Makan Siang Sehat Jangan Sampai Lupa

Makan siang sehat merupakan waktu makan yang penting bagi semua orang. Makan siang dapat menyediakan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga otak serta tubuh dapat bekerja dengan lebih efektif di siang dan sore hari. Makan siang buatan sendiri tidak hanya lezat namun dapat Anda atur sendiri bahan-bahan dan nutrisi apa saja yang bisa Anda tambahkan. Sementara itu, makan siang di kantin ataupun restoran masih dapat mengikuti pola nutrisi yang dibutuhkan apabila Anda memilih menu yang tepat. Survey diet dan makanan menunjukkan bahwa kebanyakan orang perlu mengurangi asupan minyak jenuh, garam, serta gula, dan meningkatkan konsumsi serat, buah, sayur, dan minyak ikan.

Kunci dari makan siang sehat adalah keragaman serta cara mendapatkan keseimbangan makanan yang tepat untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat. Asupan harian tubuh kita akan kalori dan nutrisi dibagi atas makanan dan camilan yang kita makan dalam satu hari. Salah satu membagi asupan kalori dalam sehari adalah dengan mengonsumsi 20% dari jumlah kalori total saat sarapan, 30% saat makan siang, dan 30% saat makan malam, serta ditambah 20% untuk camilan. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, menu makan siang sehat apa saja yang perlu Anda makan? Menu ideal adalah roti gandum utuh, nasi, ataupun pasta. Anda juga perlu menambahkan protein rendah lemak seperti tuna, telur, udang, dan ayam. Penting pula untuk menambahkan banyak sayuran dan buah-buahan seperti apel, tomat ceri, wortel, mentimun, dan juga anggur kering. Jangan lupa minum. Air putih biasa sangat ideal untuk pendamping makan siang Anda. Namun Anda juga bisa menambahkan susu ataupun minuman oat bagi Anda yang menderita intoleransi laktosa.

Tidak Makan Siang Apakah Berbahaya?

Beberapa orang berpikir mereka dapat menjalani hari tanpa perlu makan siang. Namun ada beberapa masalah yang mungkin akan muncul. Tidak makan siang sama seperti Anda sedang menjalankan puasa kecil, dan dapat membuat perut terasa sangat lapar, terutama apabila sarapan Anda kurang. Dalam kondisi ini, tubuh Anda sedang dalam “survival mode”, dan apabila Anda tidak makan dalam waktu yang lama, Anda akan merasa sangat lapar dan hanya akan memikirkan makanan. Tentu hal ini dapat mempengaruhi performa Anda saat bekerja.

Bahan bakar eksklusif otak, glukosa, akan terkompromi setelah 4 hingga 6 jam apabila tubuh tidak mendapatkan makanan. Hal ini disebabkan glukosa yang tersimpan di dalam hati sebagai glikogen habis terpakai dalam waktu tersebut. Saat glukosa darah semakin menipis, hati akan merubah glikogen menjadi glukosa dan melepaskannya ke dalam darah. Apabila glikogen terus menipis, tubuh akan menggunakan metode menyediakan energi dengan kurang efektif. Selain itu, apabila Anda tidak makan dalam waktu yang lama, Anda mungkin akan makan terlalu banyak ketika ada kesempatan. Hal ini akan membuat Anda kesulitan dalam mengatur berat badan. Mendapatkan makan siang sehat penting agar tubuh terus mendapatkan energi serta nutrisi yang dibutuhkan untuk beraktivitas setiap harinya. Selainsebagai bahan bakar menjalani hari, makan siang sehat juga dapat menjadi kebiasaan sehat Anda apabola ingin mencoba mengurangi berat badan. Obesitas tidak hanya akan mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena beberapa penyakit serius seperti penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit diabetes tipe 1.

Read More

Apakah Floaters Berbahaya? Gejala dan Penyebab

Pernahkan Anda melihat bitnik-bintik atau titik yang melayang pada bidang penglihatan Anda? Bintik-bintik berwarna hitam atau abu-abu tersebut disebut dengan istilah “floaters”. Floaters tidak menyebabkan rasa sakit atau menimbulkan ketidaknyamanan. Namun, karena mengganggu penglihatan, floaters dapat mengganggu Anda menjalani aktivitas sehari-hari. Karena floaters berada di dalam cairan mata Anda, floaters akan bergerak mengikuti gerakan mata. Apabila Anda mencoba untuk melihatnya, floaters akan terlihat menjauh. Floaters biasanya muncul ketika Anda melihat sebuah obyek yang terang seperti langit, benda yang memantulkan cahaya, dan kertas kosong. Floaters dapat muncul pada salah satu mata ataupun keduanya. Floaters tidak membutuhkan perawatan karena tidak membahayakan penglihatan. Meskipun demikian, terkadang floaters membuat seseorang kesulitan dalam melihat dan membutuhkan pembersihan untuk mengembalikan penglihatan. Selain itu, floaters dapat menjadi gejala atau tanda-tanda masalah kesehatan, seperti kerusakan pada retina.

Gejala floaters

Gejala utama munculnya floaters pada mata adalah munculnya obyek-obyek aneh tertentu pada bidang penglihatan seseorang. Floaters dapat muncul dlam bentuk yang berbeda-beda, seperti titik atau bintik berbayang, garis kecil, lingkaran, bentuk sarang laba-laba, dan bentuk-bentuk tidak teratur lainnya. Floaters juga dapat menyerupai daerah penglihatan yang lebih gelap ataupun lebih terang. Terkadang, daerah yang memiliki floaters akan sedikit terlihat buram atau kabur apabila dibandingkan dengan daerah lain pada bidang penglihatan Anda.

Meskipun berukuran kecil, floaters dapat mengganggu pandangan secara signifikan karena dekat dengan daerah input mata. Salah satu karasteristik floaters adalah ia sering bergerak bolak-balik di bidang pandangan Anda. Mencoba melihat floaters secara langsung akan membuat floaters bergerak menjauh dari penglihatan. Saat seseorang mengistirahatkan mata mereka, floaters akan melayang dengan sendirinya.

Penyebab floaters

Perubahan-perubahan pada daerah mata yang disebabkan faktor usia menjadi penyebab utama kasus floaters. Kornea dan lensa pada mata memusatkan cahaya ke retina di belakang mata. Saat cahaya melewati mata dari depan ke belakang, cahaya akan melewati zat seperti kaca dan berbentuk seperti jelly yang ada di dalam mata. Perubahan-perubahan pada zat tersebut dapat menyebabkan terbentuknya floaters. Hal ini merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi terutama dengan bertambahnya usia yang disebut dengan sinergi vitreous. Vitreous yang tadinya kental menjadi lebih encer dengan bertambahnya usia, dan bagian dalam mata akan dipenuhi serpihan dan endapan. Serat-serat mikroskopis di dalam vitreous juga akan merumpun. Saat cahaya melewati mata, serpihan dan endapan tersebut akan menyebabkan terbentuknya bayangan yang disebut dengan floaters. Selain itu, floaters juga bisa disebabkan oleh hal-hal seperti:

  • Cedera mata. Apabila mata terkena pukulan atau rusak akibat kecelakaan, hal ini dapat menyebabkan terbentuknya floaters.
  • Rabun dekat. Orang-orang yang memiliki gangguan rabun dekat akan sering mengalami floaters. Selain itu, sinergi vitreous juga akan terjadi lebih cepat pada mereka yang menderita rabun dekat.
  • Peradangan. Bengkak atau peradangan pada mata sering menyebabkan infeksi yang berujung pada terbentuknya floaters.
  • Retinopati diabetes. Diabetes dapat merusak pembuluh darah yang menuju retina. Saat pembuluh tersebut rusak, retina mungkin tidak akan bisa menafsirkan gambar dan cahaya yang mengenainya.
  • Endapan. Berbagai macam endapan yang terbentuk di dalam vitreous dapat mengganggu cahaya yang lewat dari bagian depan mata ke bagian belakang.

Floaters tidak memberikan rasa sakit saat terjadi. Namun, segera temui dokter mata Anda apabila floaters menyebabkan sakit, Anda kehilangan penglihatan, buta sebelah, ataupun floaters mengalami perubahan bentuk dan ukuran.

Read More

Kebutuhan Protein Harian yang Perlu Dikonsumsi

Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda. Kebutuhan protein Anda bergantung pada kesehatan, komposisi tubuh, tujuan utama, dan tingkat aktivitas fisik yang Anda lakukan (jenis, intensitas, dan durasi)

Jika Anda tidak mendapatkan cukup protein melalui diet, kesehatan dan komposisi tubuh Anda akan terganggu.

Namun, ada pendapat yang sangat berbeda mengenai kebutuhan protein harian yang sebenarnya dibutuhkan orang.

Sebagian besar organisasi nutrisi resmi merekomendasikan asupan protein yang cukup sederhana.

DRI (Dietary Reference Intake) adalah 0,8 gram protein per kilogram berat badan, atau 0,36 gram per pon.

Hal ini setara dengan berjumlah:

  • 56 gram per hari untuk rata-rata pria yang tidak banyak bergerak.
  • 46 gram per hari untuk wanita biasa yang tidak banyak bergerak.

Meskipun jumlah protein yang sedikit ini mungkin cukup untuk mencegah defisiensi total, penelitian menunjukkan bahwa jumlah protein ini jauh dari cukup untuk memastikan kesehatan dan komposisi tubuh yang optimal bagi Anda.

Protein adalah bangunan utama tubuh Anda, yang digunakan untuk membuat otot, tendon, organ dan kulit, serta enzim, hormon, neurotransmitter, dan berbagai molekul kecil yang melayani banyak fungsi penting di tubuh Anda.

Tanpa protein, kehidupan seperti yang Anda tahu tidak akan mungkin terjadi.

Protein terbuat dari molekul yang lebih kecil yang disebut asam amino, yang dihubungkan bersama seperti manik-manik pada tali. Asam amino terkait ini membentuk rantai protein panjang, yang kemudian dilipat menjadi bentuk kompleks.

Beberapa asam amino dapat diproduksi oleh tubuh Anda, sementara Anda harus mendapatkan asam amino lain melalui diet yang Anda jalani sehari-hari. Yang terakhir disebut asam amino esensial.

Protein bukan hanya tentang kuantitas tetapi juga kualitas.

Secara umum, protein hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam rasio yang tepat bagi tubuh Anda, karena jaringan hewan mirip dengan jaringan Anda sendiri.

Jika Anda mengkonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, telur, atau susu setiap hari, kemungkinan Anda sudah memenuhi kebutuhan protein harian Anda dengan cukup baik.

Namun, jika Anda tidak mengonsumsi makanan hewani, mendapatkan semua protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh Anda akan sedikit lebih menantang. Karena Anda membutuhkan sumber protein yang tepat selain protein pada produk hewani.

Untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan, protein sangat penting dalam hal ini. Dengan mengkonsumsi protein, Anda dapat meningkatkan jumlah kalori yang Anda bakar dengan meningkatkan laju metabolisme Anda (kalori keluar) dan mengurangi nafsu makan Anda (kalori masuk).

Tetapi protein tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah Anda menambah berat badan.

Cara Mendapatkan Protein Untuk Diet Anda

Sumber protein terbaik adalah daging, ikan, telur, dan produk susu, karena mereka memiliki semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh Anda.

Beberapa tanaman juga mengandung protein cukup tinggi, seperti quinoa, kacang-kacangan dan kacang-kacangan.

Namun, kebanyakan orang umumnya tidak melacak asupan protein mereka sehari-hari.

Jika Anda adalah orang sehat yang mencoba untuk tetap sehat, maka cukup makan protein berkualitas dengan sebagian besar makanan Anda, bersama dengan makanan nabati yang bergizi akan membuat asupan protein Anda ke batasan optimal.

Bagaimana dengan Kebutuhan Protein Harian Orang Biasa?

Jika Anda memiliki berat badan yang sehat, tidak melakukan angkat beban dan tidak berolahraga terlalu banyak, maka Anda perlu mentargetkan sekitar 0,8-1,3 gram protein per kg.

 Hal ini setara dengan jumlah:

 56–91 gram per hari untuk rata-rata pria.

 46-75 gram per hari untuk wanita rata-rata.

Kebutuhan protein harian meningkat secara signifikan pada orang yang aktif secara fisik, serta pada orang dewasa yang lebih tua dan orang yang pulih dari cedera. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter gizi Anda mengenai kebutuhan protein harian yang tepat akan sangat membantu Anda.

Read More