar-X dalam dunia medis seperti:

  • Non-invasif. Sinar-X dapat membantu mendiagnosa sebuah gangguan medis tanpa harus memeriksa bagian tubuh seseorang secara langsung.
  • Pemandu. Sinar-X dapat membantu tenaga medis saat memasukkan kateter, stent, atau alat lain ke dalam tubuh pasien.
  • Penemuan yang tidak disangka. Sinar-X terkadang bisa menunjukkan fitur atau patologi yang berbeda dari alasan utama gambar pencitraan. Misalnya, infeksi pada tulang, gas atau cairan di area yang seharusnya tidak ada gas ataupun cairan, serta beberapa jenis tumor.

Efek samping sinar-X

Ketika seseorang melakukan rontgen dada, adakah efek samping dari sinar-X bagi kesehatan tubuh? Sinar-X sering dihubungkan dengan meningkatnya risiko kanker. Namun, risiko tersebut sangat rendah dengan efek samping yang singkat. Namun, paparan terhadap level radiasi yang tinggi dan menyebabkan beberapa efek samping, misalnya muntah, berdarah, pingsan, rambut rontok, dan kulit yang mengelupas. Namun sinar-X yang digunakan dalam dunia medis berada dalam dosis radiasi yang rendah sehingga tidak akan memberikan efek samping pada kesehatan mereka yang mendapatkan paparan sinar tersebut. Secara keseluruhan, penggunaan sinar-X untuk melakukan tindakan rontgen dada penting agar mendapatkan diagnosa yang tepat dan akurat. 

Read More